
Keesokan paginya.
...[Tongteng … Tongteng]...
...Selamat, host mendapatkan uang Rp,20.000.000 dari mengupil sebanyak 1000 kali, dan sudah ditransfer ke inventaris sistem]...
Pradita duduk termenung di depan halaman rumah kapsul miliknya sambil menyeruput coklat hangat. Pikirannya melayang ke Indonesia, terutama semua perusahaan yang ia gawangi saat ini, dan semua pegawainya.
“Kenapa aku merasa gelisah seperti ini? Apakah virus Venom cukup menakutkan dan tak bisa ditangani oleh serum dewa, dan serum dewi?” pikirnya gusar.
Untuk menghilangkan rasa gelisahnya, Pradita pergi ke arah gua yang sekarang sedang dibangun pertambangan material logam sampai jadi menggunakan teknologi pertambangan Ochobot City.
Nathalia, dan Nathania pantas dijuluki sang ratu kembar drone. Mereka berdua bersama 100 anggota tim yang lain terus bekerja tanpa henti sampai saat ini. Setelah disuntikan serum dewa, dan serum dewi yang membuat stamina, serta vitalitas tubuh mereka tidak ada matinya.
“Mas, kenapa kamu disini? Lebih baik Mas temani saja Kak Nabila,” tanya Nathania yang sedang beristirahat di kursi pantainya.
“Aku hanya gusar saja. Tahu sendiri dunia sedang dilanda wabah virus Venom, dan sekarang saja di Amerika sudah jatuh korban 2 juta orang,” jawab Pradita dengan raut muka kusut.
“Percayakan saja sama Master Chow. Kalaupun virus itu menyebar sampai ke benua Afrika, tempat ini akan menjadi tempat yang paling aman di dunia.”
“Setelah kita punya material logam tak terbatas ini, kami yakin Black Golden City akan menjadi kota di luar nalar, dan tidak akan pernah ditemukan di dunia manapun,” terang Nathalia, tetapi tetap saja masih membuat gusar Pradita.
“Apakah kalian punya anggota keluarga lain?” tanya Pradita, dan dijawab gelengan pelan oleh Nathalia.
Sebab duo gadis kembar memang sedari kecil sudah yatim piatu, dan diasuh di bawah panti asuhan yang dimiliki oleh CEO BSD City.
Dari keempat istri Pradita, hanya Nira yang masih memiliki keluarga, yakni kakek Astra.
Pradita akan Nira, dan pergi dari gua yang pengerjaannya sudah 85% selesai. Maka esok hari pembuatan kota Black Golden City bisa menggunakan 100% logam material langka yang ada di dalam gua tersebut.
__ADS_1
Pria berambut lari sekencang-kencangnya ke arah Nira yang sedang mandi di dalam rumah kapsul. Jarak gua ke pemukiman rumah kapsul memang cukup jauh, tetapi semua itu tak berarti bagi Pradita yang memiliki teknik naga Dhanindra.
“Aaaaa!”
Nira kaget saat melihat Pradita tiba-tiba berada di depannya yang baru saja melepaskan semua pakaiannya, dan mau berendam di dalam bathtub.
Kegusaran Pradita langsung hilang, saat melihat gua Karbala yang bersih mulus. Tanpa basa-basi Pradita mencium lembut bibir Nira dengan penuh hasrat.
Kedua tangan Nira dikungkung ke dinding kamar mandi, sembari mulutnya bergerilya mencium leher Nira yang memiliki kulit seputih salju itu.
Lenguhan demi lenguhan terdengar saat tidak asing di telinga Pradita, karena dari keempat istri Pradita, hanya Nira lah yang sangat ekspresif dengan suara-suara khasnya.
Hal itu membuat Pradita semakin penuh hasrat, dan darahnya telah sampai ke puncak ubun-ubun, dan mau tidak mau perhelatan akbar mereka berdua pun terjadi, hingga lama sekali sampai dua jam.
Keduanya lemas, dan saling berpelukan di dalam bathtub, “Mas, kamu semakin lama semakin perkasa. Tapi aneh, kenapa kamu tiba-tiba muncul?”
“Aku hanya kepikiran kakek, apa aku pulang saja ya ke Indonesia, dan jemput kakek kesini. Karena menurutku saat ini, tempat ini yang paling aman,” jawab Pradita dengan mendongakan kepalanya ke atas, dan menatap langit-langit dengan tatapan kosong.
“Masa keberatan, kakek Nira, kan kakek Mas juga,” potong Pradita.
Nira langsung keluar dari bathtub, dan menarik tangan Pradita menuju kamar tidur. Sepertinya ia buru-buru ingin menunjukan sesuatu pada Pradita.
“Oh, ya Mas. Semalam aku pelajari susunan DNA virus Venom yang telah dikirimkan datanya oleh Master Chow, dan aku coba memberikan formulasi serum dewa, dan serum dewa ke susunan DNA tersebut sesuai rumusan DNA yang aku ketahui, dan jadinya ini!”
Mata Pradita membulat, karena hasil yang terlihat dari monitor laptop milik Nira menunjukan susunan DNA virus Venom malah menggandakan diri dengan cepat. Ditambah lagi tingkat kekebalan virus tersebut terhadap vaksin malah semakin tinggi.
“Sial, kalau begini kita sama saja bunuh diri. Aku harus menelepon Master Chow.”
Pradita segera menelepon Master Chow, tetapi tidak angkat, dan terus mencobanya sampai 100 kali. Namun tetap saja tak diangkat, dan membuat Pradita semakin gelisah, dan gusar.
__ADS_1
“Mas, tenanglah! —”
Tiba-tiba Nabila ikut masuk, dan bertanya pada Pradita yang sedang mondar-mandir di depan Nira, “Ada apa Mas?”
“Ini, Kak. Serum dewa, dan serum dewi ternyata bisa membuat virus venom bertambah ganas,” jawab Nira.
“Hah? Bagaimana bisa?”
Nabila matanya membola, ia tak percaya. Kemudian melihat monitor laptop milik Nira, dan hanya dalam sekejap mata, Nabila mampu menemukan solusinya.
Gadis berambut perak tersebut membuat simulasi untuk menemukan formulasi yang tepat untuk menghancurkan virus venom. Namun tetap menggunakan formula rumus serum dewa, dan serum dewi.
“Tunggu sebentar, aku harus bertemu Kepala Desa Bianca, dan penasehat James.”
Nabila langsung keluar dari dalam kamar dengan berlari cepat. Melihat Nabila seperti itu, Pradita juga ikut mengejarnya, karena ia takut dengan jabang bayi yang sedang dikandung oleh Nabila, takutnya terjadi apa-apa.
Sesampainya di depan rumah kapsul milik Bianca, Nabila mengambil bongkahan batu yang didapat dari gua. Ada tiga bongkahan batu kecil yang dibawa masuk ke dalam rumah Bianca.
"Nona Bianca!" panggil Nabila sambil mengetuk pintu dengan raut muka panik.
"Ya."
Bianca membuka pintu, dan langsung mempersilahkan Nabila duduk. Ada Dokter Wong, dan James yang sedang duduk di ruang tamu. Mereka bertiga sedang berdiskusi mengenai Black Golden City yang diluar dugaan mereka.
"Nona, apakah anda tahu batu ini batu apa, dan tahu tidak nama kode material ketiga logam ini?" tanya Nabila dengan raut muka panik, dan terkesan terburu-buru.
Pradita baru masuk dengan nafas terengah-engah, "Sayang, jangan buru-buru! Ingat kandunganmu."
"Oh, Tuan Muda Pradita. Silahkan duduk!"
__ADS_1
Pradita pun duduk di samping Nabila. Dokter Wong yang ahli dalam pengobatan, dan juga ahli material logam itu menjawab, "Yang merah Stantium, yang gelap kebiruan Vibranium, dan yang gelap keperakan Vanadium. Kalau kode rumusnya tidak tahu, tetapi aku pernah membuat campuran obat dengan bubuk stantium, dan apapun penyakit atau virus yang berada di dalam tubuh langsung hancur."
Nabila mengambil pulpen, dan menuliskan formula rumusan serum dewa, dan serum dewi. Lalu ditambahkan dengan kode material logam Stantium yang tiba-tiba muncul di kepalanya, dan hal itu membuat mata Dokter Wong melebar selebar-lebarnya, sampai-sampai rahangnya terjatuh.