
Pradita membuka lembaran per lembaran laporan tersebut. Tindakannya membuat semua pejabat tingkat manajerial yang berwenang mengurus masalah Grand Launching Apartemen Liudou menjadi sangat-sangat tegang.
“Untuk semua persiapannya sangat-sangat bagus, tetapi tingkat penawaran kepada pelanggan untuk membeli unit apartemennya masih kurang menurutku.”
“Aku memposisikan diri sebagai orang yang ingin membeli sebuah unit apartemen. Mungkin akan membeli dengan tingkat minat 85%, tetapi bisakah membuat peluang itu menjadi 100% atau paling minimal 95%,” sergah Pradita dingin.
Mereka semua tertunduk lemas mendengar ketidakpuasan Pradita atas kinerja mereka merancang Grand Launching ini. Menurut Pradita ekspektasi mereka terlalu tinggi dengan membuat ketertarikan minat pelanggan sampai minimal 95%.
“Maaf, Tuan Muda. Amunisi kami untuk membuat pelanggan tertarik terbatas sampai disitu. Mohon bimbingan Tuan Muda, apakah ada cara lain?” pinta Wisno sang Direktur Marketing BSD Group.
Pradita tersenyum tipis, dan sangat suka cara Wisno mengutarakan suara hatinya. Ia berdiri dan bertepuk tangan, “CEO Aslan, jika maksimal 7 hari Apartemen Liudou sold out semua unitnya. Berikan semua pegawai yang berada disini satu orang bonus 10 milyar.”
“Apa!” Semua mata membelalak dengan rahang terjatuh. Kedua bola mata mereka serasa ingin keluar dari kelopaknya. Bahkan jantung mereka serasa ingin copot mendengar penuturan Pradita.
“Waduh, Tuan Muda ini ekpektasinya terlalu tinggi,” batin Nathalia, dan Nathania serentak sambil menepuk jidatnya masing-masing.
Pradita menuliskan 3 hal promosi tambahan pada Nathania untuk dibuatkan vouchernya. Lalu menelepon Fetucini untuk membawakan 10 unit hypercar dari Bugatti dan di taruh di depan apartemen Liudou.
__ADS_1
“Tuan Muda, anggaran kita tidak ada jika membuat voucher seperti ini. Sungguh, ini tidak masuk akal,” sergah Nathania.
“Ada, walau itu tipis, dan kita masih dapat 10%, tapi aku kalkulasi jika terjual semua dalam 7 hari dan biaya produksi selama 7 hari. Maka kita akan punya profit surplus 200%, setelah dimasukan nilai anggaran promosi itu.”
Pradita berargumen sesuai kalkulasi fakta yang mereka berdua buat di laporan anggaran produksi, dan anggaran pemasaran. Nathania menepuk jidatnya sendiri dan menyesal.
“Sial, aku menulis anggarannya salah. Aku menulis estimasi produksi itu satu tahun. Pantas saja aku salah, dan hanya dapat profit sedikit.”
“Aish, kalian berdua yang menggerakan 10.000 Comanche Drone, kalian juga yang salah mengkalkulasi. Dasar!” cibir Pradita mencebikan bibir, membuat semua orang yang berada di dalam ruangan kantor Aslan tertawa.
Mereka tidak menyangka Pradita bisa mengetik 10 jari dengan sangat cepat, dan tak ada satupun kata yang salah. Berkat poin skill kecerdasan Pradita yang meningkat pesat, ia bisa dengan mudah menyalin laporan dengan mengetik ulang sekaligus menentukan hasil akhirnya.
Pradita memperlihatkan layar ponsel ke semua orang yang berada di dalam sana, dan sekali mereka takjub dibuatnya.
“Gunakan ini sebagai acuan. Aku juga sudah memperhitungkan keuntungannya juga. Aku buat toleransinya 5%,” jelasnya.
Apa yang dikatakan Pradita sebelumnya sangat sesuai dengan apa yang dituliskannya saat ini berdasarkan laporan yang sudah dituliskan oleh Aslan, Nathania, dan Wisno. Semua orang berdiri dan penuh semangat.
__ADS_1
“Ayo, kita jual semua unit apartemen ini sesuai arahan Tuan Muda Pradita.”
“Jika ini terjadi maka BSD Group akan menjadi satu-satunya, juga pengembang pertama yang membangun bangunan dengan sistem Drone, dan bisa menembus rekor dunia, karena bisa menjual semua unitnya hanya dalam waktu 7 hari maksimal!” teriak Aslan.
“Yaa!”
Semua orang berteriak keras penuh semangat. Belum pernah mereka bekerja semangat seperti ini. Bukan hanya bonusnya, tapi juga karena Pradita bukan tipe pemimpin yang mengkritik tapi tidak memberikan solusi yang lebih baik. Namun pemimpin yang hangat dan optimis dengan seribu strategi jitu yang menurut mereka diluar nalar, dan diluar kotak.
Mereka semua keluar dari gedung BSD Group dengan wajah yang sangat sumringah, dan semangat yang berapi-api. Walaupun harus menjual 600 unit apartemen suite yang cukup mahal dibanderol satu unitnya kisaran 1-2 miliar tergantung ukuran dan tipe.
......................
...Lobi Apartemen Liudou....
Pradita yang masih tegang, karena ia yang pertama kali melakukan potong pita ditemani oleh CEO Aslan. Sudah hadir disana Seva, Nabila, Nira, Devi, dan Wilma. Kelima dewi dari latar belakangnya yang berbeda ini sengaja Pradita undang untuk menarik minat para pengunjung.
Di halaman apartemen Liudou juga sudah berjejer rapi 10 unit hypercar dari Bugatti milik Fetucini Motors, dan ini yang membuat acara grand launching ini tidak tahan untuk dilihat. Ada pengundian salah satu unit yang akan dilakukan untuk mereka yang datang dan membeli salah satu apartemen.
__ADS_1