SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 101


__ADS_3

...[Tongteng … Tongteng]...


...[Selamat, anda telah mendapatkan uang Rp,1000.000 dari mengupil sebanyak 50 kali, dan sudah ditransfer ke saldo sistem]...


Pradita duduk termangu di ruang sambil memikirkan caranya balas dendam pada Komandan Selena. Tidak ada yang berani berbicara dengan Pradita, kalau dia sudah bungkam dengan raut wajah yang dingin.


“Aku memang sudah menanamkan virus penghancur jauh-jauh hari setelah aku memasang pusat super komputer Red Queen, kalau aku memberikan akses pusat ke orang lain. Maka Red Queen akan menghancurkan orang tersebut sampai hancur berkeping-keping tanpa disadarinya,” batin Pradita.


......................


Gedung Union Group, Tangerang Selatan.


Komandan Selena sedang merubah dirinya menjadi Pradita, dan duduk di kursi CEO yang jarang diduduki oleh Pradita.


“Uhuk-uhuk!” Selena tiba-tiba terbatuk darah ringan, dan penyamarannya mengalami kecacatan sementara. Tubuhnya berulang-ulang kali berubah menjadi Selena, dan kembali lagi menjadi Pradita.


Selena tidak menyadari kalau Red Queen yang sudah terhubung dengan dirinya sedang melakukan proses penghancuran diri. Bukan hanya itu, Red Queen telah menghancurkan beberapa satelit Sevenfall yang telah terhubung dengannya seperti milik Komandan Aramain.


“Apa yang terjadi dengan tubuhku? Kenapa tiba-tiba Spider Nano Armor mengalami kecacatan sementara?” pikir Komandan Selena bingung.


Partikel demi partikel nano yang menyelubungi tubuh asli Komandan Selena meledak. Dari ujung jari mulai terkelupas, dan menunjukan tubuh asli Selena yang memiliki banyak borok.


“Jangan seperti ini! Jangan!” teriak Komandan Selena melihat tubuhnya perlahan memperlihatkan wajah aslinya.


Du luar angkasa pun terjadi baku hantam antar satelit Red Queen dengan menembakan senjata pemusnah partikel berupa laser, dan beberapa satelit milik Sevenfall yang dimiliki oleh Komandan Selena, juga Komandan Aramain ikut hancur menjadi bunga kembang api.


Sekali tembak benda yang terkena sinar laser tersebut langsung menjadi partikel-partikel debu. Ledakannya pun hanya terlihat sekilas 3 detik, dan hilang dari pandangan manusia. Maka dari itu kehancuran 3 satelit Red Queen, dan dua satelit utama Sevenfaal tidak mampu membuat bumi terkena bencana besar.


Komandan Selena yang mendapati tubuhnya kembali menjadi buruk rupa mengalami depresi berat. Ia mencakar-cakar tubuhnya sendiri, hingga dari bekas cakarannya itu mengalir cairan kental merah.


Selena pun keluar dari dalam ruangan CEO Union sekencang-kencangnya, dan langsung diburu oleh pihak keamanan gedung.


Saat Selena keluar dari gedung Union, ia sudah ditunggu oleh pasukan Black Shadow yang sudah lama menunggunya. Mobil truk yang dikendarai oleh Abu Hossef mulai bergerak cepat ke arah Selena yang sedang berlari dalam keadaan histeris.


Mobil truk itu menghantam tubuh Selena, dan membuatnya berguling di permukaan aspal. Abu Hossef segera keluar dari dalam mobil, dan beberapa anak buahnya yang memakai cyborg armor ninja suit pun muncul dengan tubuh berkedip.


“Bawa dia ke akademi! Kita akan siksa dia sesuai arahan Tuan Besar. Perintahkan juga pada anggota kita untuk memburu Zevalia dimanapun berada!” titah Abu Hossef.


“Siap, Ketua!”


Kedua anak buah Abu Hossef memapah tubuh Selena yang berdarah-darah. Lalu salah satu dari anak buah Abu Hossef melemparkan bom asap untuk mengaburkan pandangan. Setelah itu mereka semua lenyap dari pandangan semua orang.


Pradita memang kehilangan kurang 90% asetnya, dan kehilangan akses Red Queen. Namun dia mendapatkan aset yang lebih penting, yakni aset manusia dari seluruh anak buah Eugene, dan seluruh anak buah Aramain.


Dengan begitu Pradita tetap mengamankan dirinya sebagai penguasa benua Asia, benua Eropa, dan benua Afrika dalam genggamannya.

__ADS_1


......................


...Mansion Union....


...[Tongteng … Tongteng]...


...[100% saham Boboba, 100% saham Bank BJB dan 100% saham D3 telah dikembalikan ke Host sebagai pemilik utama sebenarnya]...


...[Super komputer A.I. Red Queen telah hancur, karena melakukan peledakan diri. Tiga satelit utama Red Queen sudah mengalami kehancuran di luar angkasa]...


Mendengar suara dentingan sistem, Pradita langsung tersenyum licik, dan membayangkan Selena sekarang sedang disiksa oleh Abu Hossef di penjara bawah tanah sekolah pembunuh bayaran yang berada di gunung Latimojo, Sulawesi.


"Kau pikir bisa menipuku dengan semua kecantikanmu. Ya, walaupun kau telah merusak singkong premium ku dengan kerang beracun milikmu itu. Buaya kok dikadalin, its impossible," batin Pradita dengan tersenyum licik.


Nathalia, dan Nathania yang sudah selesai membuat kecerdasan buatan yang hampir mirip dengan Red Queen, serta mengkoneksikan kembali ke seluruh aset milik Pradita terkejut.


Mereka berdua terkejut karena tiba-tiba saham D3, saham BJB, dan saham Boboba kembali nilai akuisisi sebanyak 100%.


“Mas, apa yang terjadi?” tanya DNA serentak.


“Itu tindakan penyelamatan Red Queen sebelum melakukan penghancuran diri. Hanya itu yang ia bisa lakukan, aset lainnya telah jatuh ke tangan Sevenfall.


“Namun aku yakin, kita bisa bangkit. Pertama kita akuisisi semua perbankan kecil, dan merger ke dalam satu bank dengan sistem operasional yang telah kalian buat. Kita akan kuasai negara ini, dan buat hutang pada kita, hahaha …,” titah Pradita dengan tertawa jahat.


“Aku juga akan ikut membantu dengan media sosialku, Mas. Aku akan jadi Brand Ambassador bank yang akan mas buat, aku rasa nama dan jargon itu penting,” timpal Nabila mengusulkan idenya.


“Aku akan menghubungi semua rekananku, Mas. Karena ini bank, maka kita harus punya sistem keamanan fisik yang lebih kuat.”


“Bukankah Mas punya Black Shadow, dan semua pihak keamanan di Astral Guardian akan dilatih oleh mereka,” timpal Nira juga mengusulkan idenya.


“Satu lagi. Kita sudah tahu, maka kita juga harus berubah untuk bisa menjaga diri. Maka dari itu semua istriku harus bisa bela diri, dan menggunakan senjata untuk melindungi satu sama lain. Aku yang akan melatih kalian berempat dengan tanganku sendiri,” tegas Pradita, dan mereka berempat langsung merespon dengan anggukan tegas yang penuh semangat.


Pradita sudah tak mau berlama-lama lagi berkabung memikirkan ketujuh istrinya yang sudah pergi ke alam yang tidak bisa dijangkau oleh manusia. Maka dari itu sebagai ketua mafia bawah tanah, Pradita harus membimbing mereka menjadi lebih kuat, dan bisa melindungi diri sendiri.


Mereka berlima pun segera keluar dari wilayah Mansion Union menggunakan mobil Toyota Alphard yang jarang dipakai oleh Pradita dengan pengawalan yang sangat ketat.


Sirine-sirine mobil hypercar yang mengawal mobil yang dinaiki oleh Pradita beserta keempat istrinya mampu membelah setiap pemotor, dan pemobil yang menghalangi jalur mereka. Sekaligus menunjukan bahwa sang raja mafia penguasa tiga benua siap kembali ke gelanggang arena pertempuran.


Pradita yang menyetir mobilnya membuka kaca jendela mobil dan menyapa setiap orang yang mengelu-elukannya dengan senyuman ramah. Matanya berkeliling mencari beberapa anak, atau orang tua yang mungkin butuh bantuannya dalam hal apapun.


"Nathalia, apakah semua sekolah disini sudah mendapatkan kelayakan semestinya?" tanya Pradita dan mengejutkan keempat istrinya.


"Tumben, Mas. Kamu bertanya seperti itu?" sindir Nira.


"Apa gunanya harta banyak, kalau tidak bermanfaat? Mungkin kita akan fokus ke donasi ke beberapa sektor yang membutuhkannya. Seperti yang telah kita lakukan di Desa Jagapura Lor. Kita buat saja organisasi amal di bawah Union, dengan keuntungan 60%-nya kesitu, tidak 80% termasuk biaya pengembangan diri untuk warga yang membutuhkan," cetus Pradita.

__ADS_1


"Ide kamu memang selalu cemerlang. Makanya aku sayang banget sama kamu," puji Nabila, dan langsung memeluk lengan kiri Pradita.


"Woy, jangan mesra disini donk! Kami iri tau!" sindir N3 yang duduk di belakang.


Mobil Pradita tiba di gedung Astral Guardian cabang Gunung Jati, Cirebon. Sebuah gedung berlantai tiga dengan kaca berwarna biru safir yang cukup memanjakan mata, dan sangat mencolok di sekitarnya.


Ketika mereka berlima masuk ke dalam gedung, langsung disambut senyum-senyum ramah yang terurai dari bibir-bibir yang bergincu merah.


Langkah kaki mereka langsung ditujukan ke belakang gedung, yakni halaman tembak. Pradita berencana melatih keempat istrinya untuk berlatih menembak.


Halaman tembak itu sudah kosong, karena Nira meminta staff Astral Guardian untuk mengosongkan jadwal tembak pada dua jam kedepan. Karena mereka berlima akan memakai halaman tembak tersebut.


"Silahkan pakai headphone untuk melindungi telinga kalian dari letupan suara senapan!" seru Pradita.


N4 memasang headphone tersebut di telinga masing-masing, lalu mengambil sebuah senapan magnum yang sudah tersedia di atas meja, dan beberapa magazine berisi peluru karet.


Nira, Nathalia, dan Nathania memang tidak asing dengan senapan. Karena mereka bertiga sering latihan di kamp latihan masing-masing sebelum-sebelumnya. Namun Pradita harus ekstra mengajari Nabila yang masih sangat awam memegang senapan.


"Sistem, apakah ada cara supaya bisa mentransfer pengetahuan menembak pada orang lain?" tanya Pradita dalam hati yang selalu saja mengandalkan cara instan.


[Tongteng … Tongteng! Ada, Host. Gunakan partikel Quantum Brainwave untuk membuat fungsi otak berkembang dengan lebih cepat. Harga Rp,500.000.000 sudah termasuk diskon 98%]


"Sompret, diskon 98% saja masih 500 juta. Apalagi ini harga aslinya, pasti sangat mahal. Ya, aku tahu kualitasnya sangat super sekali, pret! Kamu memang penjual yang ulung, sistem," ejek Pradita dalam batinnya.


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Terima kasih, Host karena telah memuji sistem. Selamat, Host mendapatkan bonus uang 10 milyar karena telah memuji sistem]...


"Eeeeh?" Pradita menjatuhkan rahangnya melihat panel hologram berwarna biru di depannya. Ia tak menyangka kalau memuji sistem akan diberikan hadiah, "Coba saja aku tahu dari dulu. Aku akan memujimu setiap detik, hehehe …."


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Hadiah ini hanya sekali sebagai belasungkawa sistem pada keenam istri host yang baru saja meninggal. Kasihan singkong premium host pasti akan berkarat, kalau hanya mengurusi keempat kerang beracun milik keempat istri host. Minimal-maksimal ya punya istri 100 lah host]...


"Sue!" Pradita kesal, karena sistem malah terus mengejeknya.


Oleh karena itu, Pradita menumpahkan kekesalannya dengan menarik pelatuk senapan secara bertubi-tubi, dan sudah diarahkan ke titik sasaran.


Suara letupan beruntun terdengar sangat keras, bahkan bisa memecahkan gendang telinga. N4 sangat kagum dengan cara menembak Pradita yang terkesan asal, tetapi semua tembakannya berhasil mengenai sasaran.


"Mas, kamu penembak ulung ya?" goda Nabila sambil membentuk pose tangan berbentuk hati di dadanya.


"Kok tahu?"


"Buktinya, kau telah meletap-letupan hatiku, ea-ea, ea-ea, hehehe ….”

__ADS_1


__ADS_2