SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 22


__ADS_3

Nathalia dan Nathania yang memang ditugaskan khusus sebagai asisten pribadi untuk melayani Pradita. Dengan kata lain sebagai hadiah untuk Pradita memberikan map berisikan informasi mengenai proyek BSD Grup yang sedang berjalan pada pria berambut hitam tersebut.


“Hanya orang yang tolol mendeklarasikan dirinya membereskan proyek yang mangkrak di daerah Desa Lengkong Gudang Timur, hahaha …,” ejek Hiro sambil tertawa sinis. 


Setelah puas merendahkan Pradita, Hiro bersama sekretarisnya keluar dari dalam ruangan meeting para pemegang saham BSD City. Tentunya dengan surat penyerahan saham yang sudah ditandatangani di atas meja.


Pradita tidak peduli terhadap ocehan Hiro yang tidak jelas. Dia malah fokus membaca setiap rincian informasi yang berada di dalam map tersebut secara seksama.


CEO Aslan cukup tertarik melihat Pradita membaca map berisikan informasi berisikan proyek apartemen Liudou yang mangkrak dengan sangat serius.


“Tuan Pradita, apakah Anda memang serius akan membantu kami?” tanya Aslan ragu.


“Tentu, aku sangat serius. Aku bukan tipe pemilik saham yang ongkang-ongkang kaki lalu dapat uang setiap tahun. Guruku mengatakan jika bekerja adalah surga yang dilupakan.” 


“Lebih baik aku ikut terjun, daripada diam menunggu bom waktu itu akan meledak. Ini adalah masalah serius,” jawab Pradita dengan sorot mata yang tajam.


“Terima kasih, Tuan Pradita. Aku ingin menunggu kabar baik dari Anda.”


CEO Aslan mengotak-atik ponselnya dan segera mengirimkan pesan ke bagian keuangan untuk membagikan profit dividen ke akun rekening Pradita.


“Aku percaya pada Anda, maka dari itu aku memberikan profit dividen saham BSD City sebanyak 10%. Aku akan merubah semua surat penyerahannya dan mengirimkannya lagi ke Tuan Pradita.”


“Sisanya setelah Tuan Pradita bisa membuat proyek Apartemen Liudou berjalan dengan semestinya.” 


“Baik, aku akan meninjau proyeknya.”


Pradita pun berdiri. Lalu berjalan mendekati CEO Aslan untuk berjabat tangan. “Aku selalu optimis hari esok pasti lebih baik.”


CEO Aslan pun berjabat tangan dengan genggaman yang penuh semangat, “Aku suka dengan semangat Anda, Tuan Pradita.”


Keduanya melepaskan tangan dengan tersenyum ramah. CEO Aslan mengenalkan kedua gadis kembar tersebut pada Pradita, “Oh, ya. Ini adalah Nathania Selenka dan Nathalia Selenka. Mereka berdua akan menjadi asisten pribadi Anda, Tuan Pradita. Secara khusus aku rekrut untuk melayani kemanapun Anda pergi.”


“Terima kasih banyak, Tuan Aslan. Lalu apa yang aku harus lakukan pada mereka?” tanya Pradita polos.


“Hahaha ….” Aslan menertawakan kepolosan Pradita yang tidak mengerti maksud dari Aslan memberikan Nathania dan Nathalia untuk melayaninya dalam segala hal.


Baik urusan ranjang, pakaian, makanan, juga pekerjaan. “Mereka akan melayani dan membantu Anda untuk apapun. Tenang, mereka berdua masih segar kok, hehehehe ….”


“Ya, sudahlah. Aku pusing memikirkannya. Aku yakin orang-orang direkrut Tuan Aslan memang sangat-sangat kompeten. Terima kasih atas pemberiannya dan pasti aku akan menjaganya, serta melindungi dengan baik,” balas Pradita dengan tersenyum ramah.


Nathalia dan Nathania yang mendengarnya tertunduk malu dengan kedua pipi merona. Setelah Pradita mengatakan akan menjaga dan melindungi mereka dengan baik.

__ADS_1


Pradita keluar dari dalam ruangan pertemuan diikuti oleh Nathalia dan Nathania yang akan menemani Pradita selama 24 jam guna membantunya.


Kakek Astra juga keluar dari ruangan khusus tamu, setelah Pradita mengirimkannya pesan bahwa urusannya telah selesai. Akan tetapi Pradita agak risih dengan kehadiran dengan kedua gadis kembar tersebut yang terus mengikutinya.


"Tuan, apakah Anda punya agenda lain setelah ini?" tanya Nathania dengan tersenyum ramah. 


"Ada, aku hanya ingin bertemu dengan temanku. Apakah kalian membawa mobil? Jika tidak, kalian berdua bisa membawa mobilku, tetapi antarkan kakekku untuk pulang ke rumah," jawab Pradita sambil melirik ke arah Kakek Astra yang sedang berjalan ke arahnya. 


Nathania dan Nathalia serentak menunduk hormat kepada Pradita, "Bisa, Tuan. Kami bisa menyetir dan juga kami memang membawa mobil sendiri. Perintah Tuan akan kami segera laksanakan.”


"Kek, Kakek pulang saja ya! Aku masih ada urusan. Nanti diantarkan oleh mereka berdua.” Pradita mendengar ponsel UR predacon miliknya, dan itu adalah uang yang masuk ke dalam rekeningnya sebesar 100 milyar.


“Malam nanti kita bereskan transaksi antara Nabila dan Kakek.”


“Baiklah, aku juga sangat suka diantarkan kedua wanita yang sangat cantik. Aku tahu pikiran Aslan itu selalu seperti itu, hehehehe ….”


Kakek Astra sambil terkekeh berjalan ke arah lift diikuti oleh Nathalia dan Nathania, untuk menuju tempat parkir. Sedangkan Pradita turun dari lift lain, dia berencana akan menuju Aeon Mall untuk bertemu Helly dan Willy.


Utamanya Pradita ingin bertemu Willy untuk menanyakan masalah proyek Liudou kenapa bisa mangkrak. Padahal di dalam map berisikan informasi proyek Liudou tertulis semua pembebasan lahannya sudah beres, anggaran biayanya sesuai, dan kontraktornya juga waktu pembangunan baik-baik saja.


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Selamat Tuan telah mendapatkan uang dari 2000 kali mengupil sebanyak Rp 2.000.000]...


...[Tongteng ... Tongteng]...


...[Status]...


...<>...........<>...........<>...


...[Nama: Pradita Mahendra]...


...[Umur: 25 tahun]...


...[Stamina: 61]...


...[Kecerdasan: 57]...


...[Massa otot: 10]...


...[Pesona:65]...

__ADS_1


...—--------------------------...


...[Kepemilikan aset: Saham BSD City 10%]...


...[Saldo: 100.056.220.000]...


...[Level sistem: Premium (9.000/100.000)]...


...[Inventaris: Mobil Calya]...


...[Skill: ...


...[Pedang 9 Naga Terbang tingkat 2 (Syarat naik level 3, yaitu uang Rp,20.000.000, dan poin stamina sudah mencapai 30 poin)]...


...[Otot super level 1 (level skill ini mengikuti jumlah poin massa otot. 10 poin masa otot sama dengan 1 level)]...


...[Mengemudi level 1: 10/100]...


...[Detektif level 5 (level skill ini mengikuti jumlah poin massa otot. 10 poin kecerdasan sama dengan 1 level)]...


...<>..........<>...........<>...


Pradita bertemu lagi dengan Nathania, Nathalia, dan Kakek Astra di halaman parkir. Ia memberikan kunci mobilnya pada Nathalia untuk dibawanya, dan berpesan, “Kalian berdua tidak usah mencariku. Kalian tunggu saja di rumah Kakek dan temani Kakek, ya!”


Sesaat kemudian teman driver ojek daringnya datang. Pradita mengirimkan pesan pada Marsudi untuk menjemputnya id depan gedung BSD grup, dan memintanya untuk mengantarkan Pradita ke Aeon Mall, meski belum jam 12 siang.


......................


10 menit kemudian, lantai foodcourt Aeon Mall.


"Makan, Bang! Kurang tambah! Bila perlu bungkus buat keluarga dan buat teman-teman di pos," tawar Pradita pada Marsudi.


"Anak sehat, 'kan Bang?"


"Kampret kamu, Dit! Mana aku tega pesan makanan semahal ini," tolak Marsudi karena tidak enak hati dengan Pradita yang selalu menolongnya akhir-akhir ini.


"Kamu sudah banyak menolongku, mulai dari bantu bayarin SPP Putra."


"Yaelah, Bang. Uang cuman 10 juta saja dipikirin. Sudah tidak usah dibahas lagi. Aku memang ada uang lebih waktu itu. Sudah pesan yang banyak." 


"Aku dapat mega proyek, Bang, aku traktir. Oh, ya bilangin ke anak-anak suruh datang kesini, suruh pada makan sepuasnya," kata Pradita sambil mengumbar senyum khasnya.

__ADS_1


"Bang, kamu tahu proyek apartemen yang mangkrak di sebelah utara Desa Lengkong Gudang Timur itu?"


"Tahulah, Dit. Memang kamu mau kerja disana jadi mandor? 'kan sudah sepi," balas Marsudi dengan menggeser kursinya lebih dekat dengan Pradita. Seperti ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh Marsudi.


__ADS_2