
...Keesokan paginya....
Pradita, Yurike, dan Nikita sarapan pagi bersama. Namun Pradita dan Nikita canggung satu sama lain gara-gara kejadian semalam.
Untuk itu Pradita buka suara pertama kali, “Maaf, Bu. Apakah aku bisa bekerja di perusahaan logistik milik ibu? Aku bisa bantu walaupun tidak gaji, dan aku punya beberapa kenalan yang bisa mengeluarkan dana yang besar untuk pengembangan perusahaan.”
Pradita berkata seperti itu hanya ingin menyembunyikan identitas sebenarnya dari Nikita dan Yurike. Bahwa sebenarnya Pradita sekarang memiliki uang yang sangat banyak. Bahkan cukup menjentikan jari perusahaan logistik milik Panji bisa dijatuhkannya hanya dalam satu detik.
“Wah kebetulan sekali. Ibu memang membutuhkan beberapa karyawan di bidang IT, untuk mengatasi sistem operasional yang sering terkena virus dan bug. Kalau kamu mampu, ibu akan memberikan jabatan Direktur IT padamu,” kata Yurike tersenyum sumringah.
“Waduh, otak aku belum sampai disitu Bu. Begini saja, aku akan menghubungi kenalanku untuk menggelontorkan dana yang besar, sekaligus sistem operasional khusus untuk perusahaan ibu,” balas Pradita, “Aku pernah melihat temanku membuat sistem bernama Red Queen, dan itu sangat efektif untuk operasional perusahaan logistik ibu yang selalu online 24 jam.”
“Baik, ibu percayakan semuanya padamu untuk mengurusnya.” Yurike menyetujui usulan Pradita, karena dia merasa ada sesuatu yang menarik yang akan dilakukan Pradita pada perusahaannya.
Gaya bicara Pradita yang santai dan ramah, tapi punya kekuatan tersembunyi di setiap kata-katanya, membuat Yurike sangat percaya pada Pradita.
“Benar-benar hebat skill raja gombal. Hanya ngomong asal, Ibu Yurike langsung percaya. Padahal kata-kata yang dilontarkan bukan kata-kata gombal,” batin Pradita tersenyum kecut.
Setelah selesai makan, Pradita keluar terlebih dahulu. Karena dia harus menemui Sarkowi untuk memberikan mobil Toyota Hilux Extreme padanya sebagai ganti rugi mobilnya yang sudah dirusak pintunya.
Sambil berjalan cepat, Pradita berbicara dalam hatinya dengan sistem, “Apakah aku bisa membeli kembali super komputer sistem A.I. Red Queen?”
...[Tongteng … Tongteng]...
...[Tidak perlu host. Host hanya perlu chip konektor ke salah satu komputer pusat pada perusahaan milik host yang lain atau komputer pusat rekanan host]...
...[Super komputer sistem A.I. Red Queen telah terhubung ke satelit Red Queen yang mengorbit di benua Asia. Host cukup menginstal chip konektor ke komputer pusat perusahaan host yang lain, maka sistem A.I. Red Queen akan terhubung dan beroperasi secara otomatis]...
...[Sistem A.I. Red Queen juga terhubung ke ponsel UR Predacon milik host, dan akan melaporkan semua kegiatan karyawan melalui laporan video yang terhubung ke semua kamera pengawas di seluruh benua Asia]...
__ADS_1
“Walahiyung! Astaga! Ini sistem A.I. yang sangat gila. Kalau pemerintah menggunakan sistem ini, maka tidak ada lagi koruptor yang berani korupsi. Karena gerak-gerik mereka selama 2 jam disadap,” batin Pradita melebarkan mata.
Pradita sampai di sebuah gang buntu, dan sudah menempatkan mobil Toyota Hilux Extreme semalam di gang itu. Untuk mempermudah dirinya menyerahkan mobil tersebut pada Sarkowi.
Beberapa saat kemudian Sarkowi tiba menaiki ojek online, karena mobilnya sedang diperbaiki di bengkel.
Alangkah terkejutnya Sarkowi saat turun dan diajak Pradita ke gang buntu untuk diperlihatkan mobil Toyota Hilux Extreme yang telah menjadi miliknya.
“B-bos, i-ini terlalu me-mewah —”
“Sudah bawa saja. Aku masih punya banyak mobil,” potong Pradita dan langsung pergi meninggalkan Sarkowi tapi dicegah oleh pria paruh baya tersebut.
“Tunggu bos! Aku akan mengantarmu. Bos mau kemana? Aku akan antarkan Bos kemanapun,” sergahnya.
“Oh, baiklah. Terima kasih banyak, jangan panggil aku Bos! Panggil saja Pradita, tolong antarkan aku ke kantor pusat PT.Maju Mundur Kena atau PT.MMK di Sunyaragi,” pinta Pradita.
Sarkowi segera membukakan pintu mobil belakang dengan penuh hormat. Dia sangat senang, dan rela jika menjadi supir pribadi Pradita, walau tidak dibayar. Karena Pradita sudah memberikan uang yang banyak, dan juga mobil yang selama ini Sarkowi impikan.
...Depan kantor pusat PT.MMK....
Pradita turun dari mobil Sarkowi dan menyuruh pria paruh baya dengan kumis melintang tersebut untuk pulang.
Sarkowi mengangguk dan memberitahu, kalau Pradita ingin dijemput bisa langsung menghubunginya.
Semua mata berbinar-binar saat Pradita masuk ke dalam lobi MMK. Mereka kenal wajah Pradita saat dirinya menjadi bintang tamu di acara Nabila, dan gara-gara Pradita pengikut kanal Nabila terus bertambah.
Nira, Astra, Nathalia, Nathania, Nabila, Willy, Seva, bahkan Fetucini terus menghubungi Pradita, tapi pernah diangkat olehnya.
Pradita sudah menyerahkan urusan bisnisnya di tangerang selatan pada duo kembar dan juga Aslan. Karena Pradita untuk sementara istirahat dari bisnisnya di Tangerang Selatan. Demi membalaskan kematian kedua orang tuanya.
__ADS_1
Nikita ternyata sudah menunggunya di lobi, dan langsung menggandeng lengan kiri Pradita. Dia ingin menunjukan pada semua karyawannya bahwa Pradita hanya miliknya seorang.
Pradita yang sudah mengabari Yurike bahwa dirinya telah mendapatkan lisensi sistem dari teman kenalannya yang fiktif itu langsung dituntun menuju ruangan pusat komputer.
“Mas Dit, aku tak menyangka kamu juga di bidang IT, sejak kapan?” tanya Nikita memecah kecanggungannya dari Pradita, karena sejak semalam mereka berdua belum berbicara lagi.
“Aku tidak ahli. Aku hanya diminta temanku untuk menginstall sistem A.I. Red Queen pada komputer pusat milik perusahaan Ibu. Itu saja,” jawab Pradita sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Ruangan tersebut hanya boleh dimasuki oleh Yurike, dan Nikita saja, karena bersifat rahasia. Kalau ada karyawan yang ingin melakukan perawatan sistem, maka Yurike atau Nikita yang menemani mereka sampai selesai.
Pradita memasukan chip konektor pada salah lubang USB di komputer pusat perusahaan MMK, dan data dari chip konektor tersebut langsung masuk, walaupun belum disetujui aksesnya oleh Nikita.
Gadis bermanik mata biru tersebut khawatir dan bertanya, "Mas itu bukan virus kan?"
"Tenang saja, bukan. Tunggu saja paling lama satu jam penginstalan sistem A.I. Red Queen. Inilah hebatnya sistem Red Queen, tanpa perlu akses izin dia sudah langsung masuk."
Terdengar suara mekanis sistem di dalam ruangan dan memunculkan hologram berwujud anak kecil yang sangat cantik.
...[Salam kenal, Aku Red Queen yang akan membantu mengoperasikan semua sistem perusahaan anda. Mulai dari laporan produksi, keuangan, penjualan, dan lain-lain]...
...[Red Queen juga akan terkoneksi dengan ponsel Nona Nikita dan Ibu Yurike Prasita untuk melaporkan kecurangan karyawan PT.MMK jika mereka melakukan kecurangan dan Red Queen akan membantu membekukan, serta menyebar bukti kejahatan karyawan yang bersangkutan ke muka umum]...
...[Proses identifikasi kejanggalan transaksi dimulai]...
...[0% … 25% … 50% … 100%]...
...[Ditemukan ada tiga kasus kejanggalan dengan pelaku direktur keuangan bernama ******, tuduhan laporan palsu pengadaan tambahan armada logistik]...
...[Red Queen akan mengirimkan semua bukti apapun ke Nona Nikita dan Ibu Yurike Prasita]...
__ADS_1
...[Jika dalam 24 jam Nona Nikita, dan Ibu Yurike tidak mengkonfirmasi tuduhan terhadap pelaku. Maka Red Queen akan mengirimkan bukti tersebut ke seluruh platform media sosial, dan juga ke polisi, serta kejaksaan untuk ditindak lanjuti]...