SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 34


__ADS_3

Keesokan paginya.


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Selamat, host mendapatkan uang Rp,6.000.000 karena mengupil sebanyak 6000 kali, dan sudah di transfer ke inventaris sistem]...


Pradita terbangun dari mimpi indahnya bercocok tanam dengan Nathalia serta Nathania. Namun, kenyataannya mereka berdua kecewa, karena rencana mereka yang ingin bercocok tanam dengan Pradita gagal, sebab setelah dipijat Pradita malah tertidur sangat pulas.


“Hoaam … untung cuma mimpi. Kalau itu kenyataan, maka aku harus bertanggung jawab,” gumamnya sambil menguap.


Matanya langsung membelalak, karena muncul berita telah terjadi perang antar geng di seluruh Tangerang Selatan pada malam lepas.


“Fetucini dan Willy memang bisa diandalkan. Mereka berdua juga telah pergi ke wilayah proyek, Aslan juga sedang mengirimkan material ke proyek. Hari ini aku bisa santai untuk memikirkan bisnis baruku. Bisnis wong cilik,” gumam Pradita tersenyum lebar.


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Apakah host ingin membeli sistem A.I. Red Queen untuk menjalankan semua operasional bisnis host secara otomatis. Dijamin pegawai akan nyaman, dan tidak ada yang korupsi]...


...[Cukup host menempatkan satu base unit komputer di tempat operasional bisnis milik host. maka sistem A.I. Red Queen akan memproses semua kegiatan operasional bisnis host]...


“Berapa biayanya?’ tanya Pradita penasaran, karena dia menginginkan sebuah sistem bisnis yang autopilot.


...]Tongteng … Tongteng]...


...[Sudah dipotong diskon 98% jadi 5 milyar]...


...[Apakah host akan membelinya?]...


...[Ya/Tidak?]...


Pradita menekan tombol ya pada panel hologram, dan sistem langsung memproses pembelian sistem A.I. Red Queen.


...[Tongteng … Tongteng]...

__ADS_1


...[Host telah membeli Base unit super komputer sistem A.I. Red Queen dan telah ditransfer ke inventaris sistem]...


Tiba-tiba Pradita mendapat telepon dari Fetucini yang memintanya untuk bertemu di Gedung Hexagonal. Guna meminta janji Pradita yang akan menyuplai mobil-mobil supercar yang akan dijual secara resmi di showroom milik Fetucini di Summarecon.


“Dasar paku brewok! Dia tidak sabaran sekali! Mentang-mentang bisa menepati janjinya membuat kedelapan geng mafia lainnya malah saling curiga dan akhirnya berperang satu sama lain,” gerutu Pradita dan bangkit, lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Setelah membersihkan diri, dan memakai setelan jas putih yang sudah disediakan oleh kedua gadis kembar yang sangat mencintai Pradita, tetapi Pradita belum mau membuka hati untuk mereka. Pradita langsung menuju basement parkir apartemen The Branz, dan di dalam lift dia bertemu Seva ketua geng Emperlord.


“Sebagai ketua geng yang masih baru dan amatir. Aku akui kamu sangat berani, dan juga cerdik, meminjam tangan orang lain untuk memukul orang lain. Akan tetapi itu akan bisa mengelabui pengawasanku,” kata Seva dingin, dan tatapannya tetap lurus ke pintu lift.


“Pantas saja Nona Seva berhasil memimpin Geng Mafia Emperlord menjadi geng nomor satu di Tangerang Selatan. Mata Anda sangat jeli Nona,” puji Pradita tersenyum sinis, tetapi matanya tetap lurus memandang pintu lift.


“Tapi Anda tidak bisa membuktikan jika aku adalah otak yang terjadi saat ini.”


Seva langsung bungkam karena tidak ada bukti yang menyudutkan Pradita yang telah mengkoordinasikan penyerangan atas kesembilan geng mafia teratas oleh anak buah Pradita. Cara yang sama dilakukan Pradita sama seperti Fetucini menyusupkan anak buahnya tempo hari di geng Zero Crime. 


Akan tetapi, Pradita memberikan imbalan yang lebih enak dibandingkan Narkoboy, yakni minuman coklat berenergi yang memang sedang dikembangkan oleh Fetucini. Akan tetapi formulanya diubah menggunakan formula yang Pradita temukan.


Maka dari itu semua anak buah kedelapan geng teratas di Tangerang Selatan sama sekali tidak curiga.  Menurut mereka minuman coklat berenergi yang dinamakan Boboba tersebut lebih enak ketimbang Narkoboy, selain tubuh mereka segar, bugar, juga menambah vitalitas tubuh mereka menjadi lebih kuat dalam segala medan.


"Aku suka bingung dengan kalian. Apalagi Nona Seva sangat cantik. Kenapa harus berbisnis ilegal, kalau ada yang legal? Toh, sama-sama mendapatkan margin yang banyak juga,” kata Pradita sambil mengerlingkan mata dan membuat Seva tersipu malu.


“Jangan lancang pada bos kami!” teriak salah satu pengawal Seva.


Namun, gadis berambut hitam legam tersebut mencegahnya, “Tidak usah dipedulikan. Ayo kita pergi!”


Seva melepaskan paksa tangan Pradita yang memeluk pinggangnya dan melanjutkan, “Tangan mulusmu itu masih selamat kali ini. Tapi lain kali aku tidak bisa menjamin.”


“Aku akan melakukan hal  yang sama bila  bertemu denganmu!” teriak Pradita tersenyum lebar.


“Dasar pemuda mengesalkan. Anak buahku tolol semua, kenapa mereka memberikan informasi yang sangat salah padaku. Jika tahu dia sangat tampan dan sangat lembut dalam memperlakukan wanita, aku tidak sudi harus melawannya,” gumam Seva memijat keningnya beberapa kali.


Pradita pun berlari menuju mobilnya, karena Fetucini terus meneleponnya untuk segera datang ke gedung Hexagonal.

__ADS_1


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Misi sampingan]...


...[Apakah host mau menerimanya atau tidak]...


...<>................<>...............<>...


...[Misi sampingan: Buat semua anggota geng Helucin respek 100% pada host]...


...[Batas waktu:24 jam]...


...[Hukuman: Dikhianati geng Helucin]...


...[Hadiah: 100% saham Aeon Group, 100% saham Bugatti, dan 100%saham Unilever]...


...<>................<>...............<>...


...[Ya/Tidak]...


Pradita yang sedang menyetir, tanpa basa-basi lagi menekan tombol ‘Ya’, karena misi sampingan ini dianggap mudah.


Akan tetapi, Fetucini tetaplah Fetucini yang selalu licik. Dia sudah menunggu Pradita di gedung Hexagonal untuk mempertemukannya dengan ketua geng, dan wakil ketua geng Lambretta untuk di adu siapa yang lebih kuat.


Fetucini orang yang tidak mudah tunduk pada siapapun, dan akan selalu bermuka dua terhadap orang yang tidak bisa mengubah pendiriannya. Dia melakukan tanda tangan kontrak, hanya karena di bawah tekanan dan menunggu Pradita lenngah.


Maka dari itu dia mengadu domba Alderts dan Silvein untuk bertarung di arena bawah tanah.


Sesampainya di depan gedung Hexagonal, Pradita langsung tersenyum simpul melihat mobil Mclarens 650S milikm Alderts, dan sudah menduga jika Fetucini akan menguji kelayakannya sebagai seorang ketua geng.


Pradita memasuki lobi gedung Hexagonal sambil bertepuk tangan, dan berkata lantang, “Tuan Fetucini anda sangat hebat mengundang mereka semua, dan mengundangku seorang diri.”


“Apakah Anda ingin melihat kekuatanku sendiri, tanpa senjata, dan anak buahku. Akan tetapi sebelum itu kita bereskan masalah kita, aku tidak mau berhutang pada anda.”  

__ADS_1


Fetucini tidak menyangka kalau rencananya telah dibaca oleh Pradita, dan tambah membuat Fetucini terkagum-kagum tapi tetap berwajah angkuh. Alderts, dan Silvein menatap sinis Pradita yang dianggapnya hanya bocah bau kencur, serta kemarin sore yang tak tahu dunia mafia. Begitu pula semua anak buah geng Lambretta yang menertawakan Pradita.


__ADS_2