
Pradita sampai terakhir, dan ia berdiri di barisan paling akhir di depan pintu gerbang sekolah Hosfu.
Ada 100 peserta yang berhasil melewati ujian babak kedua, dan kurang lebih 700 orang mati di dalam hutan gunung Latimojo. Baik mati karena dibunuh, terkena jebakan, ataupun mati terjun ke jurang, karena terpeleset permukaan medan yang terjal.
Gelapnya malam tidak mengendurkan para pengawas ujian sekolah Hosfu menghentikan ujian babak terakhir, yakni memakai topeng cyborg untuk menguji kekuatan fisik mereka.
Pradita santai, dan melempar senyum simpul ke arah Azriel. Membuat pria berkacamata tersebut ketakutan, karena dengan mata kepalanya sendiri Azriel melihat Pradita yang sudah sekarat, bangkit lagi dari kematian.
Satu persatu peserta mulai memakai topeng cyborg tingkat umum, yakni topeng yang hanya akan meledakan targetnya kalau memiliki nilai massa otot di bawah 30 poin.
Suara ledakan disertai cairan merah berhamburan, dan membuat para peserta yang belum mengikuti ujian tes kekuatan fisik menggunakan topeng cyborg raut wajahnya seputih kertas.
"Me-mengerikan?"
"Ka-kalau tahu begini, a-aku tidak akan ikut."
"A-aku juga."
Semua peserta benar-benar ingin muntah, dan mendapat tekanan mental yang begitu besar melihat rekan sejawatnya mati berkalang tanah dengan kepala hancur berhamburan.
Hanya ada beberapa peserta yang biasa saja, dan dingin melihat hal tersebut, termasuk Pradita.
Zevalia sebelumnya telah memberitahukan pada Pradita mengenai semua rangkaian tes masuk sekolah Hosfu. Karena Zevalia pernah masuk ke dalam sekolah tersebut, meskipun hanya satu tahun.
Berkat prestasinya berhasil dalam uji coba topeng cyborg sampai ke tingkat empat, Zevalia akhirnya diambil menjadi pasukan dibawah komando Komandan Arshavin. Sejak itu ia keluar dari sekolah Hosfu sebagai lulusan terbaik saat itu.
“Aku rasa tes ini hanya tes membunuh orang, bukan tes menguji kekuatan fisik yang terukur melalui topeng cyborg itu,” decak Pradita dengan senyum sinis.
Kemudian karena terlalu lama menunggu gilirannya, Pradita pun maju, dan mengejek, “Lebih baik kalian semua pulang! Kalau tidak mau berakhir bertemu dengan raja neraka. Sekolah ini hanya untuk orang yang punya kemampuan mental, dan fisik mumpuni. Pembunuh lemah seperti kalian hanya akan jadi bangkai!”
__ADS_1
Tanpa ada rasa takut Pradita merebut topeng cyborg dari peserta lain yang wajahnya sudah seputih kertas, dan tangan gemetar.
Topeng cyborg itu ia pakai, dan sinar di dalam topeng tersebut memindai tubuh Pradita dari ujung kaki, hingga ujung kepala.
Kemudian muncul suara mekanis yang memberitahukan kalau Pradita lulus, karena memiliki poin massa otot melebihi standar yang sudah ditentukan oleh topeng cyborg tersebut.
Dengan santai Pradita berjalan masuk melewati pintu gerbang, lalu menoleh sambil mengacungkan jari tengah ke arah Azriel.
Tes pun terus berlanjut, dan hanya menyisakan 5 orang dari 100 orang, termasuk diantaranya yang berhasil lolos adalah Azriel.
Keesokan paginya.
...[Tongteng … Tongteng]...
...[Selamat, host telah mendapatkan uang sebanyak Rp,60.000.000 karena telah mengupil sebanyak 3000 kali, dan sudah ditransfer ke saldo sistem]...
Suara mekanis telah berbunyi, tapi Pradita sudah bangun pagi-pagi untuk latihan menguatkan fisiknya di dalam satu ruangan gym yang sudah disediakan di sekolah Hosfu.
Pradita yang sudah mendapatkan kisi-kisi dari Zevalia langsung mencuri start untuk bisa lulus dalam ujian tingkat kedua dari penggunaan topeng cyborg yang harus berada di 50 poin massa otot.
...[Selamat, host mendapatkan 5 poin massa otot]...
Semua pengawas di sekolah Hosfu termasuk kepala sekolahnya, yakni Abu Hossef terus mengawasi Pradita, dan sudah mengetahui jika pria berambut merah terang tersebut telah membunuh 10 pengawas.
"Setelah ini aku ingin sekali liburan sekaligus bulan madu, dan kembali mengendarai mobil-mobil mewahku. Semoga saja aku selesai dengan balas dendam ini, rumah yang sedang dibangun duo kembar selesai," gumam Pradita sambil menyeka keringat di dahinya yang mengucur deras.
Murid yang lain juga berdatangan, walaupun hanya ada 5 termasuk Pradita. Mereka berempat pun mulai melakukan pembentukan tubuh dengan semua alat gym yang tersedia di ruangan tersebut.
"Aku yakin di tes selanjutnya kau akan mati, hahaha …," cibir Azriel sambil tertawa sinis kepada Pradita.
__ADS_1
Bukannya marah, Pradita malah menatap tajam ke arah CCTV dan berteriak, “Aku hari ini siap dengan tes tingkat kedua dari topeng cyborg! Kalau tidak dituruti aku tak segan akan ….”
Pradita dengan raut wajah yang dingin mengambil salah satu barbel yang memiliki bobot di kedua sisi seberat 100 kg, dan melemparkannya dengan sangat kuat ke arah kepala peserta yang bernama Jarot, hingga kepala tersebut banjir cairan kental merah.
Pria berbadan kekar, dan memiliki kumis melintang tersebut tewas terkapar di permukaan lantai.
Pradita sengaja memang melakukan hal tersebut, karena ingin mencari gara-gara terhadap peserta lain maupun kepada para pengawas sekolah Hosfu.
Para pengawas yang memakai cyborg armor suit masuk ke dalam ruangan gym dengan berlari, lalu mengepung Pradita, dan menodongkan senjata Blaster Rifle ke arahnya.
Azriel, dan kedua murid lainnya hanya melihat, walaupun di hati mereka ingin membunuh Pradita saat itu juga karena selalu bertindak seenaknya.
Abu Hossef pun masuk ke dalam ruangan gym, dan berteriak dengan lantang, "Aku akui kemampuanmu sangat kuat, karena berhasil membunuh semua anak buahku. Tapi di sekolah ini ada aturan, dan aku yang menentukan aturannya!"
"Oh, aturan? Kau yang membuat aturan? Bukankah dunia ini hanya dinilai dari sebanyak apa harta, kekuasaan, dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang. Bagiku kalian semua tidak bisa mengatur hidupku!" berang Pradita dengan tatapan tajam seperti sorot mata Elang.
Abu Hossef pun dibuat gentar oleh hawa membunuh yang dikeluarkan Pradita. Supaya Pradita tidak membuat kericuhan lebih parah lagi, akhirnya Abu Hossef menyetujuinya, "Baiklah, ayo!"
Pradita digiring keluar dari dalam ruangan gym oleh lima pengawas dengan todongan senapan Blaster Rifle yang masih terus membayangi di belakang tubuhnya.
Ia digiring ke salah satu gedung yang memiliki tingkat keamanan super tinggi. Hanya Abu hossef yang punya akses masuk ke dalamnya, dan setelah pintu besar di depan Pradita terbuka. Mereka berlima menggiring Pradita untuk masuk ke dalamnya.
Di dalam gedung tersebut ada beberapa orang yang memakai jubah putih, dan sedang melakukan penelitian untuk membuat sebuah serum agar selaras dengan topeng cyborg tingkat akhir.
Saking kesalnya atas tingkah pola Pradita, kelima pengawas serentak menendang pinggang Pradita, hingga tersungkur ke permukaan lantai di depan ruangan yang disebut mask secret chamber.
"Masuk, tolol!" hardik Abu Hossef dengan menggertakan gigi.
Pradita pun masuk ke dalam ruangan seukuran ruangan mesin ATM, dan Abu Hossef menjelaskan dari luar, bahwa ruangan tersebut adalah tempat penyimpanan topeng cyborg tingkat akhir yang diberi nama Neozone.
__ADS_1
Abu Hossef juga menjelaskan, kalau Enerzone bisa menguji kekuatan fisik, dan efeknya sama seperti topeng-topeng sebelumnya. Kalau tidak memenuhi standar tiap tingkat yang sudah ditentukan oleh Enerzone.