SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL

SYSTEM KEKAYAAN NGUPIL
Chapter 65


__ADS_3

7 hari kemudian.


Pradita sudah mendapatkan 100% saham bank BJB di tangannya dengan nilai akuisisi saham 1 triliun. Selama 7 hari kemarin perusahaan logistik milik Panji digempur habis-habisan oleh PT.MMK, dan hasilnya sudah dipastikan setiap detik merugi berat.


Pradita memerintahkan Saptoari untuk memberikan pendanaan besar-besaran pada Panji dengan bunga yang melambung tinggi. Serta merekayasa setiap bank yang yang diminta pendanaan untuk tidak memberikan dana pinjaman pada perusahaan Panji.


Mau tidak mau Panji akhirnya terjebak dan mengambil pendanaan darurat yang cukup besar untuk perusahaannya yang semakin di ujung tanduk, dan ia mengambilnya sehari sesudah Pradita mengakuisisi bank BJB.


Pradita bangun dengan senyuman sumringah di rumah barunya yang telah dibangun oleh duo gadis kembar di tanah milik Choki yang dibelinya dengan harga yang sangat mahal. Sedangkan bekas tanah rumahnya dijadikan taman, dan didirikan monumen sebagai pengingat jika kedua orang tuanya pernah mati dibunuh di atas tanah tersebut.


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Selamat, host mendapatkan uang Rp,15.000.000 dari mengupil sebanyak 1500 kali, dan sudah ditransfer ke saldo sistem]x7...


Senyum Pradita semakin lebar, saat melihat data statistik perusahaan Panji yang terus merosot dari Red Queen. Walaupun mereka sudah mendapatkan pendanaan yang besar, tetapi rencana yang dilakukan Pradita berhasil.


“Aku ingin melihat Panji, Nesa, dan Riko diusir dari rumah sebentar lagi oleh para debt collector, hahaha ….”


Pradita tertawa sangat jahat saat membayangkan orang-orang yang telah membuatnya menderita akhirnya menjadi gelandangan. Ia benar-benar membuat efek jera yang tidak terkira.


Sebenarnya Pradita menyuruh para preman yang tempo hari terkena jurus gas beracun jengkol premium untuk melakukan unjuk rasa di depan kantor Panji. Yaitu dengan tuduhan salah seorang kurir mereka memukul salah satu dari preman yang ditugaskan memprovokasi sang kurir.


Rencana Pradita berhasil. Mereka semua dibayar untuk menjatuhkan reputasi perusahaan Panji dengan menyewa wartawan untuk memviralkan video pemukulan tersebut.


Alhasil perusahaan Panji kembali digoyang masalah, saat mereka baru mendapatkan lagi pendanaan yang besar. Otak Pradita memang sangat licik.


Pikirannya bertambah lega saat melihat para petani yang sudah dilatih oleh duo gadis kembar berhasil menggunakan Combhand Drone versi bajak sawah. Drone tersebut bekerja dengan sangat baik saatmembajak sawah dengan mesin yang didapatnya dari sistem.


...[Tongteng … Tongteng]...


...[Selamat, host mendapatkan 5 poin massa otot]x5...

__ADS_1


Pradita turun dengan gagahnya saat memakai setelan jas armani berwarna biru dongker. Lalu ia masuk ke dalam salah satu mobil hypercar miliknya yang baru saja dikirim oleh Fetucini, yakni Bugatti Bolide berwarna biru.


Mobil hypercar tersebut terbuka kacanya agar bisa menunjukan pada semua warga desa Jagapura Lor siapa yang berada di dalamnya. Sambil melemparkan senyum ramah, Pradita menyapa para warga yang ditemuinya. Berkat Pradita, kehidupan warga berubah 180 derajat.


“Bos, mau kemana?”


“Ce, ileh! Mau kemana sih pagi-pagi begini bawa mobil keren!”


“Buju busrak! Pagi-pagi dah pamer mobil keren, et dah si bos muda kita!”


Para warga menyapa dengan ramah, dan sumringah kepada Pradita yang sedang mengemudikan mobil hypercar-nya. Dalam hatinya ia sangat terharu pada warga yang dahulunya marjinal, sekarang sudah kelas menengah, hingga kelas atas.


Pekerjaan masih tetap petani. Akan tetapi telah menjadi petani yang high class.


Sesampainya di jalan raya menuju jalan provinsi, Pradita mengemudikan mobilnya cukup cepat. Tujuannya satu ingin menghina mereka dengan cara yang elegan.


Terutama pada Nesa yang telah membuangnya. Apalagi dahulu ia beralasan kalau Pradita miskin, dan lebih memilih Riko yang jauh lebih kaya daripada dirinya.


Begitu pula dengan para pembantu yang mondar-mandir mengurusi halaman rumah mereka. Namun, kali ini sepi, dan Pradita sudah bisa menebak, kalau mereka semua telah dipecat.


Pradita menekan klakson mobil berkali-kali. Hal itu memang sengaja dilakukan untuk menunjukan pada mantan tunangan yang sampah itu.


“Om telolet, Om! Buka pintunya coy! Senggol dong!” teriak Pradita, dan ia terus berteriak berkali-kali dengan kata-kata yang sama.


Nesa yang sedang kelelahan, karena baru saja mengepel lantai ruang tamu terlihat kesal. Apalagi mendengar suara klakson mobil Pradita yang terus berbunyi, dan diteriaki tanpa henti oleh pria berambut harajuku tersebut.


Mamah muda yang divonis mandul tersebut langsung keluar membawa kain pel dengan raut muka merah padam. Matanya nyalang, dan bibirnya mengerucut. Lalu membuka pintu gerbang itu seorang diri.


Akan tetapi, semua ekspresi marahnya itu berubah, saat melihat yang melakukan hal tersebut adalah Pradita. Seorang mantan tunangan yang dahulu masuk ke dalam kotoran dan sekarang telah menjadi berlian.


“M-mas, M-mas Pra-pradita?” Nesa melebarkan mata.

__ADS_1


Riko yang baru saja pergi ke kantor terpaksa kembali lagi. Tentu saja karena ia juga terkena imbas akibat perusahaan ayahnya yang masih digoyang masalah yang cukup besar.


Bahkan imbasnya dengan terpaksa ia harus dirumahkan sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Riko pun turun dari angkot, karena mobilnya juga sudah dijual demi menutupi gaji karyawan perusahaan ayahnya itu.


Kebetulan saat itu Nesa sedang menemui Pradita. Hal itu langsung dimanfaatkan oleh Pradita yang sudah menyusun rencana itu matang-matang.


“Oh begini, ya? Suami pergi kerja justru asyik-asyikan dengan mantan tunangan!” sindir Riko yang emosinya sedang tidak stabil.


Pradita langsung berakting untuk memanas-manasi Riko dengan menarik Nesa ke pelukannya, “Oh, tentu saja. Bukankah kamu juga telah jatuh miskin? Lagipula apa yang bisa dibanggakan terhadap orang miskin sepertimu, bukan begitu, Sayang?”


“Lepaskan!” Nesa melepaskan pelukan tangan Pradita, lalu berusaha menjelaskan pada Riko.


“Mas, ini salah paham. Ini tidak seperti yang Mas Riko lihat! Selamanya aku hanya mencintai Mas Riko dalam susah maupun senang, Mas!”


“Aku tidak begitu yakin. Bukankah kamu itu dahulu meninggalkanku karena aku miskin?” celetuk Pradita untuk lebih memanas-manasi kondisi emosional Riko yang terlihat sangat tidak stabil.


“Omong kosong!”


Tiba-tiba terdengar suara tamparan terdengar sangat keras. Rupanya telapak tangan kanan Riko berhasil menampar pipi kiri Nesa denvan sangat keras, hingga sudut bibirnyae mengeluarkan darah.


“Mampus kau Nesa, hahaha …,” batin Pradita dengan senyuman licik, “Ini baru permulaan, dan akan aku buat kalian hidup bagai di neraka, hahaha ….”


Pradita pura-pura membela Nesa, supaya Riko semakin marah dengan memegang lembut pipi mamah muda mandul itu. Tentu saja membuat amarah Riko semakin berkobar-kobar, dan ingin mencekik Nesa sampai mati, karena dibutakan cinta.


“Lepaskan! jangan ganggu istri —”


Pradita kembali menampar Riko untuk menunjukan kepeduliannya pada Nesa, walaupun itu pura-pura. Suara tamparannya lebih keras, dan membuat tubuh Riko tersungkur di permukaan aspal.


“Kamu tak pantas diperlakukan seperti itu. Lebih baik kamu ikut aku! Kalau kamu hidup dengan dia, kamu akan disakiti terus. Lihat! Kamu saja ditampar begitu keras. Padahal kamu sudah menjelaskan bahwa kita tidak ada hubungan,” bujuk Pradita dengan senyum lembut palsu, dan tentu saja membuat Nesa terpedaya.


“Maafkan aku, Mas. Dahulu aku telah mencampakkanmu, tapi kamu masih peduli padaku. Bawa aku pergi, Mas! aku takut dengan Mas Riko, karena akhir-akhir ini dia sering kasar!”

__ADS_1


Nesa pun luluh, dan akhirnya mau dibawa Pradita untuk meninggalkan rumah Riko yang sebentar lagi akan disita oleh bank. Hanya tinggal menunggu waktu saja rumah itu akan dipasang tulisan telah disita oleh bank.


__ADS_2