Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Roii dan Rara


__ADS_3

Sementara Alisha sibuk dengan belajar sekarang salah satu sahabatnya juga sedang mengalami proses pdkt, yaa mereka adalah Kayla dan Kevin. Kevin berkali-kali menyatakan perasaan namun Kayla seorang gadis yang tidak pernah mengalami apa itu namanya pacaran selalu menolak. Alesannya simple ia tidak mau diatur. Dia suka kebebasan, namun seiring dengan berjalannya waktu hatinya juga semakin luluh dengan Kevin. Ia merasa Kevin beda dari yang lain, walupun perasaan itu memang akan di rasakan oleh semua wnita ketika jatuh cita. Mereka akan memandang sang cowo beda dri yang lain dan dimatanya begitu sempurna.


Tak kalah dari Kayla ternyata hubungan Rara dengan pacar SMK sebrang juga sedah hampir mencapai satu tahun. Hanya saja Rara adalah tipe cewe yang tidak begitu memperdulikan hubungan, ia menjalaninya dengan biasa saja. Ia tidak terlalu menggap adanya Roii atau sang pacar Rara itu ada. Rara menggapnya yaa hanya sekedar gabut atau teman curhat. Hari ini Tasya bingung karena ia tidak mendapati sang kekasih ada di parkiran depan gerbang untuk mengantarkannya pulang.


"kemana si Roii di telfon nggk di angkat nggk kaya biasanya deh" gerutunya dan terpaksa hari ini ia harus pulang sekolah dengan menebeng sang Kayla.


"ada masalah ap lo ama cowo loo?" tanya Kayla


"nggk kok"


"oohh" Kayla hnya beroh riaa


Hari ini hari libur, tapi tidak dengan All ia harus bangun pagi untuk menjalani les bahasa. Dan siang akan menjalani les matematika. Pikirannya begitu jenuh jujur ia merasa bosan dengan kesehariaannya yang hanya memegang buku dan buku. Namun ia juga tidak ingin membuat sang Ayah kecewa dengannya. Ia masih memiliki rasa sayang kepada sang ayah bagaimana pun sosoknya dia tetap ayah Alisha dan Alisha menyayanginya.


"Kay ajak gue pergii dong"rengek Rara di sebrang telfon


"gue males Raaa aghh masih pagi juga, kalo ngajak lo jalan yang ada gue di bawa ke salon" jawabnya smbil nyemil.


"nggk Kayy gue mau kok dibawa kemana pun sma loo, gue tuh bosen di rumah"


"ia agh cerewet gue jemput lo nnti sore"


"nh gitu, eeh kay ngomong-ngomong gue dah nggak ada komunikasi sama Roi gimana nihh"


"tumben lo mikir cowo, lo nggk kaya biasanya"


"lo kan tipe cwe yg nggk terlalu serius ama hubungan"


"tapi kalo Roi beda Kayy, nggk tau gue dah sayang ama dia"jawabnya jujur.

__ADS_1


"yudh lo cht aja dluu kek atau lo ke rumhnya kek ribed amat"


"agh nnya ama lu nmbh pusing"


"udh tau gue jmblo mna ngrti gue ky gtuan aneh luu" Kayla menjawab sambil mematikan telfon sepihak.


Sore ini Kayla membawa Rara pergi kelapangan futsal, katanya hari ini ada pertandingan namun mereka berdua tidak tahu siapa yang bertnding. Mereka hanya mngikuti apa yang sedang trjdi. Kayla membawa Rara masuk, sebenarnya Rara ingin sekali menolak namun ia sudah berkata akan mau di bawa kemanapun Kayla membawanya, dia tidak bisa menelan omongnya sendiri.


Mereka berdua duduk agak jauh karena Kayla tau Rara tidak terlalu menyukainya sejujurnya ia sangat penasaran jiwa cowonya seketika keluar. Jujur hobinya adalah bermain futsal namun ia juga tahu cara bermain basket, bisa dikatakan jika di bidang olahraga ia juaranya.


"udah mulai Raa, keknya gue tau deh ini dari sekolah mana"


"iyaa kayanya seragamnya nggk asing"


"gue tau SMK PELITA, SMK disebrang jalan ituu, sklh pcr luu"


Banyak sekali cewe yang menyoraki namanya, itu membuat Rara agak sedikit emosi. Ia membatin bahwa cowo yang sedang mereka sebut adalah miliknya. Akhir dari pertandingan adalah kemenangan dari tim Roii tidak diragukan lagi kemampuan Roii emang bagus. Rara juga sempat berkali-kali terpesona dengan ketampanan sang Roii. Ia sampai tidak menyangka bahwa Roii itu adalah cowonya.


Saat mau pulang Rara izin kepada Kayla untuk pergi ke kamar mandi, sebenarnya ia hanya ingin membuntuti sang Roii.


"Roii"panggilnya kepada orang yang sedang asik berbicara dengan seorang gadis cantik. Roi yg disebut namanya menengok. Ia tidak menyangka bahwa pacarnya ada disini, setaunya jika ia mengajak nya untuk menemani bermain futsal Rara selalu tidak mau.


"kok kamu bisa disini Raa" tanya Roii


"gue nemenin Kayla"


"tumben lo mau nonton futsal"


"gue cuma ngikut Kayla"

__ADS_1


"ngomong-ngomong udah lama kita lostcontact, lo kenapa" tnya Rara sejujurnya ia kangen nmun gengsi.


"gue nggk kemana-mana kok cuma sbk latihan ajah"


Rara dan Roii hanya sebentar mengobrol, gadis cantik tadi yang menemani Roii sudah pergi dari tadi, jadi Rara dan Roii hanya ngobrol berdua dan hanya mengobrol ringan. Sejujurnya Roi sudah ingin memutuskan hubungannya dengan Rara namun niatnya terurungkan saat ia kembali bertemu Rara, masih ada rasa sayang.


"bukannya tadi mntan lo Roii" ucap sang gadis yang tadi bersama dengan Roii dulu sebelum akhirnya Roii menyuruh nya pergi duluan.


"emm iyaa itu emang mantanku"


"dia cantikk, knpa putus gue liat lo ama dia baik-baik ajah" ucap Lea sng gadis, ia adalah teman sekelas Roii. Sebenarnya Roii hari ini mengjak Lea untuk menemani nya bermain futsal.


"emng ada masalah cuma nggk bisa cerita Leaa"


"gpp kok, kalo lo mau balikan kynya masih bisaa"ucp Lea


"lo gimna?" tanya Roii


"lo ama gue cumaa temen Roii"


"tapi gue juga ada rasa sama loo dan lo juga pernah bilang lo ada rasa ama gue tapi kita sepakat nggk pacaran kann"


"lo mau ingkar jnji?"tanya Roii


"nggk gitu juga setatus kita cuma sebates temen"ucap Leaa


"hts" Roii menjawabnya dan lngsung menggandeng Lea untuk segera pulang dari lapangan.


Roii mngaku hubungan mereka berdua adalah hts, disisi lain sebenarnya hubungan Roi dengan Rara masih berjalan lancar. Roi tidak pernah mengalami suatu pertengkaran disebuah hubungan. Hanya saja yang membuat Roii seperti itu karena Rara selalu tidak mengerti akan dirinya, Rara tidak selalu menggap Roii ada. Roi bisa saja menunggu sampai Rara mengakui keberadaannya namun ia sudah lelah, ia juga manusia. Disis lain juga Roi tidak tahu bahwa sang Rara sudah ingin memulai hubungan mereka secara serius.

__ADS_1


__ADS_2