Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Kepanikan Elgara


__ADS_3

Walaupun muka jenazah gadis itu sudah sangat pucat tetapi Kayla masih bisa mengenal dengan jelas siapa yang terbaring disana.


Seolah nyawanya ikut tercabut karena kagetnya. Kayla sampai menganga tidak percaya melihat satu sahabatnya lagi yang terbaring tidak bernyawa disana.


Kayla tertunduk lesu disana, dia menikmati kesendirian itu. Dia sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi, apakah ini sebuah kebetulan.


"All?"


"di... dia All" ucapnya dengan bibir gemetar tak percaya.


Kedua tangannya menutup mulut seraya tidak percaya melihat seseorang dihadapannya ini.


"ngga, mimpi gue aneh bangett" Kayla mulai menepuk keras kedua pipinya.


"apa yang gue pikirin kenapa mereka bisaa...." dia tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.


Satu suster masuk Kayla segera mendekatinya.


"sus apa yang terjadi kepadanya" Kayla menunjuk mayat Alisha dengan derai air mata yang deras.


"dia adalah seorang pendonor jantung bagi bapak Hendra" terang suster itu.


Dengan satu kalimat yang keluar dari mulut suster Kayla sudah tahu apa yang terjadi kepada All.


"heii, kalian jangan bercanda gue ngga sukaa" rintih Kayla.


"kenapa gue ditinggal coba, katanya kita sahabat kok kalian berkhianat?"


"kalian ngga mikirkah gimana perasaan ku"


"kalian jangan kaya gitu gue ngga kuatt" rintih Kayla.

__ADS_1


Dia menangis sampai tidak mengeluarkan suara, suster yang melihat sangat iba kepadanya dan berusaha mendekatinya.


Kayla meminta kepada suster untuk pergi meninggalkan Kayla sendiri dia ingin bicara kepada kedua sahabatnya disini.


Posisi Kayla ada ditengah-tengah bansal mereka berdua. Dia tertunduk dan menghadapkan kepalanya kebawah.


"gue sayang sama kalian berdua"


"bahkan lebih dari kalian berdua, rasa sayang gue lebih besar sari semua planet"


"kalian ngga bakal bisa nandingin"


"kalian ngga sayang kan sama gue jadi mutusin bareng-bareng buat ninggalin gue sendirian"


"kenapa kalau bisa kalian juga ajak gue, jangan kaya Kevin dong Raa, All, kan guenya yang sakit hatii"


"lo berdua tahu ngga ada yang bisa nyembuhin luka "


Semuanya dia curahan kepada jenazah All dan Rara dia berharap mereka berdua bisa mendengarnya. Suster kembali keruang jenazah itu melihat Kayla yang tertunduk lemas dilantai dengan mata sembabnya.


"suss saya minta tolong ambilkan hp saya" pinta Kayla.


Suster segera mengambil ditempat dimana Kayla dini hari tadi diistirahatkan. Segera setelah mengambil dia memberikan kepada Kayla.


Kayla berdiri dari tempatnya dan menekan ponselnya itu, dia sedang mencari kontak seseorang. Setelah menemukannya segera ia langsung menghubunginya.


"datanglah kerumah sakit, tempat dimana pak Hendra dirawat"


"kenapa aku harus kesana" jawab seseorang dengan judes.


"karena wanita yang kau cintai sekarang sudah menjadi mayat, karena dia dengan bodohnya mau mendonorkan jantungnya untuk ayahnya yang bahkan tidak mau mengakui dia sama sekali!!" pekik Kayla.

__ADS_1


****


Pagi ini Elgara baru tidur bersama Bobi dia menginap dirumah Ell tadi malam. Karena tak kunjung menemukan Alisha, Ell dan Bobi memutuskan untuk melapor polisi pada pagi harinya. Tak disangka pagi ini Ell mendapatkan kabar yang sama sekali tidak ingin dia dengar.


"mahh ikut aku" pekik Elgara dia sudah bersiap-siap dia juga segera membangunkan Bobi.


"ada apa ini" Rindi bingung dengan sikap anaknya itu.


Wajahnya campur aduk tidam dapat ditebak, ada rasa kecewa, marah, menyesal, sekaligus sedih berada didalam nya.


"kita mau kemana?" tanya Bobi


"diam dan ikutlah!!" bentak Ell membuat mereka berdua kicep dan memutuskan untuk mengikuti kemana Ell pergi.


Rindi dan Bobi bertanya-tanya didalam pikirannya masing-masing. Jarang sekali Ell memperlihatkan ekspresi wajah yang seperti itu.


"ini sama seperti saat kematian Kevin dulu" batin Rindi, yang membuat semakin khawatir.


"rumah sakit?" tanya Bobi setelah tahu mereka dibawa ke rumah sakit oleh Ell


"saya tidak ingin tahu siapa yang akan kau jenguk, saat ini saya hanya ingin mencari dimana All berada" oceh Bobi.


Dia berusaha untuk tidak ikut masuk kedalam, namun melihat ekspresi Ell yang kurang bersahabat ia memutuskan untuk mengikutinya saja.


Makin lama langkah Ell semakin cepat, jantungnya juga berdetak semakin kencang. Pikirannya kacau dia tidak ingin apa yang disampaikan tadi adalah berita yang fakta. Ia hanya bisa berharap bahwa ini adalah mimpi dan dia akan segera bangun.


"ada apa dengan anak ini" Rindi kewalahan mengejar langkah Ell yang begitu cepat.


Sampai akhirnya Ell sampai duluan di ruang jenazah, membuat Rindi dan Bobi terheran pasalnya tadi mereka berdua mengira Ell akn ke rumah sakit untuk menjenguk seseorang atau All yang sudah di temukan dan dia ada di rumah sakit. Namun mereka kembali di bingungkan oleh Ell.


"siapa yang meninggal?" Rindi bertanya-tanya.

__ADS_1


"ALISHAAAAA" pekikan Ell dari dalam membuat Rindi dan Bobi yabg masih diluar sangat kaget.


__ADS_2