
All saat ini sedang dikamar ia pulang sore, ia terasa sangat cape sekali sekolahnya dan dia masih juga harus belajar matematika agar pemahamannya pada perhitungan semakin membaik.
"aghhh kenapa hari ini rasanya cape banget" ucap All
"gue mau berendem air panas aja" ia berkata smabil menyiapkan alat-alat berendam. Sepulang sekolah rasanya badan sangat lengket.
Ada 3 jam ia berendam sambil tertidur di bathtub. Ia terbangun saat adhan Maghrib. Dan akhirnya bersiap untuk memakai baju. Ia lupa jika besok ia ada tugas, akhirnya All memutuskn untuk makan terlebih dahulu lalu baru menyentuh buku.
"yahh malem ini begadang deh, mana mtk lagi" gerutunya kesal ia ingin sekali segera menyelesaikan dan tidur.
Sampai tengah malam ia baru selesai mengerjakan di tambah tadi adiknya masuk ke kamar nya memintanya untuk menyelesaikan pr juga sekalian. Mau tidak mau ia harus menuruti dari pada kena omel.
hacimmm...
All bersin-bersin ditengah malam, ia merasa aneh dengan sekujur tubuhnya. Ia memutuskan untuk cepat-cepat tidur. Pagi hari ia merasa sakit dibadannya ia juga hari ini bangun telat. Jam enam lebih ia baru terbangun.
Bibi masuk kekamar setelah mengetok beberapa kali namun tidak ada jawaban.
"neng All ayok bangung sekolah"pinta Bibi
"Bii kaya nya All sakit deh" bibi yg mendengarnya langsung menghampiri All dan mengecek suhu tubuh All.
"nonn demam sebentar bibi kompres dulu" ucap sang bibi lalu pergi meninggalkan All
All memgambil benda pipih disampingnya, ia mengetik sesuatu. Ternyata hari ini ia izin untuk tidak berangkat, dan kedua sahabatnya juga sudah mengetahuinya.
__ADS_1
"tuann hari ini non Alis tidak berangkat sekolah dia demam tuan" lapor bik Siti kepada Hendra
"baiklah" jwb Hendra
"alah paling aja cuma akting" ucap Tasya
Bik Siti langsung kembali lagi kekamar Alisha setelah mengatakan kpd Tuan Hendra bahwa putrinya sakit.
"nonn makan bibi suapin yah"
"iyaaa bii"
"non hari ini bibi mau kepasar jadi non mungkin akan sendirian dirumah, nyonya juga mau pergi arisan"
"makasih infonya bii"
"bibi nggak usah buru-buru All juga nggak pusing² amat, jangan terlalu khawatir sama All okee" ucap All
"iya non sebentar lagi rumah kosong nonn baik² dirumah kalo ada apa-apa langsung telfon bibi"
"iyaa bibi kuuu All tau kok All bukan anak kecil lagii"
"yudah bibi pamitt nonn"
"okeh"
__ADS_1
Sudah ada setengah jam All berada dikamar ia akhirnya memutuskan untuk turun kebawah. All melewati ruang kerja sang ayah, ia berniat untuk masuk namun niatnya ter urungkan. Ia memilih untuk berjalan ke bawah dan menyiram bunga. Selesai melakukannya ia kembali kekamar dan kembali melewati ruang ayahnya. All mondar mandir di depan ruang sang ayah.
"masukk nggak yaa" ragu All
"aghh gue bingungg" ada sekitar 5 menit lebih All mondar mandir, akhirnya masuk juga.
Ia sebernarnya tidak enak hati jika masuk tnpa izin tapi rasa penasarannya juh lebih besar di banding rasa takk enaknya. Ia melihat-lihat sekeliling yang hanya penuh dengan buku. Ruangan ayahnya itu sebenarnya seperti perpus dan ada banyak rak buku yang menjulang tinggi. All tidak menemukan apa pun padahal niatnya untuk mencari tahu tentang sang bunda.
Sampai akhirnya All menemuakan sebuah buku yg berjudul ISTRIKU ia segera memanjat rak untuk menggapai bukunya, karena posisinya sedikit tinggi. Saat melihatnya All berfikir bahwa isi bukunya adalh tentang bunda Alvi nya.
Hampir sampai leher All sekarang pegal karena terlalu lama mendongak. Ia pasrah dan akhirnya berlompat sampai akhirnya buku yg diinginkan jatuh diatas kepalanya dan All terjatuh. Ia mengelus kepala karena sakit. Setelahnya rak buku didepan All tiba-tiba bergerak terbuka. Ia terheran ternyata ayahnya punya ruang rahasia.
All masuk dengan rasa ingin tahunya yang tinggi. Ia mengoreksi setiap inci ruangan itu. Sampai akhirnya ia menemukan laci kecil dibawah yg terkihat kuno. Entah mngpa hatinya tertuju kesana. All berusaha membuka namun sayang susah karena dikunci. All berlari keluar ia segera datang ke meja kerja ayahnya yg ada diruang depan dan mencari kunci.
Setelah mendapatkannya All lansung saja mencoba satu persatu sampai ada yg cocok. 2 menit untknya mencari kunci yg cocok. Akhirnya terbuka jantungnya sudah tak karuan. Hall pertama yg ia lihat adalah foto perempuan cantik yang sedang memakai gaun pengantin dan memegang bunga, dengan senyum Pepsodent nya.
Ia membalik foto usang tersebut dan terdapat tulisan ALVINA ANINDIATA. Jelb jantungnya maraton ia tau siapa nama itu. Air matanya lolos bgitu saja, dan ia mengucap kata
"bunda" All memluk foto itu erat-erat ini adalah penemuan langka nya. Ia berniat untuk menyimpan foto itu.
Selain menemukan foto bundanya ia juga menemukan beberapa fotonya saat masih kecil. Ia tidak menyangka bahwa ayahnya masih menyimpannya.
All juga melihat beberapa hal yg seharusnya tidak ia ketahui. Ia melihat beberapa laporan media tentang ayahnya. Sampai-sampai ia melihat ada sebuah catatan bahwa disana tertulis tanggal kematian Alvina. All tidak menyangka, ia pikir selama ini ibu nya masih hidup dan tinggal di tempat yg jauh namun dugaanny salah. Alisha hanya bisa meratapi nasib.
Selain itu ia juga mendapat alamat dimna rumah ibu nya sebelumnya tinggal dan dimakamkan. Setelah terasa agak lama diruang sang ayah Alisha segera mengemasi barang-barang yg tadi diberantakkan dan langsung kembali kekamar. Ia tidak ingin ketahuan.
__ADS_1
Dikamar ia terus-terusan memandangi wajah perempuan cantik itu. Benar kata Tante Rindi ibunya itu seorang yg cebol dan All memegang hidungnya, ia teringat bhwa tnte Rindi juga mengucap bhwa hidung mereka sama. All benar-benar bahagia ini pertama kali ia melihat wajah ibundanya walaupun hanya sekedar foto. Ia menyimpan semua barang yang ditemukan hari ini dilaci belajarnya.