Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Rumor disekolah


__ADS_3

Sudah ada 2 hari Kayla dinyatakan koma. Dan dua hari itu juga Kevin belum ditemukan, karena mungkin tubuhnya terbawa arus laut. All juga bebrapa kali harus bolak balik ke kantor polisi untuk menjelaskan semuanya. Termasuk hari ini ia harus pergi lagi ke kantor polosi nanti sore.


All tidak sendiri ia di temani oleh Elgara. Dan juga Rara yang menjadi saksi melihat kejadian dari awal hingga akhir.


Siang ini seorang gadis yang terbaring lemah dibansal sedang berusaha menggerakkan tubuhnya sedikit demi sedikit. Gadis yang sedang ditunggu-tunggu siumannya oleh All.


Siang ini juga di ruang rawat Kayla tidak ada satu orang pun karena All sekrang harus pulang kerumah hari ke-2 ini ia diminta oleh papahnya untuk pulang. Karna setau Hendra anaknya tidak memilki luka parah.


Sekarang sekolah sudah melaksanakan kegiantan seperti biasa namun di sekolah juga sekrang beredar rumor bahwa All adalah seorang pembunuh. Karena masalah itu beberapa murid meminta agar Alisha dikeluarkan saja dari sekolah mereka beralasan takut menjdi korban selanjutnya. Entah dri siapa gosip pertama menyebar.


Sekarang banyak sekali murid cewe penggemar Kevin menjadi benci akan kehadiran Alisha. Bagaimana bisa seorang gadis tega membunuh pacar sahabatnya sendiri bahkan sahabatnya ada di tempat kejadian. Sekiranya begitulah gosip-gosip yang beredar.


Hendra juga sampai di panggil berkali-kali oleh kepala sekolah, untuk menjelaskan semua masalah ini. Padahal dirinya sendiri tidak tahu apa yang terjdi pada Alisha saat di perkampingan.


"pakk karena banyak sekali murid yang protes dengan berat hati kami harus mengeluarkan ananda Alisha dari sekolah" ucap pak Kepala sekolah.


"kasus ini belum jelas dan anak saya belum di cap sebagai pembunuh"

__ADS_1


"bagaimna bisa anda mengeluarkan nya hanya karena tuduhan-tuduhan yang tidak jelas" protes Hendra


"pakk jika banyak murid yang keluar dari sekolah hanya karena Alisha itu malah makin merugikan saya"


"lebih baik satu yang keluar dari pada banyak murid yang keluar hanya karena merasa takut" terang sang Kepala Sekolah.


Hendra hanya bisa mengerutkan dahinya. Sebenarnya ia tidak ingin berurusan dengan masalah seperti ini. Dirinya benci dibawa-bawa. Namun apa lah daya tidak mungkin ia tidak datang ia akan di cap sebagai orang tua yang sama sekali tidak peduli pada anaknya.


"anak saya bisa anda keluarkan"


Disaat ia berjalan menulusuri koridor rumah sakit ia harus mendengarkan kata-kata yang menjijikan dari para murid yang sedang menggosipi anaknya sendiri. Dengan berbagai kata-kata keluar seperti anak yang tidak pernah dididik oleh orang tua.


Sesampai ny Hendra dirumah ia sudah mendapati Alisha sedang menunggunya. Alisha takut ia sudah menebak jika sekarang papah ny sedng marah besar terhadapnya.


"dasar pembunuh" hardik Tasya


"bagaimana bisa seorang perempuan melakukam hal keji seperi itu" Tantri juga ikut mencemooh sama seperti Tasya.

__ADS_1


All hanya diam, ia tahu ia salah. Namun ia melakukan bukan karena ia segaja dia tidak mungkin berbuat hal sejahat itu.


Dengan berat hati ia harus mengikuti Hendra masuk kedalam ruangan. Bibi Siti yang sudah tahu apa yang akan di lakukan pak Hendra hnya diam melihat kepergian All menuju ruangan. Dirinya tidak bisa membela anak majiknnya itu. Dikarenakan takut bisa saja ia akan diusir dan dipecat. Lalu siapa yang akan memenuhi kebutuh keluarga ny dikampung.


"bodoh!" kata-kata pertama yang keluar dari mulut Hendra


"saya mengasuh kamu bukan hanya karna kamu berguna bagi saya" Hendra duduk di meja kerjanya. Sementara All sekarang berdiri didepan papahny.


"pahh ini semua bukan sepenuhnya salah All" bela All


"nasi sudah mnjdi bubur"


"mau di taruh mana muka saya, punya anak pembunuhan seperti kamu!!" hardiknya


Hendra benar-benar tersulut emosi. Ia segera berdiri dari kursinya. All tahu apa yang akan terjadi setelah inii. Ia hanya pasrah tidak bisa melawan. Ia hanya ditemani oleh kegelapan ruangan.


Seorng gadis sudah bisa menggerakkan satu jari telunjuk ny. Sekarang ia sedang berusaha membuka matanya perlahan. Tepat saat ia membuka matanya ia melihat seorang gadis yang sedang tertidur juga di sebelahnya.

__ADS_1


__ADS_2