
"tunggu dulu pak hakim" sela wanita itu.
Semua orang hampir menoleh keasal suara.
"apakah ada saksi lain?" tanya hakim
"yaa saya membawa saksi lain seperti yang saja janjikan waktu itu"
"baiklah biarkan dia bersaksi dengan dibawah nama Tuhan dan kitab " ucap Hakim
Anak kecil itu sedikit takut untuk bicara, tangannya getar karena dilihat ileh banyak orang. Vallen menyemangati dirinya agar tidak usah takut. Dan akhirnya gadis itu jalan drngan sendiri menuju tampat bersaksinya.
"apa yang kamu lihat waktu itu?" tanya pengacara dari Rara.
"aku benar melihat wanita ituu" gadia itu menunjuk Alisha.
"sengaja mendorong temannya agar terjatuh" ucap gadis kecil.
"benar bahkan saya saja yang didekatnya melihat dengan jelas bagaimana gerakan tangan Alisha waktu itu" ucap Kayla yang juga menjadi saksi.
"keberatan Tuann" sela pengacara All
"keberatan ditrima" ucap Hakim
"bagaimana seorang anak kecil itu mengetahui dengan ditail tentang masalah ini?"
"sementara pada waktu kejadian itu tidak ada saksi lain?" ucap pengacara All
"anda salah, anak ini melihat semuanya disaat ia sedang memulung sampah"
"ia merekam setiap kejadian diotaknya dengan sangat jelas" elak pengacara Rara.
Persebatan dimulai dari awal kembali kini bahkan lebih panas dari sebelumnya. Pihak dari All juga kehabisan alasan, Elgara dan Rindi mulai cemas.
"yaa Tuhan aku menerima apa pun keputusan akhir dari semua ini" batin Alisha
"bahkan seorang anak kecil tidak akan berbohong bukan?" ucap Vallen
"dia sendiri bahkan dengan keberaniannya bersaksi atas apa yang dia lihat"
Kata-kata berhasil membuat para Hakim harus merentas ulang keputusan awal. Kini para Hakim sedang berunding. Semua yang sedang menyaksikan juga sedang berdoa, ini adalah keputusan akhir semoga ini yang terbaik.
__ADS_1
"gue ngk berharap All bisa bebas" batin Rara
Ia menggenggam tangan Kayla dengan erat.
"gue yakin pasti lo dapat keadilan" ucap Kayla untuk menenangkan Rara
"keadilan pasti menang kok lo tenang aja gue ada disisi lo" ucap Kayla lagi.
Lantass bagaimanaa dengan Alishaa?
Apakah yang terjadi padanya sudah cukup adill?
Dan apa mereka benar-benar tidak memperdulikan perasaan All saat ini??
Padahal All berdiri dengan takutnya disana tidak ada yang bisa mengerti akan dirinya. Tatapan matanya ketakutan seolah-olah dia ingin diselamatkan dari kondisi seperti ini. Ia tidak ingin berada disini lebih lama lagi. Melihat kebohongan kesana kemari, ia muak. Ia tidak tahan ia tahu ia tidak melakukan apa pun tapi kenapa kesalahan hanya tertuju padanya. Tidak ada kepercayaan dihati mereka semua.
"stoppp" sela All di persidangan
Membuat semua orang menghentikan aktivitasnya termasuk kedua pengacara yang sedang berdebat.
"guee sengajaa dorong Rara" keputusan akhir dari All.
"bukannya ini yang kalian mau?" teriak All
"sekarang udah puass!??" All menereskan air matanya.
All melihat masa depan yang hancur begitu saja karena hari ini. Ia tidak berniat untuk menyalahkan teman-teman, ia hanya lelah dengan takdirnya sendiri. Apa pun yang dia katakan yang dia lakukan tidak pernab bernah dimata orang lain termasuk ayahnya sendiri. Salah itu satu kata yang cocok untuk nya sekarang.
"akhirnya nyerah" batin Vallen
2 teman All dulu kini hanya bisa menatap All dengan tatapan datar.
"ternyata dia emang sengaja, gue ngk abis pikir" batin Kayla.
Dan kini benar-benar keputusan akhir dari sang hakim.
"kami menghukum nona Alisha Anindiata dengan hukuman penjara minimal 3 tahun" c
Elgara dan Rindi tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini, mereka tidak bisa menyalahkan siapapun hanya. Ini terjadi begitu saja, bahkan Rindi masih syok dengan keputusan hakim. Bagaimana mereka bisa memutuskan dengan secepat ini hanya karena omongan seorang anak kecil.
Pada akhirnya Alisha harus menerima hukumannya juga, ia kini diantar kedalam selnya. Ia ditahan sendiri dipenjara dingin dan tidak mempunyai teman satu sel.
__ADS_1
"hanya 3 tahun All lo kuat" Alisha menyemangati dirinya sendiri.
Beruntung saat itu penyakit nya kambuh jadi hukumannya diringankan, yang tadinya 6 tahun menjadi 3 tahun.
Disisi lain Hendra juga masih sibuk dengan kegiatannya, yang tadinya ia tidak terlalu perduli kepada media kini ia harus duduk dan diwawancarai.
"jadi, pak Hendra hari ini adalah hari 2 persidangan putri anda. Saya ingin bertanya, apakah anda akan membebaskan putri anda dengan uang yabg anda miliki atau anda akan membiarkan putri anda bertanggung jawab?"
Sesuai perjanjian Hendra hanya akan menjawab satu saja pertanyaan dari publik, selain itu kini ia juga ditemani oleh Tantri.
"saya akan membiarkan orang yang bersalah menanggung hukumnya, biarkan dia belajar dari kesalahannya" ucap Hendra.
Sementara Tantri hanya bisa tersenyum disebelah Hendra tanpa sepatah kata.
"anda adalah seorang yang bijak, anda tidak pilih kasih dengan keluarga anda sendiri" sontak para penonton wawancara disitu bertepuk tangan.
Mereka kagum walaupun Hendra adalah seorang pengusaha yang kaya raya dan terkenal menyayangi keluarga, harusnya jika dia mau dia bisa membebaskan All hanya dengan mengeluarkan uang. Mungkin baginya jumlahnya tidak akan besar karena menyangkut keluarga. Tapi Hendra justru membiarkan putrinya bertanggung jawab.
"jadi nyonya Tantri" kini reporter itu balik bertanya kepada Tantri
"apakah anda juga mendukung keputusan suami anda"
Tantri tersenyum sebelum menjawab.
"iya. Karena kami satu keluarga sudah dibekali dengan sifat tanggungjawab, begitu juga anak² kami sudah diajarkan untuk bertanggungjawab sedari kecil"
"jadii, benar apa kata suami saya, biarkan yang salah menerima hukumannya"
Dan kini para penonton bertepuk tangan untuk kedua kalinya.
Padahal mereka berdua hanya tidak ingin mengeluarkan uang untuk masalah Alisha. Karena ini menyangkut kantor maka Hendra yang turun tangan sendiri. Jika tidak maka publik akan mencari tahu semuanya sendiri. Jika sampai rahasia keluarga terbongkar maka bisa turun reputasinya.
Ini juga dilakukan untuk menaikkan harga diri Hendra sendiri, jika publik tahu Hendra tidak perduli dengan apa yang sedang terjadi, itu akan membuat mereka semakin mangganas dan semakin ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi antara keluarga Wijaya. Keluarga yang berisi pengusaha kaya raya di negara yang mereka tempati. Namun Hendra justru beda ia lebih memilih hidup sederhana dengan rumah sedang namun agak luas dan hanya dengan 2 orang pembantu dirumah, itu terjadi setelah kematian sang istri pertama.
Setelah selesai sesi wawancara Hendra kembali ke tempat kerja. Walaupun dia agak sedikit rugi karena ada beberapa klien yang memutuskan kerja sama.
"ck dasar anak pembawa sial, jika saja dia punya otak untuk berfikir sedikit saja maka kau tidak akan rugi" ucap Tantri pada Hendra.
Tantri memang gila harta walaupun dirinya sendiri juga dari keluarga yang cukup kaya.
"harusnya dulu kau biarkan dia diasuh saja oleh ibu, jadi kita tidak akan pernah repot. Apapun yang dia lakukan tidak pernah benar." Tantri terus menggerutu seolah-olah Alisha selalu saja salah dimatanya.
__ADS_1
Hendra tidak suka dengan istrinya yang sekarang, dia hanya bisa ngomel dan berbelanja. Selain itu si Tantri juga masih menolak untuk mempunyai anak laki-laki, padahal jika ada anak laki-laki maka dia yang akan meneruskan perusahaannya. Tantri juga tidak pernah mau memasak untuknya. Jika Hendra membandingkan Tantri dengan All maka Tantri lah yang lebih merepotkan.