Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Janji Roi


__ADS_3

Setelah menjelang siang waktunya pada pelajar pulang sekolah. Dan Kayla yang mendengar kabar bahwa Rara sudah mendapatkan sang pendonor pun akhirnya berniat untuk datang menjenguk sekarang.


Vallen membuka pintu ruangan Rara, hal yang pertama kali ia lihat adalah seseorang yang sedang duduk melamun di atas bansal miliknya. Terlihat ia sedang menikmati lamunannya.


"kenapa Lenn" tanya Rina yang melihat Vallen hanya terdiam didepan pintu tanpa masuk.


"nggak" akhirnya mereka berdua masuk, mereka juga tak lupa membawa kan oleh-oleh.


"Raa" Vallen memanggil nya dengan lembut dan memegang tangan yang masih terdapat infus.


"ehh kakk, kapan kesini"


"loo mikirin apaa kok sampe segitunya" ucap Rina sambil meletakkan buah tangan bawaannya dimeja.


"nggak ada" jawab Rara dengan raut wajah yang sedikit kecewa.


"lo kangen mama lo?" tanya Vallen


Pertanyaan nya tidak dijawab sama sekali oleh Rara, dia hanya terdiam. Memang benar yang di tanyakan oleh Vallen dia sedang rindu dengan sosok ibu. Karena terakhir kali mereka komunikasi adalah saat Rara berulang tahun saja. Sudah lama sekali bukann, mama Rara tidak pernah menyempatkan waktunya hanya utnuk sekedar mengobrol ringan. Ia selalu beralasan sibuk dan sibuk. Andai waktu itu mamah dan papah tidak cerai maka mamahnya akan selalu berada disampingnya dan ia tidak merasakan kesepian.


Vallen mengambil handphone Rara yang ada disampingnya dan segera mencari kontak mama Rara, Vallen pikir Rara terlalu takut untuk menelfon karena akan menganggu pekerjaan sang ibu.


tiittt...tittt bunyi dering handphone


Sudah ada satu menit tulisan dilayar juga memanggil namun tak kunjung dijawab. Membuat Rara geram ia segera mengambil handphone dari tangan Vallen dan mematikan tombol itu.


Rara meneteskan air matanya perlahan, ia tau mamanya tidak akan menjawab telfon darinya. Sebab mamanya pernah bilang ' jangan menghubungi mama sebelum mama menghubungi mu'. Itu lah yang dikatakan mama Rara sebelum meninggalkannya dulu.


"apakah mama tidak ingin tahu bagaimana keadaan ku sekarang?" Rara bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"seberapa penting pekerjaan nya itu?? sampai-sampai ia lupa dengan anak sendiri" ucapnya dalam hati.

__ADS_1


"hikss hikss" akhirnya Rara buka suara walupun menangis, Rina mendekat.


"nggak usah sedih gue bisa jadi mama buat lo" ucap Rina


"Raa, gue tau lo kesepian tanpa sosok mama. Gue juga" Vallen mengukir senyum dalam perkataannya.


"makasih selalu ada buat Raraa kakk" ungkap Rara


klekk.. pintu ruangan itu dibuka oleh seseorang


"Raa ko kenapa nangis?" tanya gadis itu.


"ngak apa-apa Kayy, gue baik" jawab Rara


Kayla mendekat ke bansal milik Rara.


"maaf gue baru dateng" ucap Kayla


Kayla mendekatkan dirinya ke Rara, Vallen dan Rina mundur. Kayla segera menyambar tubuh mungil milij Rara dan segera memeluknya.


"makasih buat semuanya" uangkap Kayla dalam pelukannya.


"santaii Kayy, gue juga masih hidupp" tutur Rara disertai candaan.


Mereka berempat mengobrol, menceritakan tentang keluh kesah keadaan hidup mereka. Kayla menyadari ternyata lukanya belum srberapa dibanding dengan yang lain. Ia berpikir akan lebih bersyukur mulai hari ini.


"gimana Kayy, lo ngk mau terus-terusan terpuruk kan?" tanya Rara


"ngk gue mau coba bangkit"


"gituu dongg"

__ADS_1


Sementara mereka asik mengobrol diruangan, mereka tidak sadar dengan kehadiran seseorang yang sedari tadi ingin masuk namun tidak enak hati jika harus menganggu aktivitas itu dengan kehadirannya.


"kenapa nggk jadi masuk?" tanya seseorang yang menemani gadis itu untuk menemui seorang sahabat karibnya


"All takut ganggu" ungkapnya


Yang akhirnya mereka berdua kembali ke ruang mereka dibawah. Perasaan All campur aduk, ia senang bisa berguna namun ia juga sedih harus dilupakan.


"apa ngk ada yang inget All?" batin All.


"huftt" All menghembuskan nafasnya kasar


"gue yakin perjuangan lo ngk akan sia-sia, biarin waktu yang akan membuat mereka sadar" kata Elgara


"makasih kakkk"


****


"gimana Roii jadikan kita nanti malam ketemu?" tanya Lea kepada Roii diaat sedang di kelas.


Lea sudah mengatakan kepada Roii beberapa hari yang lalu, agar Roii meluangkan waktunya hanya untuk malam ini. Pasalnya mereka berdua sudah lama jarang berkomunikasi. Roii juga sudah menyetujui nya, Lea harap Roii bakalan berusaha mengosongkan jadwalnya.


"jadii kok, Roi kan udah janji sama Lea" Roii mengacak-acak rambut Lea dan segera meninggalkan nya pergi ke perpustakaan.


Sama halnya dengan All, Roii pun juga mendapat kengkangan dari sang orang tua. Orang tua Roii menginginkan dirinya selalu mendapat juara kelas.


Mendapatkan perlakuan itu membuat Lea sedikit terbang, ini kali pertama sejak pertama kali mereka berpacaran Roii melakukan kontak fisik dengannya.


Setelah kunjungan beberapa hari lalu Roii kepada Rara, kini Roi mendapatkan informasi bahwa Rara sudah sadar kembali dan mendapatkan pendonor yang pas.


"syukur deh dia ngak apa-apa" batin Roii

__ADS_1


__ADS_2