Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Permintaan Tasya


__ADS_3

Hari ini Alisha berangkat ke sekolah bersama dengan Elgara. Ell menyuruhnya untuk pulang kerumah mengambil seragam, sementara Ell menunggunya di ruang tamu. Ia ditemani oleh Tasya sang adik tiri All.


"kakk Ell udah punya pacar belum?"


"belum"


"kenapa belum kak Ell kan ganteng, pinter, pokoknya idaman nggak mungkin nggak ada yang mau sama kak Ell"


"saya sedang berusah mendapatkan orang yang saya sukai"ucapnya tanpa menoleh ke lawan bicara, Ell hanya fokus melihat All yang datang dari kejauhan untuk menghampirinya.


Tasya mengekori mata Kak Ell ia ingin melihat siapa yang di lihat oleh kak Ell sampai-sampai ia tidak menoleh saat Elga sedang berbicara dengan Tasya. Tasya melihat pandangan yang sulit diartikan di mata Ell, sekarang dia tahu bahwa kak Ell benar-benar menyukai Alisha. Terbukti saat ia mengucapkan kata-kata barusan dengan memandang wajah kakanya.


"yoo berangkat kak Ell" All menjulurkan tangannya kepada Ell, ia menarik Ell untuk segera bangkit dari kursi dan berangkat.


Tasya melihat kepergian kedua orang itu sambil menatap benci. Kebenciaannya menambah saat ia melihat senyum Kak Ell yang jarang diperlihatkan namun jika bersama dengan All dia tidak segan-segan untuk tersenyum lebar.


"apa pun yang gue mau bakalan jadi milik gue" batin Tasya


"anak mamah kenapa?"tanya Tantri yang muncul entah dari mana. Tantri mengekori arah pandang anaknya dan dia melihat anak sulungnya akan berangkat sekolah bersama tetanganya.


"kau menyukai Elgara?"


"mahh Tasya minta jodohin Tasya sama Kak Ell ya mahh plisss"rengek Tasya

__ADS_1


"mamah akan usaha nak, yaudh gih kamu berangkat sekolah"


"aaa makasihhh mamah emng mamah itu yang paling ngertiin aku deh"ucap Tasya sambil mencium pipi mamah dan menyalaminya.


Pagi ini Tantri datang kerumah Rindi. Seperti permintaan anak kesayangan nya tadi, mulai sekarang ia akan berusaha untuk menjodohkan Tasya dengan Elgara.


Tok tok tok


Pintu di ketuk olh Tntri, ia kerumah Rindi dengan membawa buah tangan. Tidak mungkin jika ia bertamu tanpa membawa apapun. Rindi membukakkan pintu dan ia heran sudah lama ia tidak bertemu dengan Tantri sejak pulang dari negara lain. Elgara dan Alisha pernah berpisah kurang lebih 3 thn saat umur Elgara 10thn. Ia pergi ke negara lain mengikuti ayahnya yang sedang mengelola bisnis. Setelah 3thn Rindi memustuskan balik ke negara asal karena sudah tidak betah. Rival akhirnya menyutujui kemauan sang istri.


"gimana kabarmu Rin"tnya Tantri


"aku baik kok, apa yang membuatmu datang kemari" ucap Rindi ia membawa masuk Tantri dan mempersilahkan duduk


"aku cuma mau mbahas sesuatu kok sama kamu"


"ini agak penting, aku ingin kau memikirkan apa yang akan ku katakan"


"kau mempunyai seorang Putra yang begitu baik, aku ingin kau menjodohkannya dengan putri ku" ucap Tantri tanpa basa basi.


"siapa apakah Alisha atau Tasya?"tanya Rindi, sejujurnya ia akan bersyukur jika Alisha bisa dijodohkan dengan Elgara, namun jawaban Tantri membuatnya harus menolak namun ia tidak enak hati.


"aku ingin Tasya dijodohkan dengan Elgara"jawab Tantri cpt karena Tantri tidak melihat penolakan di wajah Rindi

__ADS_1


"maaf sebelumnya tapi aku harus mempertanyakan ini kepada Elgara aku tidak ingin anakku menerimanya karena terpaksaa" jawabannya sopan. Membuat Tantri mengulung senyumnya.


"baiklah beritahu aku jika kau sudah ada jawabannya" Tantri pamit undur diri karna setalh ini ada acara berbelanja dengan teman-temannya ia tidak sampai terlambat.


Hari ini dikoridor sekolah All sedang berjalan ingin pergi kekantin bersama Kayla, hari ini Rara tidak ikut karena dia harus menjalankan seleksi Osis entah bisa lolos ataupun tidak. All dan Kayla hanya bisa memberikan doa dan menyemangati untuk bisa lolos. Rara masuk bagian osis hanya untuk memperpadat kegiataannya karena dia tidak ingin hidup seperti itu-itu terus ia menyukai hal baru. Karena dulu di masa smp ia tidak lolos menjadi osis.


Hari ini adalah hari ke dua All mengikuti les. Hari ini juga hari resminya Rara terpilih menjadi bagian dari osis dan besok baru bisa mengerjakan tugas-tugas sebagai osis.


"huftt hari ini gue bakalan pulang malem lagi nih"


keluh All ia sedang berjalan menuju tempat les.


Alisha pulang les sekitar jam delapan malam. Sesampainya di rumah ia melihat barang belanjaan yang cukup banyak hampir memenuhi ruang keluarga. Ia tahu siapa yang suka boros seperti itu siapa lagi kalau bukan Ibu tiri. All mendekat kpd semua orang.


"Syaa mamah beliin keperluan kamu nii" Tantri sedang memberikan barang-barang yang tadi ia belikan untuk anak kesayangan


"wahh mah, mamah pinter deh milih yang bagus buat aku" Tasya suka dengan apa yang di belikan oleh mamanya karena itu adalah barang-barang merek kesukaan.


"buat aku ada mah" kini All angkat bicara, ia tidak tahu masih di belikan ataupun tidak. Dari kecil ia hanya mendapatkan barang bekas adiknya itu. Bukankah ini terbalik.


"ada kok mama beliin 2 hoodie buat kamu"Tantri menunjukkan nya.


Alisha tahu barang yang diberikan untuknya tidak semahal barang punya Tasya, namun terselip rasa bahagia di hatinya karena mamahnya ternyata masih ingat dengannya. Disaat All ingin mengambil, di ambil dulu oleh Tasya. Ia ingin melihat kualitas barang yang diberikan mamahnya kepada kakanya. Ia tertawa sinis karena ini merek paling jelek. Dihatinya ia bahagia.

__ADS_1


"ck tnyta lo suka merek rendahan kaya gitu" Tasya berkata sambil melempar barangnya kepada sang kaka. All hanya langsung mengambil dan pergi.


Hendra tau putrinya tidak mendapatkan perlakuan yang adil, hanya saja ia tidak terlalu perduli. Ia menganggap itu masalahnya bukan masalah dia sendiri. Setelah masalah kemarin Hendra sebenarnya memikirkan apa yg dikatakan sang putri, namun na'as egonya terlalu tnggi.


__ADS_2