Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Jatuhnya Rara


__ADS_3

Burghh....


Rara berhasil memgang pergelangan tangan Kayla dan menarik nya kembali ke balkon. Sekarang posisi mereka beruda benar-benar berada di ujung entah siapa yang akan jatuh. All segera menarik Kayla kembali, namun sayang karenanya Rara harus kehilangan keseimbangan dan terjun bebas.


"Kayy gue harap lo bisa hidup bahagiaa" teriak Rara sebelum dirinya benar-benar jatuh.


"Raaaa" pekik kedua orang itu.


Kini All benar mengalami gemetar yang sangat hebat ia teringat saat-saat Kevin jatuh dari tebing dikarenakan dirinya. Sementara Kayla berhasil mengeluarkan air matanya dengan deras.


Ell dan mama Kayla yang mendengar suara benda jatuh langsung saja keluar dan mendapti seseorang sudah tergeletak lemas di bawah. Tanpa pikir panjang mama Kayla langsung menelpon ambulans. Dan Ell berlari keatas untuk segera menyusul kedua wanita yang tersisa.


"All" teriak Ell, dengan raut wajah panik nya.


Ia segera menyambar tangan All dan Kayla untuk segera meninggalkan balkon. Kayla berlari ke bawah untuk melihat tubuh Rara yang terbaring lemas.


"Raaa gue harap lo bisaa bartahan Raa" Kayla memangku kepala Rara di pahanya.


"Raa demii gue, demii nyokap lo, lo harus betahan sampai ambulans datang"


Rara setengah sadar, dirinya terengah-engah. Ia tidak merasakan rasa sakit ditubuhnya seolah-olah lumpuh.


"lagi-lagiii gara-gara All, harusnya All nggk nyamperin Kayla hari inii!!" All benar-benar menyesal ini terjadi kedua kalinya


"nggak bukan lo" Ell berusaha menenangkan diri All


"nggak kakk kali ini benar-benar salah All, bodohhh" ia memukuli dirinya sendiri.


Kenapa penyakit panik nya harus kambuh saat sedang menolong kedua sahabatnya itu. Jika saja tangan nya sigap maka ia bisa menarik kedua orang itu bersamaan.


"aghhhh dasarr bodohh"


"harusnyaa tangan gue nggak geterrr" lagi-lagi All memukuli tangannya sendiri.


"loo itu manusia All, lo bukan superhiro"

__ADS_1


"lo mana mungkin bisa nyelametin dua orang sekaligus"


"bahkan gue aja belum tentu bisaa All"


"nggk kakk, kalau ajaa tangan All nggk teledorr pasti Rara nggak bakalan jatuhh kakk"


"hikss hikss hikss..."


Ell bingung dengan cara apa lagi ia akan menjelaskan kepada All, ia sudah terlanjur menyalahkan dirinya sendiri.


Selang beberapa menit akhirnya ambulans datang, sudah banyak sekali orang yang mengerumuni halaman rumah Kayla. All juga memberanikan diri untuk melihat keadaan Rara.


"inii semua gara-gara loo!!" hardik Kayla


All sekarang menerima semua cacian yang di berikan oleh Kaylaa. Ia hanya terdiam lemas tak berdaya. Kayla bangkit dari tempatnya dan segera menghadap kepada All.


"loo ituu pembawa siall" Kayla menujuk jarinya tepat dihapan All. All hanya tentunduk tanpa berniat membalas.


"kanpa lo harus hidupp haaa!!" Kayla mulai memukuli pundak All


All berusaha agar tidak membalas apa yang di lakukan oleh Kayla. Ia tau sekarang dirinya sedang tersulut emosi. Dan yang dikatakannya memang benar ini semua terjadi karena nya.


Ell membawa Kayla jauh dari All, ia tidak mungkin diam saja melihat All terus-terusan dipukuli. Walaupun All membiarkannya namun Ell tidakk.


"lepasinn guee!!"


"guee mau balas dendamm" hardik Kaylaa


Dan benar ternyata selama ini Kayla menyimpan rasa dendam kepada All, namun ia terusan menutupi dan beranggapan bahwa waktu itu bukan salah All maupun Rara. Ia sebenarnya sahabat yang baik. Namun karena kehilangan satu orang ia jadi kehilangan jati dirinya. Kayla seolah-olah lupa siapa itu Alisha. Ia sudah tidak memikirkan persahabatan mereka lagi.


Sekarang Kayla sedang berada didepan ruang UGD, ia menunggu operasi Rara. Sementara All sedang berada diruangannya sendiri. Karena ia juga harus konsultasi dengan dokter atas penyakit nya itu. Ia ingin sekali menghilangkan traumanya dan penyakit panic attack nya itu.


Sudah ada satu jam berlalu Kayla tertidur dibangku begitupun Ell juga tertidur di ruang All.


All pergi untuk melihat kondisi Rara. Ia melihat beberapa dokter sedang sibuk kesana kemari didalam ruangan.

__ADS_1


"loo ngapain kesinii" tnya Kayla yang terbangun


"mau ngedoa in biar Rara cepet mati? IYAA!" Kayla mengatakan dengan penuh penekanan


All mengembuskan nafas, ia tidak beniat lagi untuk berantam dengan Kayla dan menjawab semua ocehannya.


"kenapa lo ngk bisa percaya sama gue?" rintih All


"karena gue ngeliat sendiri dengan mata kepala guee!!"


Sebenarnya yang Kayla lihat hanya sedikit sentuhan tangan All saat akan berusaha untuk menggapai Rara. Namun Kayla menganggap bahwa saat itu adalah dorongan untuk menjatuhkan bukan untuk menolong.


"tapiii Kayy..."


"bisa ngk sekali lagi aja lo percaya sama gue" All mengatakan dengan suara lirihh


"haaa?"


"lo bercanda, muak gue sama loo"


"sekarang gue udah tau, emang bener kata mereka semua masalah itu berawal dari lo" ucap Kayla.


"harusnya dari awal gue ngk kenal sama lo"


Jlebb kata-kata itu bagaikan pisau yang menembus hati All.


Seburuk itukah ia dimata orang lain?


Setidak pantaskah dia hidup didunia inii?


Dan setidak beruntungnya dia dilahirkan kedunia iniii.


"jika aku bisa memilih, maka aku ingin pergi ketempat dimana tidak ada satu orang pun agar mreka tidak terkena sial karena ku" batin All


"kalau gitu All pamit duluan Kayy" ia berjalan menjauhi ruangan itu

__ADS_1


"siall mulut guee" Kayla mengerutu sendiri, ada sedikit rasa kasihan kepada All


__ADS_2