
Pagi ini Lea tidak berangkat sekolah bareng sama Roii, Roii mengatakan ia akan telat berangkat jadi Lea memutuskan untuk berangkat sendiri.
Dikelas Lea melihat bahwa Roii sedang asik bertukar pesan dengan seseorang sampai-sampai ia tersenyum. Teman Lea yang melihat pun membicarakan nya dengan Lea namun Lea menanggapi dengan positif.
Saat istirahat Lea melihat ternyata pesan itu dari Rara mantannya mereka tidak bertukar pesan di watsapp namun di instagram. Lea tidak mau kepo ia mengabaikannya.
Lea adalah sosok orang yang memendam semua sendiri ia tidak suka merepotkan orang lain hanya karena ceritanya.
"Leaa" pekik teman sebangku Lea, lalu Lea hanya menengokkan wajah.
"Lee, kenapa ngk ada cowo yang cukup dengn satu cewe?" tanya Nayaa teman sebangku Lea
"ada kok, ituu sii Roii" jawab Lea
"ginii Leaa, sekalipun ada dia cuma pinter buat nyembunyiin perasaannya sendiri"
"dia bisa mencintai dua orang sekaligus, satu yang ngk bisa dilupain satunya yang selalu adaa" ucap Naya
"ngk boong" elak Leaa.
Waktu pulang sekolah Lea mendapatkan informasi dari temannya bahwa ia melihat Roii sedang bersama wanita lain. Lalu Lea memintanya untuk memfoto mereka berdua, sesuai dugaan dia itu Rara. Pantas kenapa pesan dari nya tidak dibalas dan dia hanya berkata sibuk.
"gue tau yang salah itu keadaan bukan lo Roii, lo baik" Lea masih dengan pikiran positif nya.
"lo pasti masih mikirin gimana perasaan gue"
Dan sampai akhirnya Lea mengetahui bahwa Roii kembali lagi dengan Rara. Lalu pulang sekolah hari ini ia mengadang Roii agar mau bicara dengannya sebentar saja.
"Roii" panggil Leaa, lalu Roii melepas kembali helm yang sudah dipakainya.
"lo kenapa" tanya Lea tanpa basa basi
"maksud lo"
"bilang aja lo bosen sama gue" kini Roii udah tau kemana arah pembicaraan lalu Roii memilih untuk turun dari motor.
"ngk, gue cuma butuh waktu buat sendiri" bohong Roii.
"ngk usah bohong gue tau semuanya" kata Lea namun Roii hanya mengangkat alisnya.
"tau tentang apa"
"Roii gue mau kita udahan" terang Lea
"salahh gue apa"
"ngk ada, cuma gue yang terlalu ngarep sama lo" jujur Lea, ternyata ucap temanya waktu itu benar.
"Leaa ngk ada angin ngk ada ujan, dan lo minta kita putus gitu aja" ucap Roii
"lo ngk mikirin perasaan gue sma sekali?"
"wht?" Lea sedikit mengukir senyum. Lea terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan.
__ADS_1
"lo jelasin dimana salah gue!!" tegas Roii.
"lo mulai slow respon dengan keadaan gue"
"Lea tolong ngertiin gue, gue sibuk"
"sibuk ngurusin mantan mu? iyaa!!" bentak Lea
"bukan gitu"
"Roii gue udah sabar dengan semua sikap lo"
"lo tauu gimana janji lo kemaren-kemaren buat ketemuan sama gue tapi lo lebih milih Rara dari pada gue?"
"tapi dia lebih butuh" tegas Roii
Lea kicep dengan jawab Roii.
"lalu gue di mata lo apaa Roii" suara Lea mulai gemetar.
"Roii gue selalu memaklumi semua kesibukan lo"
"gue berusaha ngertiin lo"
"gue ngk pernah buat salah sama lo, tapii kenapa loo dengan mudahnyaa hikss.. hikss..." Lea memberhentikan ucapnny lalu mulai menangis.
"Lee gue jujur waktu itu gue ketemu sama Rara, tapi kita ngk ada hubungan apa-apa "
"gue tau alasan lo kenapa ngk pernah online di watsapp"
"karena lo udah lebih nyaman kan cht di Instagram lo"
"Leaa gue ngk pernah cht lebih dari sekedar tanya kabar"
Lea semakin geram semua yang ia katakan selalu ada jawabannya. Padahal Lea melihat sendiri dengan mata kepala nya bahwa Roii itu nyaman jika berada didekat Rara dari pada dirinya.
"lo ngk usah egois, mencintai dua orang sekaligus"
"gue mau lo merenungi semua kesalahan lo" ujar Lea
"mulai sekarang jangan hubungi Lea dulu"
"gue mau kita break dulu, jalani kegiatan kita masing-masing"
"gue ngk mau" tegas Roii
"atas dasar apa kita harus break?"
"karana Lea mau Roii merenungi kesalahannya sendirii!!!" Lea meninggikan suaranya satu oktaf.
"gue emng egois, gue nggk bisa ngelupain masa lalu gue" ucap Roii
Seakan tidak mau salah disini. Roii menepis semua pertanyaan dari Lea. Dia lupa jika dia ingin menghindar dari Lea dan. kembali bersama Rara. Tapi kenapa malah mulutnya bilang tidak ingin pisah. Jujur memang ada rasa sayang dan nyaman ketika bersama Lea tapi tidak senyaman Rara.
__ADS_1
Lea semakin terisak, kata-kata nya masuk kedalam hati Lea bagikam pisau lalu selama ini ia dijadiakn pelampiasan oleh Roii. Lea tau ia orang yang biasa saja tidak secantik masa lalunya apa lagi sepintar dirinya. Roii berhak memilih yang lebih sempurna untuk dijadikan pasangan.
"lalu gimana sama perjuangan gue buat menata diri agar sempurna dan bisa bersanding bareng lo!??" batin Lea.
"harusnya gue sadar diri dari awal" ucap Lea
"gue emng ngk pantes buat lo Roii"
"maafin gue Lea, tapi gue juga sayang sama Rara" jujur Roii
"jadi udah ada keputusan sekarang kita akhiri aja hubungnnya dari pada saling nyakitin satu sama lain"
"Lea pamit" akhir Lea
"semoga keputusan hari ini ngk jadi penyesalan buat Roii"
"gue minta maaf Lee, sama perlakuan gue ke lo" teriak Roii
Sementara sekarang Leaa sedang berlari dipinggir jalan dengan tetesan air matanya.
"gue brengsek" batin Roii
Sampai rumah Lea langsung membanting dirinya kekasur ia menangis sedu dibawah bantall.
"loo bodoh Leaa"
"harusnya lo sadar darii dulu"
"lo ngk sesempurna masa lalunya, lo ngk ada apa-apanya"
"lo ngk pantes buat Roii"
Lea memukul-mukuli kasurnya hingga semua bantalnya berantakan.
"harusnyaa gue sadar diri, harusnya gue ngk usah baper sama kata-kata Roii dari awall. Siall!!" pekik Lea
"jadi selama inii gue cumaa" bibir Lea bergetar.
Roii tidak tahu bahwa selama ini Lea berusaha mengunci dirinya agar tidak memcari laki' lain. Ia berusaha setia dengan satu orang dengan dalih orang itu juga setia dengannya.
"brengsekk semua laki-laki ituu cumaa mulutnya aja yang maniss ujung-ujungnya nya cuma nyakitinn doanggg" teriakk Lea dikamarnya. Ia mulai menggila dengan teriakkannya. Ia berharap lenyap seketika dari muka bumi ini.
"semua kenangan kita berdua ilang gitu aja" Lea membanting bingkai yang berada disebelahnya terdapat foto mereka berdua saat sedang dekat-dekatnya.
"jadii, sekarang siapa yang salah. Aku, kamu, atau dia?" Lea semakin terisak membuat kepalanya sakit dan penglihatan nya juga sedikit kabur. Sampai akhirnya tertidur.
Tak pernah terbayangkan oleh Lea akhirnya akan jadi seperti ini, waktu pertama kali mereka dekat Lea berharap bisa jadi obat buat Roii. Namun Lea salah ternyata dia cuma dijaadin bahan singgah sementara sama Roii.
Dan hari ini mereka benar-benar berakhir, ini mimpi buruk bagi Lea tapi entah bagi Roii. Sebenarnya ada rasa penyesalan bagi Roii, tapi ia tidak ingin bimbang lagi. Ia mengakui bahwa dengan Rara ia bisa lebih nyaman dari pada Lea.
"maaf" batin Roii. Ia belum sempat mengatakan kata itu dengan tulus didepan Lea. Ia tau ia pengecut ia tidak seberani Lea yang bisa mengungkap perasaannya sendiri dengan lantang didepan mereka berdua. Sementara Roii hanya bisa mengatakan didalam hatinya tanpa berucap.
Mulai hari ini Lea akan berusaha hidup tanpa ada Roii, sama seperti kehidupan sebelumnya. Dimana dia seorang gadis yang suka menyendiri dan gemar membaca komik serta menonton anime. Semenjak kenal Roii dia jadi punya banyak teman tapi ia tidak menginginkan itu lagi. Semua dunia terasa hampa dan ia ingin sendiri lagi
__ADS_1