
"berita bagus" ucap seorang gadis
"sayang cuma sehari, dan sekarang beritanya udah di blokir" jawab temannya
"kita tunggu berita selanjutnya" Mereka berdua bersulang
"gimana kerjaan kamu?"
"gue baikk Lenn, ternyata kerja di kantornya pak Hendra gajinya ngk main-main"
"ohh, yaaa gue jadi tertarik deh Rinn"
Hari libur ini Vallen dan Rina sedang ngopi di kedai favorit, sambil menunggu kedatangan dua orang lagi yaitu Kayla dan Rara.
"haii kakk" sapa Rara, dan mereka berdua segera duduk.
"gimana kalian berdua"
"baikk, sebentar lagi kita mau lulus" jawab Kayla
"lo berdua ada rencana apa?" tanya Rina
"kita mau kuliah" jawab Rara
"wah hebatt, jurusan apa kalian" tanya Vallen
"dokter" jawab Rina
"kalo gue hukum" ucap Kayla
"semangat yaa" kata Rina
Setelah berbincang sebentar, entah dari mana pembicaraan mereka menjadi berbelok untuk membicarakan masalah Alisha.
"gimana lo masih suka Elgara" ledek Rina kepada Vallen.
"gue jadi penasaran, siapa yang jadi tunangannya Ell dehh" ucap Rara.
"ngk mungkin juga Alisha" sela Kayla
"yah secara dia aja melawan keluarga sendiri" jawab Rara.
"mana mungkin menang" ucap Rina dengan tawanya.
"gue jadi kasian" ucap Vallen membuat mereka semua terdiam.
Kayla dan Rara tidak merasakan apa pun saat membicarakan tentang All seolah mereka memang sudah tidak perduli.
Sorenya Tasya dibawa pulang dari rumah sakit, hari ini dia senang pertama kalinya Ell perhatian terhadapnya. Sepulang ini juga satu keluarga sudah berencana agar malam harinya membahas tentang acara pertunangan Tasya dan Elgara.
Sementara All masih terbaring lemah, dirinya tidak mendapatkan perawatan terbaik. Padahal luka All dan Tasya parah All namun Tasya yang mendapat perawatan VIP sementara All dirawat dengan obat seadanya dikamar.
All juga tidak tahu tentang rencana pertunanngan adiknya dengan seseorang dihatinya itu.
Malam harinya mereka sudah memutuskan untuk mengadakan acara pertunangan pada hari esok tepat dimana hari aniversery Hendra dan Tantri. Jadi acara akan meriah, disisi lain juga All belum sadar ia masih betah untuk memejamkan mata.
FALSHBACK
"jika kamu tidak menyetujui keputusan ku, maka kau akan melihat dia disiksa didepan matamu" ucap Ratna kepada Ell
Ell tahu siapa yang dimaksud oleh nenek itu. Entah apa yang sekarang sedang dialami oleh All, ia tidk mau jika All tersiksa lebih dari ini.
__ADS_1
"jika kau mencintainya, maka pergilah dari kehidupannya"
Itu yang dikatakan nenek Ratna kepada Ell. Mereka bertemu saat Ell sedang menjenguk Tasya tadi. Karena Elgara tahu jika ia menolak maka All akan dalam bahaya. Bisa-bisa All tersiksa setiap detik oleh neneknya sendiri.
"maafin gue All, gue ngk bisa nepatin janji gue ke lo" batin Elgara
AT THE MOMENT
Seharian penuh keluarga Tasya menyiapkan segala sesuatu untuk pesta malam ini. Pesta akan diadakan dihalaman rumah Hendra. Walaupun tirak cukup luas namun itu cukup untuk sekitar 100 tamu lebih.
Tasya juga sibuk mencari gaun couple untuk dikenakan nya malam ini bersama dengan Elgara. Begitu juga dengan Tantri yang sedang memilih baju couple untuknya dan suaminya. Sementara Aksara terus saja bersama dengan baby sisternya.
"akhirnya" batin Tasya
Malam ini Tasya juga mengundang Kayla dan Rara untuk datang, selain itu ternyata Rina dam Vallen juga ikut datang menyaksikan. Entah sejak kapan mereka menjalin hubungan. Intinya Tasya telah menggantikan posisi All.
Acara segera dimulai mereka semua dengan wajah bahagianya, tidak ada wartawan disisni karena Hendra tidak mengijinkan nya. Namun mereka tidak mengingat ada satu gadis yang masih terbaring lemas di kasurnya.
Pikiran Ell sedari tadi kacau, ia tidak dapat menemukan All dimana pun. Ia takut All akan dikurung agar tidak membuat keributan. Begitu juga Rindi dia sedari tadi juga mencari keberadaan All.
Rindi berdiri dari tempatnya, ia berjalan menuju rumah Hendra entah apa yang membawanya. Ia terasa saat ini ada seseorang yang sedang menuntunnya untuk menemui seseorang. Hingga ia berhenti didepan kamar usang, lalu Rindi membukanya dan mendapati seorang gadis sedang tertidur disisinya juga terdapat seorang wanita paruh baya yang sedang menjaganya.
"All?" Rindi bertanya-tanya lalu dirinya mulai melangkah masuk.
Seperti dugaannya gadis yang sedang terbaring lemah itu adalah Alisha. Bibi Siti terbangun karena langkah kaki seseorang yang mendekat.
"nyonyaa" sapa bi Siti
Lalu Rindi mengkode agar bibi pergi keluar dan membiarkan mereka berduaan. Bibi paham dan segera bangkit dari kursi.
"Alll" panggil Rindi pelann
"Alishaa" panggilan keduanya, namun tidak ada jawaban.
"maafin aku Vinn, aku ngk becus njagain anak kamu" rintih Rindi
Lalu Rindi mengusap lembut dahi All, dan menciumnya agak lama.
"maafin mamah ya All" Rindi menggegam erat tangan All. Berharap gadis itu baik-baik saja.
"walaupun bukan kamu mantu mamah, tapi kami tetep anak mamah All" ucap Rindi.
Seolah All tahu apa yang dibicarakan oleh Rindi ia juga ikut menitihkan air matanya. Rindi mengusap dengan halus lalu segera keluar dari kamar Alisha itu. Ia tidak tahu jika kamar All itu hampir mirip dengan gudang dirumahnya. Betapa kasihannya dia, kenapa harus lahir didalam keluarga seperti itu.
"bii aku mohon padamu, tetap lah disampaing Alisha" ucap Rindi
"baik nyonyaa" jawab bibi lalu ia segera masuk.
Bibi mendapati All sudah sadar, ia sedang duduk ingin berdiri dari kasur dan keluar.
"nonn Aliss" pekik bibi
"All ngk apa-apa"
"mau kemana?" tanya bibi
"All cuma mau ke balkon" ucap Alisha, lalu bibi mengantarkan All ke balkon dimana dia bisa melihat semuanya dari sana.
Karena acara yang diadakan ditaman dan kamar All juga dekat dengan taman maka dia dapat melihat apa yang terjadi diluar ditambah acara itu terbuka tidak ada penutup diatas nya.
Saat itu juga All mendengar sumpah dari Elgara kepada Taysa, seketika membuatnya kaki All lemas. Ia tertunduk lesu, ia hanya berharap ini adalah mimpi panjangnya.
__ADS_1
Lalu ia kambali berdiri untuk memastikan masih tidak percaya ia akhirnya menghantamkan tangannya pegar balkon. Dan itu berdarah, kini ia menitihkan air matanya kembali.
"kak Ell bohong" gerutu All
"kanapa?? semuanya perlahan pergi dari All??"
"kenapa ngga ada kebahagiaan buat All"
"apa All benar-benar ngk berhak buat bahagiaa" All terus saja manangis.
Bibi sedari tadi diam All sudah bilang dia tidak ingin diganggu maka bibi memilih menunggu sambil melihat All agar dia tidak melakukan hal gila.
"All cuma pengin kak Ell disampil All"
"selama jadi rumah buat Alll" ia menangis pilu.
Lalu All duduk dilantai balkonnya. Ia menyembunyikan tanggisannya agar tidak terlalu keras. Ada seseorang yang melihat All dari bahwah sedari tadi ia memperhatikan All.
"ini belum seberapa" gumamnya lalu tersenyum devil.
Setelah acara selesai, All masih terduduk diteras ia tidak bergerak sama sekali.
"kenapa gue lahirr??" ucap All
Lalu seseorang mendekati All perlahan. Lalu mengulurkan tangannya. All mendongak melihat siapa yang mendatanginya. Setelah dilihat lalu All menjulur kan tangan dan segera berlari kepelukannya.
"mahhh, All ngk kuat" ucapnya pada Rindi
Rindi mengelus kepala All yang sudah dianggap anak gadisnya sedari kecil.
"ngk kamu itu perempuannya kuat, mamah yakin suatu saat nanti kamu bertemu sama orang yang benar-benar bisa menghargai kamu sayangg" Rindi berucap sambil menghapuskan air mata All.
All hanya mengangguk dengan ucapan Rindi. Rindi bicara banyak kepada All, ia ingin membuktikan bahwa dunia itu luas. Suatu saat nanti ia akan bertemu dengan kebahagiaannya.
Sementara itu Elgara pamit untuk kebelakang, ia sebenarnya ingin mencari All. Lalu sampai lah ia di kamar All dan menemukan dua orang yang dia cintai sedang mengobrol ringan.
"All" panggilan itu sukses membuat dua orang yang sedang fokus berbicaralah jadi menjeda pembicaraan.
All terdiam dengan panggilan Elgara, sejujurnya ia sedikit kecewa dengan keputusan Ell. Namun karena Rindi telah menjelaskan tadi, rasa kecewanya sedikit menurun.
"lo marah?" tanya Ell
All hanya menggeleng perlahan, lalu menatap wajah Ell sambil tersenyum.
"All ngga nyalahin kak Ell kok, cumaa ini salah keadaannya aja" ucapnya.
Lalu Ell mendekat kepada All dan mengacak-acak rambut All, dan segera pergi dari sana. Ell membiarkan kedua orang itu melakukan aktifitas nya lagi.
"pernikahan mereka berdua akan diadakan 2 tahun lagi menunggu nona Tasya lulus dari sekolahnya" itu pengumuman dari mc.
Tasya masih kelas 1 SMA jadi usianya belum matang, maka dari itu mereka hanya bertunangan masih ada 2 tahun lagi untuk menjalankan pernikahan.
Pesta malam ini sangat meriah, namun tidak bagi Ell dan Rindi. Masih ada 2 tahun lagi, dan dalam 2 tahun ini Tasya akan menjadi wanita yang akan menemaninya bukan Alisha lagi.
Setelah pesta itu juga, Ratna pulang lagi kenegaraan dan ia berpesan jika sampai mereka membatalkan tunangan tanpa sepengetahuannya, maka Ratna sendiri yang akan mencabut hak perusahaan milik Hendra dan Rival. Dan ancaman itu sukses membuat keduanya terdiam.
Setelah All tahu sekarang Elgara sudah menjadi milik Tasya maka dirinya mulai menjaga jarak agar tidak timbul fitnah. Kini All juga lebih fokus pada belajarnya dan pekerjaan waktu itu.
2 Bulan berlalu
All sudah terbiasa dengan keadaan ini, dia sendiri sekarang lebih kurus dibandingkan sebelumnya karena dia tidak mempunyai waktu untuk tidur. Siang ia belajar dan malam ia bekerja.
__ADS_1
Setiap harinya All selalu mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk mencapai tujuannya, yaitu membeli rumah sendiri walaupun kecil. Kini ia baru saja mendapatkan 5jt dari penghasilannya. Bukan hanya dicafe ia bekerja ia juga kadang menjual makan ringan dan menitipkan ke warung.
Tidak ada yang tahu apa yang All lakukan, hanya saja Elgara diam-diam mengetahui semuanya.