Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Mencari Informasi dari Temannya


__ADS_3

Ada 3 hari mereka menyelesaikan dan sekarang haru dimana anak kecil itu merayakan ulang tahun dicafe tempat All kerja. Dan All diutus menjadi panitia yang mempersiapkan segela hal mulai dari menu sampai dekorasi.


Beruntung anak itu suka dengan semua hal All dipersiapkan oleh All. Dan menjadikan All tidak mendapatkan kritikan dari karyawan yang lain.


"cuma anak magang udah sok" bisik karyawan lain yang tidak suka melihat All bahagia.


"udahh biarin paling ngk lama lagi dia dipulangin"


Dimana-mana All tingg tetap saja ada orang yang tidak suka kepadanya. Padahal mereka sama sekali tidak mengenal bagaimana All, mereka akan menyesal jika sudah mengenal All itu seperti apa. Mereka hanya mengomentari apa yang mereka ingin lihat, mereka tidak melihat hal baik apa yang dilakukan oleh All.


"kak cantik terimakasih" ucap anak kecil itu setelah ulang tahunnya benar-benar dibuat semewah mungkin oleh All.


All berjongkok untuk menyeimbangi tinggi badan sang anak, dan ia mengeluarkan sebuah kado dari dalam sakunya.


"sama-sama cantik" lalu ia mengenakan kalung ke leher anak itu. Kalung cantik yang bergambar angsa.


Anak itu tersenyum seolah benar-benar suka oleh apa yang diberikan All kepadanya. Lalu ia berjinjit dan langsung mencium All.


"selamat ulang tahun" ucap All.

__ADS_1


Setelahnya All kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa. Rumah yang ia beli agak jauh dari tempat dimana ia harus berkerja. Namun ia tetap bersyukur karena saran dari bos ia bisa menjadi seperti ini tak lupa juga dengan sang ayah berkatnya ia bisa menjadi pembisnis karena setelah ia keluar dari penjara ayahnya sempat memberinya guru pembimbing bukan hanya untuk bisnis tapi pelajaran lain seperti bahasa inggis yang ia kuasai itu juga berkat guru les yang ayahnya perkerjakan untuk All.


****


"bagaimana apa kau sudah menemukan dimana kini anak itu tinggal"


"maaf bos, informasinya masih sama dengan bulan lalu"


"dasar tidak berguna!!!" teriak Tantri.


"selidiki teman-temannya satu persatu"


Anak buah dari Tantri hanya bisa mengangguk dan menjalani tugasnya. Mulai dari Rara dan Kayla mereka menyelediki apa masih berhubungan ataupun tidak. Selain itu mereka juga memiliki informasi bahwa tidak hanya Kayla dan Rara namun juga Rin dan Vallen.


"hanya namanya saja? apa begitu sulit bagi kalian untuk mencari dimana anak sialan itu berada"


"jika bos mau kami akan membawa satu persatu teman anak itu untuk bersaksi didepan bos" ucap anak buah Tantri.


"tidak usah aku akan bertanya sendiri kepada Tasya anak ku!!"

__ADS_1


"jika aku sudah mengetahui dimana dia berada, aku harus memastikan bahwa kalian benar-benar membunuhnya!" ia segera berbalik dan pulang meninggalkan mereka begitu saja tampa diberi uang sepeser pun.


Mau bagaimana pun Tantri akan berusaha mengorek informasi tentang All kepada siapa pun. Ia seperti ingat beberapa hari ini Tasya membawa teman-teman kerumah dan nama mereka seperti familiar ditelinga yang tadi disebutkan oleh anak buahnya satu persatu.


"Tasyaa" panggil Tantri


Tasya segera berlari keluar dari kamar karena panggilan sang mamah.


"kenapa?"


Tantri membawa anaknya kekamar miliknya. Tasya hanya bisa mengekori dari belakang.


"siapa nama teman-teman yang kemarin kau bawa kerumah"


"emm, kak Rara, kak Kayla, kak Rina, sama, kak Vallen"


"kalau begitu biarkan mereka berkunjung lagi besok lusa kerumah"


"tapi ada apa mahh" tanyanya.

__ADS_1


"sudahlah ikuti apa yang mamah katakan" sementara Tasya hanya bisa mengangguk mengiyakan apa kata sang mamah.


Sebelum mereka semua datang Tasya harus benar-benar membujuk mereka agar mau. Karena jadwal mereka sungguh sangat padat, mereka hanya mempunyai waktu tidak lama. Mereka sedang sibuk mengejar karir masing-masing. Sebagai anak muda jaman sekarang tentu mereka harus mengembangkan minat dan bakat agar tercipta banyak sekali pemuda-pemudi yang dapat memajukan tanah air.


__ADS_2