
Pagi ini Ell dan All sudah siap untuk ngedate bersama seharian. Mereka mulai menjelajah wahana yang ada mereka juga menikmati kuliner-kuliner yang sedang populer.
Kayaknya seperti sepasang kekasih orang-orang yang melihat dibuat itu dengan perlakuan Elgara kepada Alisha. Sungguh romantis para gadis yang melihat ketampanan El juga seketika jatuh hati. Begitupun para lelaki yang melihat kecantikan dari Alisha.
"ahhh, aku sungguh iri" keluh seorang gadis yang sedang menikmati hari ini dengan kesendirian.
Kesempatan itu tidak akan ada dua kali. All benar-benar memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin ia juga mengabadikan momen-momen mereka berdua. Mulai dari tempat yang mereka berdua kunjungi juga makanan yang mereka santap.
Acara ini mereka akhiri pada sore harinya. Elgara pulang ke apartemen untuk mengemasi barang-barangnya. All juga ikut membantu dan akan mengantarkan Elgara pergi kebandara malam ini.
"All" panggil Elgara
"yahh" sahut All yang sedang berberes.
"pulang ini gue mau nikah" Ell melingkarkan tangannya ke pinggang ramping milik All
Kata-kata itu masuk kedalam hati All, seperti tersayat pisau hatinya benar-benar hancur. Kini ia benar-benar harus melepaskan Ell untuk menjadi milik orang lain.
"kalau gitu semoga kak Ell bisa bahagia sama Tasya" ucap Alisha dengan suara yang lirih. Ia sedang menahan tangisnya.
__ADS_1
"All gue sayang sama lo" ucapan itu sukses membuat All benar-benar menangis pilu.
Elgara membawa All kedalam dekapannya membiarkan dia melepaskan emosinya saat ini.
"gue harap lo bisa datang kesana" ucap Ell
"gue dikasih tau sama nenek, pernikahan bakal diadakan lusa nanti"
"tapi kak Ell-" All menghentikan ucapannya ia tahu itu hal mustahil. Mana mungkin ia akan kembali lagi ke neraka itu.
"gue mohon" sela Elgara
Sebelum pergi kebandara, All sudah pamit kepada Bobi akan pulang larut karena ia akan mengantarkan kak Elgara terlebih dahulu. Mereka berdua sedang dalam tahap pembelajaran jadi tinggal dari rumah dengan kakek Li.
"gue pamit" ucap Ell sebelum benar-benar meninggalkan All.
"All lo pikir-pikir lagi kemauan gue"
All tidak bergeming sama sekali, ia menatap punggung Elgara yang lebar itu semakin jauh dari pandangannya.
__ADS_1
"di setiap pertemuan pasti ada perpisahan" batin Ell
"namun, seindah apapun perpisahan akan tetap terasa menyakitkan" batin All.
All keluar dari bandara pikirannya kacau ia tidak ingin pulang malam ini. Ia ingin melampiaskan sesuatu malam ini. Dirinya berjalan dari bandara ketempat yang tidak ia ketahui. Perlahan ia memasuki bau menyengat langsung datang ke hidungnya. Tak terasa malam ini adalah kali pertama All menginjakkan kakinya di bar tempat yang kotor itu. Padahal ia hanya sekedar ingin menghilangkan rasa sakit di hati.
Sudah ada beberapa gelas yang Alisha habiskan. Walupun sudah tidak kuat dirinya tetap memaksa untuk meminumnya. Walupun para bartender sudah memberi saran untuk pulang saja dan mengistirahatkan diri. Tapi All bersikeras untuk tetap tidak pulang.
Banyak lelaki sedari tadi yang menggodanya namun hanya didiamkan membuat lelaki itu bidan dan lebih memilih cewe seksi yang sedang mencari itu. Dengan pikiran kacaunya itu all hampir tidak merasakan apapun dihatinya, ia benar-benar telah merasa kehilangan.
"apa ini yang dinamakan kehilangan?" pikir All.
"gue ngga tau rasanya bakal sesakit ini, berarti selama ini yang dibilang oleh Rara bener gue ngga tau apa-apa tentang kehilangan"
"ck pantas saja mereka jadi seperti itu" All menertawakan dirinya sendiri.
"aghh andai gue tau, gue ngga akan ngomong sama mereka buat ikhlas"
Sudah hampir larut malam namun All tak kunjung pulang, ia sedang menikmati dunia malam ini. Ponselnya sedari tadi berdering tetapi tidak diangkat. Sementara Bobi dirumah sungguh sangat khawatir.
__ADS_1
Bartender yang menyadari ponsel wanita ini berdering mengambilnya secara perlahan dan mengangkat telfon. Ia tahu Alisha mungkin sedang ada masalah dan tidak akan memperdulikan ada orang lain yang sedang mengkhawatirkannya.