
All melamun di atap rumah sakit ia kini sendiri, walaupun ingin di temani. Ia merasa tidak enak jika harus membangunkan kak Elgara.
trigg bunyi ponsel All
Ia melihat siapa yang menelfonnya ternyata sang adik.
"Hehh!! apa yang lo buat kali ini" baru saja mengangkat telfon All sudah menerima teriakan yang hampir memecahkan gendang telinga
"maksud lo" tnya All
"nggk usah pura-pura begoo dehh, kita tuh dah tauu si Rara masuk rumah sakit gara-gara lo? iya kann"
"dasarr sampah nggk berguna"
"gara- lo lagii keluarga kita dicap sebagai keluarga pembunuh" Tasya terus saja melayangkan banyak sekali cemohan kepada sang kaka.
All tau apa konsekuensi jika ia pulang kerumah nanti. Jika saja waktu bisa diputarkan kembali, maka All memilih mengurung diri dirumah seharian dan tidak akan berniat datang ke ruanh Kayla tadi siang.
"pulang sekarangg!!" gertak Tantri, ia merebut ponsel Tasya dan ingin berbicara kepada All
"tapii mahh, aku masih di rumah sakit"
"buat apa lo disituu"
"bisanya cuma nyusahin orang aja!!"
"lain kali nggk usah belagu mau berbuat baik"
"semua yang lo lakuin ituu akan tetap salahh" kini tinggal Tantri yang balik mencemooh All
Tidak tahu harus berkata apa, All sudah biasa ini sudah seperti sanatapan sehari-harinya. Ia biasanya tidak pernah meladeni apa pun yang mereka katakan ataupun memasukkannya ke dalam hati.
"kenapaa semuanya malah jadi balik ke guee" All mulai berteriak di atas roopstops
"agh harusnyaa dari awall gue nggk usah sok perhatian smaa Kaylaa"
"yang ujung-ujungnya bakal jadi kaya giniii"
"hikss hikss, kenapa Tuhan selalu ngk adil sama All bunn"
"All kangen bundaa, All cuma mau sama bundaa, ngk ada yang baik disinii bunn" All merengek sambil duduk jongkok.
"All ngk kuattt"
Ell datang dari belakang ia meletakkan jaket dibahu All dan mengangkat nya.
"disini dingin" ucapnya
__ADS_1
"lo itu manusia kuat All"
"gue yakin bunda lo disana ngk mau anaknya nyerah gitu aja"
"tapii kakk" sela All
"sttt" Ell menempelkan jarinya pada bibir All
"gue ada buat lo"
All tersenyum mendengar penuturan kak Ell, setidaknya masih ada Ell dan juga mama Rindi. Ell membawa All kembali ke ruangannya.
Sementara sekarang operasi baru berjalan setengah. Kayla masih berada diruang tunggu dan juga tertidur karena lelah. Badannya juga butuh istirahat karena kurangnya asupan. Kayla yang sekarang bahkan 2 kali lebih kurus dari yang dulu padahal badannya sangat ideal.
"besok All mau pulang"
"kenapa, gue udah bilang smaa mama buat njagain kamu selama 2-3 hari"
"kakk aku cuma butuh istirahat, lagian aku ngk mau ngebahtah omongan papah"
"udah beberapa hari aku ngk ada dirumah" alesan All
"kalo gitu besok gue minya tolong ke mama buat antar lo pulang"
"gue besok sekolah"
"sekarang tidur" ucap Ell, setelahnya ia segera merebahkan dirinyaa disofa dan mulai memejamkan mata.
****
"Ell bangun" suara Rindi membangunkan Ell
"jam berapa mahh?" tanya Ell
"baru jam lima subuh, sekarang kamu bangun siap- berangkat biar mama yang jaga Alisha"
"makasih mamm"
Setelahnya Ell langsung bersiap untuk pulang ke rumah dan menyerahkan All kepada mamanya. Ada satu jam Rindi membaca koran dan akhirnya All terbangun.
"mahh" panggil All
"All udah bangunn, mau mandi?" tanya Rindi
"iyaa habis itu kita pulang yaa?" pinta All
"makan dulu yaa sayangg" sela Rindi
__ADS_1
"emm okeee"
Sebelum mereka pulang All meminta untuk menanyakan kabar tentang Rara terlebih dahulu. Akhinya mereka berdua bertanya pada dokter yang tadi malam merawatnya.
"jadii gimana dok?"
"kita lihat dalam dua hari ini, jika pasien tidak drop maka tidak membutuhkan sang pendonor"
"tetapii, jika pasien setalah dua hari mengalami drop maka kami harus segera mencarikan pendonor ginjal untuknya" terang Dokter
"kalo begitu saya mau mendonorkan ginjal saya aja gimana dok?" tanya All
"kita liat jika cocok maka anda akan menjadi pendonornya"
"silahkan anda kembali ke sini lagi setalah mendapatkan panggilan dari suster"
"makasih atas informasinya, kalau begitu kami pamit undur diri" ucap Rindi
****
"All, apa yang tadi kamu bilang benar mau dilakuin?" tnya Rindi didalam mobil
"kenapa ngk maahh"
"mamah khawatir kalau nanti ada apa- sama kamuu"
"mamah tenang All ngk selemah ituu" All berusaha menyakinkan Rindi
"All, mamah ngk mau kehilangan kamu"
"mahh All ngk bakalan pergi kemana-mana" Rindi hanya membalas nya dengan senyuman.
Sebenarnya ia ngin sekali mencegah All, namun apa pun yang akan dikatakan. kepadanya jika ia sudah kukuh maka keputusannya tidak bisa diganggu gugat.
Hari ini Vallen dan Rina datang untuk menjenguk Rara. Dan Kayla juga memilih untuk oulang karena merasa. pusing jika terlalu lama menghirup udara ruamh sakit.
"kapan operasinya dinyatakan berhasil dokk?" tnya Vallen
"kitaa tunggu 2 hari dari sekarang"
Setalah Vallen dan Rina mendapat kan informasi mereka segera datang keruangan dimana ada Rara.
"kira- siapa yang mau donor in ginjalnya yaaa?" tnya Rinaa
"gue perduli yang penting ada pendonornya" jawab Vallen
Pada saat All mengajukan agar dirinya sebagai pendonornya ia mengatakan agar tidak memberitahu informasi ini kepada siapa pun termasuk Rara sendiri. Dan dokter hanya bisa menyutujui keputusan itu.
__ADS_1
Satu hari ini berlalu, Rara masih terlihat nyaman tidur. Padahal baru satu hari berlalu mukanya sudah terlihat seperti hantu sangat pucat. Disaat Rara terjatuh perutnya membentur pagar dengan keras. Beruntung bukan jantungnya yang bermasalah namun ginjalnya. Selain itu ia juga mengalami pendarahan dikepalanya.