Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Aduan Dari Taysa


__ADS_3

Minggu ini Ell menjemput All untuk pergi bersamanya.


"All ada bi?"


"sebentar denn" bibi memanggil Alisha, dirinya sebernarnya sudah siap ditngga menunggu kedatangan Elgara.


Namun Tasya tiba-tiba datang dan berada didepan Elgara.


"mauu kemana kakk?" tanya Taysa


"pergi"


Ell tidak melihat apa yang ada didepan ia justru melihat seseorang yang sedang berjalan mendekatinya.


"kakk Tasya ikut dongg"


"aku kan jugaa bosan di rumahh" pinta Tasya yang sama sekali tidak di gubriss.


"kakk" Tasya hampir memegang pundak Ell namun Ell menghindar perlahan.


"ishh, All gue ikut yaa" sekaran ia berpindah meminta ke All. Ini ia lakukan agar diijinkan jika kepada Elagara maka ia benar-benar tidk akn mengajaknya.


"maaf Sya tapi hari ini kita cuma naik motor jadi ngk bisa bonceng tiga" alasan All


"kan dirumah kita masih ada mobil kak" elk Tasya


"tetep ngk bisa kita udah booking tempatnya cuma buat berdua" bohong All, padahal dia tidak tahu akn dibawa kemana.


"ayoo laaa masaa aku ditinggal" rengeknya lagi


All dan Ell diam sebentar, lalu Ell bersuara.


"kapan-kapan" kata Ell


"janji yaa" Ell hanya mengangguk namun tidak berjanji.


Sore ini cuaca cerah All sedang memandang taman bermain anak-anak didepannya. Ini adalah pinta All sebelumnya bahwa ia ingin di bawa ke sebuah taman yang berisikan anak kecil.


Ell memandang wajah ceria All yang sedang asik memandang anak kecil. Sebelumnya All sudah membawa banyak sekali jajan untuk ia bagikan mepada anak kecil.


All mulai mendekati anak kecil ditaman itu satu persatu.


"haiii" sapa All. Seorang anak kecil laki-laki menatap nya dengan tajam.


"kenapa?" tanya All


"cantik" ucap anak kecil itu.

__ADS_1


"makasii, mau jajan ngk?" All menyodorkan satu buah cake.


Anak itu mengambilnya dengan suka rela. Lalu ia berlari kepada teman-temannya dan mulai memberitahu.


"kakk aku mauu" ucap seorang gadis kecil.


Sontak beberapa anak juga mulai meminta snack yang dibawakan oleh Alisha. Sementara Elgara melihatnya dari jauh.


Satu ibu-ibu datang untuk menjemput anaknya.


"sinii, ngk usah deket-deket sama wanita itu"


"dia jahat" ucap wanita paruh baya.


Anaknya hanya menurut namun masih memegang jajan yang di berikan oleh All. Sayangnya satu persatu anak di ambil oleh ibu mereka dengan alasan yang sama. All tidak masalah yang terpenting apa yang dia inginkan hari ini terwujud.


Ell memegang tangan All dari belakang.


"ada guee" Ell mungkin berfikir bahwa All sakit hati karena tidak ada orang yang mengakui keberadaannya.


"gue tau kok"


"kak All jangan ninggalin All yaa"


"iya itu janji gue"


Sementara Tasya sekarang dirumaj sedang menngis karena dirinya tidak diperbolehkan ikut bersama All dan Ell.


"Tasyaa ngk mau makann!!" bentaknya kepada bibi lalu menepis piring yg dibawakan oleh bik siti.


"bik siti pergi ajaaa, urusinn tuh All" bentak Tasya


"kenapa sayang" Tantri datang kekamar sang anak kesayangan


"mahhhhh" rengek Tasya sambil menunjukkan muka memelas.


"kenapaa?" Tantri mendekati Tasya dan mengelus kepalanya.


Lalu Tasya bercerita apa yg terjadi tadi bahwa dirinya ditinggal oleh All padahal dirinya sudah diperbolehkan ikut bersama All dan Ell. Tasya pintar berbohong sejak kecil. Itu ia lakukan untuk mendapatkan perhatian dari Hendra, sayangnya bohongnya itu tidak terlalu digubris dan akhirnya ia keterusan untuk berbohong sampai saat ini.


"tunggu dia pulang" tegas Tantri


Sore ini All pulang sudah disambut oleh Tantri yg menunggu nya dari tadi di ruang tamu.


"sini kamu!!" pekik Tantri


All mendekati mamahnya perlahan.

__ADS_1


"kenapa mahh" tanya All.


"bisa ngk kamu ngk usah bikin masalh sehari aja"


"kamu itu kakak harusnya sadar sama posisi kamu sendiri"


"maksud mamah"


"ngk usah nge less, sekarang saya minta kamu jauhin Elgara mulai dari hari ini!!" tegas Tantri


All bingung kenapa sekarang hubungan nya dengan Elgara harus meregang hanya karena hari ini keluar bersamanya.


"saya akan menjodohkannya dengan anak saya Tasya, jadi kamu ngk usah berharap lebih sama hubungan kalian berdua"


All mengerutkan keningnya ia juga sedikit sakit hati kenapa perlahan-lahan orang yg ia sayangi harus pergi dari hidupnya.


"tapi apa salah All?" tanya All


"ngk usah banyak tanya, Tasya sudah lama menginginkan Elgara. Dan yg pantas bersanding dengan Ell hanya Tasya"


"keturunan murni dari keluarga Wijaya sementara kamu hanya ank dari selingkuhan ibumu!!" hardik Tantri


"mamah boleh tidak mengakui ku tapi ibu ku tidak sehina seperti apa yg mamah katakan" balas All.


"kamu tau apa tentang masa lalu ibu"


"dia adalah wanita licik dan kampungan yg tidak berpendidikan!!"


"bunda ku tidak seperti apa yg kau katakan!!" tegas All dia meninggikan suaranya


"berani sekali kamuu" Tantri menunjuk muka All


All diam dia tidak ingin melanjutkan perdebatan ini dia sudah muak dengan omongan mamahnya itu setiap hari dan sudah menjadi santapan sehari-hari.


"All males debat sama mamah, lagi pula itu ngk penting"


"aku akan mempertahankan apa yg akan menjadi milikku" tagas All.


"ALISHAA" satu tamparan mendarat dipipi All dan teriakan kares disamping telinga.


"jangan melawan kata-kata atau kau akan tau akibatnya"


"bagus kau sudah melakukan apa yg kau mau sekarang biarkan aku istirahat" lirih All


All berbaring dikasur dengan menatap kosong langit-langit kamarnya.


"gue harap kak Ell selamanya milik gue" batin All

__ADS_1


Sebenarnya All juga takut jika kal Ell benar-benar akan dinikahkan dengan Tasya sementara dirinya mulai mencintai Elgara. Ia tidak rela jika harus berpisah dengan Elgara. Ia sudah muak kehilangan orang yg ia sayang dari kecil.


__ADS_2