
Sekarang juga Jack sedang mencari cara agar bisa menghubungi nyonya nya itu. Ia juga sedang mencari alasan agar si nyonya percaya dengan kata-kata nya. Ia mencari cara agar polisi mau meminjamkan ponsel untuk menghubungi Tantru walau sebentar.
"aku mohon pak"
"apa benar keluarga mu tidak dinegara ini?" tanya pak polisi.
"benar, saya adalah orang luar. Saya akan menghubungi keluarga saya sebentar saja" mohon Jack.
Polisi bimbang dengan apa yang dikatakan oleh Jack. Apakah penjahat mempunyai sebuah keluarga pikir polisi itu dan penjahat mana yang masih memperdulikan kabar dari keluarganya. Namun akhirnya pak polisi tetap membiarkan dia bicara dengan sang keluarga walaupun hanya beberapa menit.
"saya berada di sel sekarang" ucap Jack dengan nada pelan agar sng polisi tidak mendengar percakapan mereka.
"bagaimana bisa"
"lalu bagaimana dengan Alisha"
"apa kau sudah bisa membunuhnya" tanya Tantri berturut-turut.
"justru saya dipenjara karena saya berhasil membunuh target" jelas Jack
"lalu kenapa kau bisa dipenjara apakah kau tidak kabur pasca setelah membunuh"
"atau kau bermain kurang rapi?"
"saya hanya sedang sial, ternyata ada kamera cctv yang memperlihatkan wajah saya" bohongnya
"apakah polisi itu tahu alasan kenapa kau ingin membunuhnya?" tanya Tantri lagi.
"tidak sebisa mungkin aku menyembunyikan dan tidak akan menyeret mu kesini"
"bagus terus tutupi kebenaran, jika sampai kau menyeret ku masuk ke sel maka akan ku buat menyesal kau hidup didunia ini"
"dan pastikan Alisha memang terbunuh, jangan sampai suatu hari nanti aku melihatnya masih hidup"
__ADS_1
Jack terdiam, bagiamana jika suatu hari nanti All berada tepat dihadapan Tantri. Ia tidak bisa membayangkan jika disaat itu juga Tantri menyuruh anak buahnya yang lain untuk segera membasmi seluruh keluarganya.
"kenapa kau terdiam!!" bentak Tantri
"ahh, akan ku lanjut lagi memberikan informasi kepada mu. Waktuku sudah habis" sela Jack dan dia segera menutup telfon sepihak.
Ada rasa tidak nyaman di hari Tantri, ia merasa sedang dibohongi namun disisi lain juga ia senang mendapatkan kabar bahwa All sudah tiada. Ia berharap Jack tidak membual tentang apa yang dilaporkannya.
Sebelum Jack pergi keluar negeri menyusul All, Jack dan Tantri sudah membuat kesepakatan bahwa jika sampai terjadi apa-apa kepada Jack, Jack hanya meminta satu permintaan yaitu biayai anak-anaknya sampai lulus sekolah setelah itu berikan mereka pekerjaan yang layak.
Hanya dua anak yang dimiliki dan mereka semua sudah besar, yang satu hampir lulus dan yang satu baru mau masuk ke SMA. Itu membuat Tantri untung makanya dia mau membiayainya. Juga uang yang di berikan kepada keluarga Jack tidak besar hanya 5jt perbualan. Sementara jatahnya dari sang suami melebihi 20jt perbulan. Belum uang anaknya yang diberi blackkard oleh sang nenek didalamnya berisikan uang yang tiada habisnya. Kecuali nenek sudah tidak ada baru lah kartu itu akan dicabut.
Dipikirkan Tantri terlintas ide yang jahat, ia tidak mungkin amanah dengan perjanjiannya kepada Jack beberapa waktu lalu.
"biarkan mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah, lagi pula mereka keluarga miskin seharusnya mendapatkan semacam bantuan jika mengenai pendidikan" pikir Tantri
"All sudah tewas dan itu sudah cukup bagiku" batin Tantri seraya tersenyum kemenangan
"aku cukup beruntung untuk lahir didunia ini!!" sombongnya.
"gue mau besuk Jack dulu" pamit Bobi
"ehh gue ikut dong"
"ngk usahh" sela Bobi
"siapa lo ngatur gue" cetus All
"dibilang ngk usah ngerepotin tau ngk, udah ngk bisa jalan yang bener lagi" ejek Bobi
"kan gue abis kecelakaan" kesal All
"makanya lo itu cuma butuh istirahat bukan keluyuran" ucap Bobi seraya menyentil jidat kecil milik All.
__ADS_1
"sana masuk ngk mungkin juga gue anter sampe dalem kamar" setelahnya Bobi meninggalkan All yang masih berdiri bengong di depan rumah miliknya.
All tersenyum sambil menyentuh jidat yang tadi disentil oleh Bobi ia dejavu dengan perlakuan itu. Itu mengingatkannya kepada Elgara.
"ngomong-ngomong kak Ell lagi apa ya" pikir All.
Ia mengambil benda pipih miliknya disaku dan mulai mencari kontak milik kak Ell. Ia berniat menghubunginya karena sudah lama mereka tidak berhubungan.
"All kangen" bantinnya.
Ada satu menit All menunggu kak Ell untuk menjawab telfon darinya. Dilayar tertera tulisan berdering namun tak kunjung diangkat.
"sibuk?" pikir All
Namun saat All ingin mengakhiri tak disangka kak Ell ternyata menjawabnya.
"hallo" sapa Ell dengan suara beratnya, seperti seorang laki-laki yang baru bangun dari tidurnya.
Sebelum menjawab jantung All berdetak tak karuan mendengar suara yang sudah lama tidak ia dengar.
"kak Ell"
"kenapa All, lo ada masalah disana?" tanya Ell
"ngga ada kak, All cuma pengin tau kabar kak Ell aja"
"ngga ganggu kan?" ucapnya ragu
"ngga, gue baru bangun kayanya kesiangan"
"kenapa bisa, kak Ell kecapean?"
"iya, akhir-akhir ini gue selalu lembur" jawab Ell
__ADS_1
Dan mereka melanjutkan percakapan hingga beberapa jam. Saling bercerita tentang apa yang dialami masing-masing. Namun All tidak menceritakan hal-hal yang membuat All harus kesusahan akhir-akhir ini. Ia hanya menceritakan sisi baiknya saja. Begitu pun dengan Elgaraa membuat hati All tenang disini. Ia harap kak Ell tidak kesusahan karena Tasya ataupun ibu Tirinya.