
Sudah hampir satu bulan All home schooling bersama guru barunya. Jujur gurunya ini ketat membuat All agak lelah untuk terus belajar. Ia hanya tertarik dengan satu pelajaran bukan semuanya. Satu jam satu mata pelajaran dan ia sehari mendapatkan jadwal belajar selama 8 jam dari pagi hingga siang hari.
"hutff, sebulan ini gue ngk pernah keluar" gerutu All
"gimana yaa kabar kak Ell" All memanyunkan bibirnya, ia ingin keluar tapi tidak mungkin diperbolehkan.
Jadi dia hanya bisa menghubungi lewat handphone itu pun jarang karena Elgara sekarang sedang sibuk menata diri untuk menjadi sang pewaris.
Seorang anak kecil masuk kedalam kamar All. Ia berjalan terhuyung-huyung ke arahnya sambil menampilkan senyum lebar di bibirnya.
"Akasaa" panggil All antusias, ia tidak pernah dekat dengan Aksara selama ini. Karena Tantri tidak pernah mengizinkan sang anak sampai dipegang oleh All.
All mendekati Aksara perlahan ia tidak mau menakutinya. Aksa juga terus mendekat All secara perlahann. All takut jika ia akan jatuh, lalu setelah Aska sudah berjalan hampir dekat dengan All ia manangkap anak kecil itu dan membawanya kedalam dekapan.
Sementara bibi sedang bingung, ia melihat Aksara sudah tidak ada di ruangannya. Pintunya terbuka lebar, bibi takut jika terjadi apa-apa padanya maka dia lah yang akan tamat riwayatnya.
"denn Aksaa" teriak bibi
"Aksaa dimana bi?" tanya Tasya
"lagii di cari nonn"
"maksudnyaa? Adek gue hilang?" tanya Tasya.
"bibi ngk tau tadi den Aksa ada dikamarnya"
"ngk becus kamu"
Tasya ikut mencari kesana kemari, sampai ia melewati kamar All yang terbuka pintunya. Ia menengok sebentar untuk melihat apakan ada adiknya disana.
__ADS_1
"Aksaa" Tasya mendekati All dan merebutnya darinya.
Aksara menangis kencang dirinya kaget karena ditarik begitu saja oleh Taysa.
"ngk usah deket-deket smaa adek gue"
"nanti dia bisa kena sialnya lo" ucap Tasya sambil memutar bola mata malasnya.
Sementara Tantri sekarang sedang menuju keasal suara anaknya yang nanggis begitu kencang pasalnya ini baru pertama kalinya jadi dia takut akan terjadi apa-apa kepada Aksara.
Tantri mendapati asal suara itu dari kamar sang anak tiri, kini pikirannya karuan. Jangan-jangan Aksara main kedalam kamar Alisha.
"Aksaa" panggil Tantri.
"mahh, liat Aksa nangis sama All"
"dia di bawa paksa sama All buat main sama All mahh" ucap Tasya mengadu kepada mamahnya
"mahhh bukan All yang mau main sama Aksaa, dia datang sendiri ke kamar All" bela All keoada dirinya sendiri
"mana mungkin Aksa mau datang ke kamar jelek mu ini" ucap Tasya
"kalau begitu tanya saja sama bibi, apa yang terjadi saat Aksa ditinggal sendirian"
"tutup pintu kamar mu setiap saat, saya tidak mau jika anak saya bersamamu"
"dan sekali lagi jangan pernah kau sesekali ingin menyentuhnya"
"All ngerti mahh" ucap All lirih, lagi-lagi salah.
__ADS_1
Tantri pergi dengan keadaan Aksara yang masih menngis kencang di gendongannya apa lagi setelah tadi mendengar dirinya berteriak.
Semenjak kejadian itu All tidak pernah lagi bermain dengan Aksa dan jarang-jarang melihatnya.
tringg tringg... ponsel All berbunyi, All melihat nama yang tertera di layarnya. Ia girang dan segera mengangkat telfon, dan berlari ke arah balkon kecil kamarnya.
"kakk" sapa Alishaa
"lagi sibuk?" tanya Elgara
"ngk kokk All udan selesai belajarnya"
"ngomong-ngomong kak Ell kemana ajaa?" tanya All"
"gue lemburr" kata Elgara dengan suara malasnya
"kak Ell baru bangun?"
"ngkk" elakk Ell
"boong"
Ell hanya membalas dengan decakkan smentara All tertawa karenanya. Ell salah satu kaum rebahan sejati namun kini ia terpaksa harus kerja kepada ayahnya sendiri. Namun tidak tiap hari jika kampusnya sedang libur atau jika dia sedang tidak berangkat ke kampus maka Ell akan membantu ayahnya di kantor.
"All besok hari minggu ada waktu ngk?" tanya Ell
"All ngk tahu boleh keluar ngk"
"kalau gitu biar gue aja yang minta izin"
__ADS_1
"okee"