
Setelah kepulangan dari acara tersebut All berganti pakaian dan langsung pergi ke bar untuk melampiaskan emosi sama seperti waktu itu. Dirinya tadi ingin langsung segera pulang namun ternyata tidak ada tiket yang tersisa dan harus menunggu satu hari lagi. Membuatnya sungguh sangat emosi, ditambah dengan berita-berita menjijikkan tentang dirinya.
Beberapa botol habis diminumnya. Bobi kerap merebutnya beberapa kali namun All akan marah jika ia melakukannya lagi. Jadi ia memutuskan untuk membiarkan dia puas terlebih dahulu jika sudah terlalu banyak akan Bobi hentikan.
Sayangnya Bobi tidak bisa menghentikannya. Ia selalu kena pukul oleh All. Dan dia mengoceh layaknya ibu-ibu.
"All" pekik Bobi lalu dia berusaha mengambil satu botol ditangan All
"lepasinn" All menonjok pipi Bobi dan berusaha untuk mengmbil botol
Mereka berdua seperti tom and jerry tidak ada yang mau mengalah.
"aghh gue pusing" All menumpahkan botol itu sehingga pecah ke lantai
"akhirnya mau berhenti" batin Bobi sambil menghela nafas lega.
"jika All sampai kenapa-kenapa gue bakal kena marah sama guru Li"batinya, karena sebelum berangkat dia sudah berjanji kepada guru akan membawa All dan keadaan sehat wal afiat
"Hhahaha semuaa salah guee" All mulai tertawa namun diekor matanya ada sedikit air mata yang akan menetes
"bukan, mereka aja yang sok tahu" bela Bobi
"iyahh mereka ngga tahu gimana bunda All, yang ****** itu Tasyaa Hhahaha" ucapnya dengan nada seorang anak kecil.
Bobi tertawa setiap kali All mabok dirinya akan mengeluarkan suara seperti anak kecil. Dia bahkan kerap mengeja kata-katanya jika ia bingung ingin berkata apa.
"All juga dateng karena permintaan kak Ell, lo tahuu kann Bobb" All menepuk keras pundak Bobi
__ADS_1
"iya iya!! gue tahu" kesal Bobi
"gue ngga akan maafin merekaaa!!" ekspresi All kini berubah seperti orang yang ingin balas dendam. Ia menunjuk orang yang lewat didepannya sebagai musuh.
"lo tauu gue kehilangan semuanyaaa" All melebarkan kedua tangannya dan menatap keatas seraya menahan tetesan air mata.
"lo masih ada gue sebagai kaka"
"yeyyy" All memeluk Bobi dengan erat
"lepasinn Aliss lo bau alkohol"
"Hhehee ngga akan" Alisha menjulurkan lidahnya kepada Bobi
"lepasin atau gue paksa lo pulang!!" cetus Bobi
"sejak kapan lo disituu!!" pekik Bobi
"hikss... hikss.. kaka semua orang sedang merundung kuu" terang All
Bartender itu mengusap pelan kepala All seraya tersenyum manis dan mengatakan kepanya bahwa dia adalah kaka dari Alisha dia marah-marah begitu karena sayang kepada All.
"hikss... hikss..." All masih menangis entah kenapa tapi ingin saja
"udah-udah cengeng amat loo" Bobi mengusap air mata Alisha
Lalu All diam tidak lagi menangis justru ia sekarang malah mengamuk karena tidak disediakan wine lagi.
__ADS_1
"cepett" pekik All kepada Bobi
"kenapa semuanya kaya siput sii, jalanya bisa cepet ngga!" cetus All kepada bertender itu.
"ck, ngk enakkk" All membuang begitu saja wine yang baru ia icip dan meminta untuk disajikan yang lain saja.
"gue mohon sama loo diemm" Bobi sudah kewalahan dengan sikap All dia sudah cape
Sementara All tidak mau mendengar Bobi sama sekali mungkin karen efek kebanyakan minum. Semua sifat All keluar, emosinya juga mungkin sedikit mereda. Dia juga sedang berusaha melupakan kejadian yang tadi ia alami.
"pergiii, lo siapa hahh jangan-jangan lo mau apa-apa in guee" teriak All karena Bobi mendekati tubuhnya
"aghh sial gue ngebolehin lo kesini" kini dia mulai frustasi
"kakkk" panggil All kepada bartender
"usirrr diaa!!" pekik All
Bartender yang sedari tadi melihat kelakuan dari Bobi dan All yang sedih bersama, ketawa bersama, marah-marah bersama, kini tinggal All melupakan Bobi dan menganggapnya sebagai penguntit.
Ia tertawa melihat kelakuan cewe satu ini yang random, bisa-bisa orang yang sedari tadi menemaninya minum dalam sekejap dia langsung melupakan semuanya. Ia sendiri bingung mau mengusir Bobi atau tidak.
"jangan dekati dia biar saya saja yang mengurusnya" ucap Bobi
Lalu dia mulai menguncang-guncangkan tubuh All agar segera sedikit sadar. Ia sendiri juga mabok namun masih sadar.
"cih, dasar bebannn"
__ADS_1
Dalam sekejap All tertidur lalu Bobi harus menggendongnya karena ponselnya habis baterai jadi tidak bisa memesan kendaraan juga tidak ada taxi lewat karena sudah larut malam. Mau tidak mau Bobi harus menyewa hotel didekat bar tersebut. Sejak sampai disini mereka juga belum mempunyai rumah mereka menyewa hotek namun jauh dari bar tempat mereka minum.