Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Wanita simpanan


__ADS_3

"kau mau uang berapa?" tanya Alex


"berikanlah aku 50jt, aku ingin berlibur" cetus wanita itu


"cih, beraninya dia memoroti papah" batin Rara


Mereka masih tidak sadar siapa wanita perebut papah Rara itu.


"baiklah kau sudah bekerja keras untuk merawat anak ku" ucap Alex


"anak? apakah ayah memiliki anak selain aku?" Rara bertanya-tanya sama seperti Kayla. Kini mereka berdua sedang beragumen sendiri-sendiri dipikirannya.


"yah memang seharusnya begitu, butuh waktu untuk ku mendekati dia"


"Rara adalah seorang gadis yang manis, bukankah dia menurut padamu?"


"yaa dia sekarang sangat menurut padaku"


"hah? siapa diaa" Rara bertanya kepada Kayla


"aku rasa suaranya tidak asing" jawab Kayla


Mereka memutusakan untuk mendengarkan pembicaraan itu lebih lama lagi. Rasa penasaran mereka semakin besar.


"apa yang kau lakukan sehingga Rara sangat menurut padamu"


"aku hanya berpura-pura baik kepadanya, jika dia bukan anakmu aku akan lebih memanfaatkanya"


Posisi duduk Alex dan wanita itu sangat menjijikan untuk dilihat. Wanita itu terlihat seperti ****** dimata Rara dan Kayla.

__ADS_1


"aku hanya memisahkan dia dari teman yang membuatnya kesulitan" terang wanita itu


"kenapa dia bisa tahu semuanya" batin Rara


"oh yaa, apa kau tahu siapa yang mendonorkan ginjalnya untuk putri kesayangannya ku itu" tanya Alex


"yahh, dia adalah putri dari musuh ku" dia berucap sambil mengupas apel


"apakah anak Hendra?" tanya Alex


" yap tebakan mu benar, tapi aku tidak akan membiarkan putri mu itu tahu"


"apa jadi bener?" Rara menatap Kayala dengan tidak percaya begitu pun dengan Kayla.


Rara memegang perut bawah bagianan kanannya dimana itu adalah ginjal yang didonorkan oleh Alisha.


"kenapa kau tidak membiarkan dia tahu?" tanya Alex


"baiklah aku hanya membutuhkan mu untuk menjaga putri ku itu, ibunya sibuk sekali dengan pekerjaan dan tidak pernah memikirkannya" terang Alex


"kau yang membuatnya seperti itu" batin Rata dia sangat geram papahnya menyalahkan mamahnya.


Rara sudah tidak kuat, dia ingin rasanya masuk kedalam dan melabarak wanita yang bersama ayahnya itu. Namun tangannya dicegat oleh Kayla dia merasa mereka belum mengeluarkan semua rahasianya.


"aku akan menjagakan dia untukmu, karena mu aku bisa hidup sampai saat ini" dia mencium pipi Alex dengan lembut, membuat Rara dan Kayla memejamkan mata.


"ck aku memisahkan Rara dari Alisha karena saat itu aku sangat mencintai Elgara" batin wanita


"jika aku tidak bisa mendapatkan Ell dari gengaman All maka aku mengambil sahabatnya dan aku berhasil" batin wanita

__ADS_1


"sayang apa kau akan berlibur sendiri tanpa mengajak Rara" tanya Alex


"aku tidak bisa mengajaknya aku sedang banyak pikiran"


"baiklah Vallen ku"


Degg....


Kepala Rara menjedot dagu Kayla memebuat mereka berdua meringkis. Alex menatap ambang pintu namun tidak melihat ada orang disana.


"kenapa?" tanya Vallen


"tidak aku kira ada orang"


Rara menangis dipelukan Kayla. Dia tidak habis pikir dengan kelakukan kak Vallen kepadanya. Itulah alasan kenapa kak Vallen selalu baik padanya ternyata dia adalah utusan dari papahnya sendiri.


Bukankah Rara pernah bercerita kepada kak Vallen bahwa Rara sangat membenci wanita yang merebut papah dari mamahnya. Wanita itu yang membuat keluarga Rara terpecah belah.


"gue bener-bener ngga nyangka sama kak Vallen" Rara menutup mulutnya


Kayla mengelus-elus pundak Rara, dia sendiri juga merasakan apa yang dirasakan oleh Rara. Jadi selama ini mereka berdua salah menilai kak Vallen mereka mengira kam Vallen baik dari lubuk hatinya tapi ternyata dia sendiri yang busuk.


"Kayy, gue mohon sama apa pun yang terjadi lo jangan masuk" ucap Rara


"janji sama gue lo ngk akan masuk, ini masalah gue, lo ngk seharusnya ikut campur" Rara hendak masuk kedalam apartemen


"tapi Raa, gue undah terlanjur terlibat" elak Kayla


"apa pun yang terjadi gue bakal temenin lo" ucap Kayal meyakinkan Rara.

__ADS_1


"ngga gue mohon lo jangan ikut masuk" Rara menghalangi Kayal untuk masuk.


__ADS_2