
Hari ini adalah hari libur, Elgara dan Rindi menyempatkan waktunya untuk mengunjungi Alisha. Rindi juga sudah menyiapkan bekal makanan untuk All nanti, ia pasti bosan memakan makanan penjara.
"sayangg" panggil Rindi dan membawa All kedalam pelukannya
"mama bawa makanan buat kamu, dimakan yah keburu dinginn" Rindi sangat antusias, dia tidak boleh terlihat bersedih didepan Alisha
"woahh, mama tau aja kalo All lagi laper" balas Alisha juga dengan antusias.
Elgara hanya bisa mamandang kedua wanita yang dia cintai sedang berbicara dan bercanda. Walaupun keadaannya seperti ini tapi mereka masih bisa tersenyum dan tertawa.
"Ell sinii dong ikut gabung keburu jam besuknya abiss" ucap Rindii.
Elgara segera mendekatkan diri kepada mereka berdua, walaupun ia tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan dia hanya bisa menganggukkan kepala, membuat All dan Rindi tertawa melihat tingkahnya.
Ell melihat leher All yang masih setia menggunakan kalung yang ia berikan waktu itu. Ia tersenyum ternyata All tidak perah melepaskan walaupun dengan keadaan apa pun. Ia berharap semoga kalung itu menjadi temannya disaat All sedang bersama dengan keterpurukannya.
Segera setelah waktu habis Elagara dan Rindi mengucapkan perpisahan kepada All dan mengatakan jika mereka ada waktu mereka akan menyempatkan diri untuk mengunjungi All lagi.
"terimakasih buat hari ini" batin Alisha
__ADS_1
****
"untung si pembunuh udah dikeluarin, kalo gini kan sekolah jadi aman" ucap murid² di sekolah Ell.
Banyak murid yang bersyukur bahwa All dipenjara dan tidak banyak murid juga mengasihani All. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada All. Sidang juga dilakukan tertutup jadi orng luar tidak tahu apa saja yang terjadi disaat sedang sidang itu.
Elgara kembali ke mode awal ia bersekolah, kini ia tak lagi banyak bicara dan banyak membuang waktu dengan temannya. Ia hanya sibuk membaca buku atau sekedar tidur di kelas. Karena penyemangatnya sudah tidak ada maka ia juga mulai bosan dengan keadaan.
Waktu itu setelah adanya All datang kesekolah Elgara sedikit berubah. Ia bisa menampilkan raut wajah dimukanya baik senang, sedih, maupun sedng marah itu juga terjadi karena tingkah All. Walaupun sebelum kedatangannya Ell hanya bisa memasang muka datar setiap saat. Dan kini ia mulai memraktekkan kembali, ia memasang muka datarnya kembali. Dia juga jarang mengikuti rapat osis walaupun ia adalah sang ketos.
Elgaraa juga pernah sesekali membolos bersama All namun kini ia tidk melakukan nya lagi. Karena yang diajak tidak ada. Dan masih sampai sekarang dia adalah murid cowo yang memiliki penggemar paling banyak disekolah. Ia sendiri tidak tahu apa yang orang lain sukai dari dirinya.
Begitulah kehidupan Elagara disekolah tanpa adanya Alisha. Ia juga kini hanya mempunyai satu teman. Semenjak kepergian Kevin, Elgara jadi tidak tertarik untuk mencari teman baru.
****
"loo bener udah sembuh" tanya Kayla
"udah pokoknya gue mau berangkat sekolah sekarang!!" kekeh Rara, padahal dari tadi Kayla selalu menawarkan untuk jangan berangkat dulu.
__ADS_1
Akhirnya Rina dan Vallen menjemput mereka berdua dengan mobilnya. Ini sudah hampir satu bulan setelah kejadian itu terjadi. Mungkin sebagian orang sudah melupakannya.
"woahh, mereka bakalan jadi circle idaman para cowok nii" ucap murid perempuan yang duduk disebelah mereka berempat.
"lo ngk ada niatan buat buka hati?" tanya Rara kepada Kayla
"ngk dulu"
"lo gimana sama Roi?" tanya Kayla balik
"yaa gue udah jadian" jawab Rara cengengesan
"parahh sii loo, gimana sama Lea" ucap Rina
"yaa jelas mundur, orang dia sama Rara kalah jauhh Hhahaha" jawab Vallen
"apa sii kakkk" elakk Rara
"udahh jangan dipuji nanti dia terbang tingi" ucap Kayla
__ADS_1
"ihh biarin emang gue cantik kokk" sombong Rara disertai candaan
Begitulah kehidupan mereka tanpa adanya Alisha, mungkin sekarang mereka bisa bahagia dan belum merasakan penyesalan, namun bagaimana dengan masa depan??.