
"Roii gue pulang bareng lo ya" ucap Lea yang hanya dibalas anggukan oleh Roii.
Lea dan Roii selama liburan tidak pernah bertemu mereka hanya saling mengasih kabar di handphone masing-masing. Mereka pun juga jarang cht hnya menanyakan kabar satu sama lain. Dan karena itu Lea selalu otv jika Roii itu menyesal telah memilihnya. Pikiran Lea selalu pada Rara ia takut jika Roii akan kembali kepadanya.
Lea dan Roii sekarang sudah keluar dari sekolah karena sekolahnya melewati SMA GARUDA otomatis ia juga melewati depan gerbang nya.
Rara dan Roii sempat eye contacts agak lama. Sampai Rara memutuskanya Roi menabah laju kecepatan nya untuk segra melewati SMK GARUDA. Itu semua tidak luput dari pandangan Lea. Ia merasa yakin jika Roii masih menyimpan rasa sukanya pada Rara masa lalunya. Sementara ia sadar ia hanya seorng yang datang menyeleip di antara sela-sela keduanya. Dan hubungannya dengan Roii hanya sebatas teman tidak lebih.
Rara terus menatap kepergian Roii dan pacar barunya, terselip rasa cemburu dan tidak suka. Vallen dan Rina mlht ada seorang yang sedang panas dan mereka berniat menghampiri.
"udhh biarin mereka seneng duluu" ucap Rina yang datang dari belakang Rara.
"iya kalau Roii udah bosen dia bakalan balik sama lu lagi Raa" sambung Vallen
"tapi kak Rara nggak yakin"
"nggak ada yang nggk mungkin"
"kita bisa bantu lo buat ngedapetin si Roii lagi tenang" jelas Rina
"iyaa lo bisa ngomong ke kita kalau udah ready buat ngelabrak cewe kegatelan itu" sambung Vallen
"sama kita aman"ucap Vallen dan Rina bersma
"kak, kan Kak Roii selalu pulang bareng sma Lea gimna dong" keluh Rara
"pasti ada kalanya meraka nggk bareng ya ngk Lenn" ucap Rina sambil menyakinkan Rara
"iyaa lo tinggal tunggu kabar dari kita bardua"
Sementara itu Lea dn Roii sedang di perjalanan tidk ada yang angkat suara sampai Roii dikaget kan oleh pekikan Lea
"Roii rumah Lea keblalasan" ucpnya, Roii segera menghentikan motornya dan berniat putar balik.
Namun Lea segera turun dari motor kak Roii dan menjauh ia memilih duduk di pinggir jalan. Roii bingung ia hanya mengikuti Lea dan duduk disebelahnya.
"Roii lo nyesel milih gue?" tanyanya, Roii bingung dengan yang diutaranan Lea. Ia tidak tahu maksudnya.
"gue mau ngomong sesuatu sama lo" Roii hanya mengangukan dan merubah posisinya untuk menghadap Lea.
"kenapa gue ngerasa kita itu udh asing"
"Lea gue nggak tau lo kenapa" jujur Roii
"Roii sikap lo tuh berubah!!"
"kalau lu masih ngarep sama masa lalu lo ya jangan ngasi harapan sama gue jugaa" terang Lea
__ADS_1
"Leaa sumpah demi apa pun gue udah nggak ada perasaan sama Rara"
"gue sekarang sayang smaa lo"
"yang lo omongin sama yang lo lakuin itu beda jauh Roii"
"jangan jadiin gue pelampiasan dong!!" Lea berkata dengan mata memerah
"gue takut kehilangan lo" jujur Lea, ia mengatakn dengan suara yang pelan dan menundukkan kepala.
"huftt" Roii sadar akhir-akhir ini ia tidak terlalu memperdulikan Lea yang berada disampingnya. Roii terlalu sibuk dengan kegiatannya sendiri.
"Lea maafin gue" ia membawa Lea kedalam pelukannya.
"Roii gue bener-bener sayang sama lo" ucpnya didalam pelukan Roii
"oke Leaa gue tau, gue juga sayang sma lu"
"apa buktinya itu cuma keluar dari mulut lo doang!!"
"mulai sekarang lo cewe gue"
"tap- "perkataannya di cegat olh Roii
"gue nggak mau penolakan"
Lea menatap manik mata Roii dengan sedu. Ia bisa melihat keseriusan didalamnya membutnya sedikit lega bahwa ia tidak akan ditinggal pergi oleh Roii.
Sementara itu Rara masih berada di depan gerbang sekolah bersma kedua kakak kelasnya. Sampi Kayla dan All lewat didepannya.
"Raa" panggil Kayla
"lo pulang sama siapa" Kayla dan All turun dari motor
"mau pulang sma kita nggk?" tanya All
"Rara balik sm kita beruda" ucap Rina
"gue nggak ngomong sama lu" ketus Kayla
"ehh Kay lo berdua itu udh nebeng sma Ell dan Kevin"
"terus Rara mau dibonceng dimana?" Rina tak ingin kalah
"kita bisa suruh mereka pulang duluan dan kita jalan bareng Rara, ya nggk All"
"iyaa"
__ADS_1
"nggk ush lagian kalin udah cocok kya dauble date" ucap Rara
"gue nggak mau ngerusak momen kalian"
Kayla dan Rara saling bertatapan dan tertawa.
"yudah yok Raa kita pulang" Rina mencengkal tangan Rra dn membawanya pergi diikuti olh Vallen
All dan Kayla hnya bisa menatap kepergian Rara bersama dua orng itu.
"knpa yaa All, kita kan bisa jalan kaki bertiga kaya gitu sambil menikmati jalan" ucap Kyla lesu
"biarin dia milih pilihanya sendiri Kay"
"ngapain sii diliatin mulu" ucap Kevin yang sedari tadi hanya diam melihat drama kecil
"ayo ceptan naik keburu sore Kayy" rengek Kevin
Dan akhirnya mereka pulang tanpa adanya Rara, padahal kalau mereka bertiga jalan kaki akan lebih seru.
"Rara berubah" batin Kayla dan All
Sementara itu Vallen membawa pergi Rara ketempat seblak di pingir jalan.
"nah berhubung lo lagi nggak mood kita makan yang pedes-pedes aja Raa" saran Vallen
"iyaa mungkin ini bakal buat mood mu bertambah sedikit" sambung Rina
"boleh juga"
"mereka beruda berubah" batin Rara
Ia tidak merasakan bahwa kehadirannya sekarang dianggap oleh kedua sahabatnya.
"udah ayok dimakan" kata Rina
Mereka bertiga beragumentasi sendiri-sendiri mengenai yang sedang terjadi.
Alisha tidak ingin ambil pusing dengan sikap kedua sahabatnya. Ia berfikir mungkin mereka cape sekolah.
Sementara Kayla disisi lain berfikir bahwa Rara sekarang banyak berubah, ia juga berfikir bahwa sekarang Rara seperti sudah tidak menggap mereka sebagai sahabat.
Sementara Rara berfikir bahwa kedua sahabatnya tidak pernah mengerti akan dirinya. Ia ingin sesekali dimengerti oleh kedua sahabatnya dan bukan hanya dia terus yang mengerti akan sahabatnya.
Ketiga gadis itu memiliki jaln pikiran masing-masing ada yang berprasangka baik dan juga buruk. Ya itu namanya hidup. Kita hidup saling berdampingan dan tidak mungkin juga kita hidup sendiri.
Selama kau masih mempunyai teman ataupun sahabat hargailah kedatangannya, buatlah dia senang saat kau disampingnya. Berbagilah cerita kepadanya, susah senang bersama. Jika kau merasa berbeda pendapat utarankan saja. Itu akan membuatnya lebih baik.
__ADS_1