Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Kisah Kelam Vallen


__ADS_3

Setelah terusir Vallen berserta ke empat saudaranya dan juga ibunya tinggal di sebuah kolong jembatan. Tidak ada yang tahu rahasia ini hanya Vallen dan Alex. Karena Vallen kecil dan besar sangatlah berbeda, karena setelah bertemu dengan Alex dia mengoperasi plastik wajahnya agar terlihat lebih cantik dan Alex lebih tergoda olehnya.


Yang membuat Vallen trauma akan kematian adalah, nasib tragis yang dia alami. Dimana disaat semua keluarga kelapangan mereka semua tidak pernah membiarkan Vallen kelaparan, dia selalu mendapat makanan yang layak dari pada yang lain.


Mereka akan mengatakan kenyang atupun sudah makan diluar agar putri kecil mereka tidak merasakan kelaparan sama seperti yang lain, bisa dikatakan bahwa Vallen adalah kesayangan dari semua kakanya.


Hingga tragedi mengerikan terjadi yaitu kakak-kakak Vallen mati satu persatu hanya karena satu alasan yaitu kelaparan. Saking laparnya mereka bahkan memakan makanan yang sudah basi bertahun-tahun yang lalu yang mereka temukan di tempat sampah.


"kakakkk" teriak pilu gadis kecil yang melihat kaka tertua mereka meninggal begitu saja. Bahkan tubuhnya sudah kurus kering hanya tinggal tulang saja. Ini adalah kematian pertama dari keluarga Vallen.


Sebab kaka pertama juga tidak pernah membiarkan ibu mereka kelaparan sama sekali. Mereka tidak bisa di terima kerja di manapun, mereka hanya bisa mengemis dan penghasilannya tidak lebih dari 50k sehari. Apakah itu cukup untuk 5 orang keluarga. Belum lagi kebutuhan yabg lain kadang saja kurng dari itu. Kalau lebih biasanya juga di tabung tetapi tetap saja akan habis.


"sudah lahh kau jangan menangis, kakamu seperti ini karena dia sudah bertanggung jawab untuk menghidupi kalian semua" ucap ibu mereka.


Mungkin wajahnya terlihat biasanya saja tetspi siapa yang tahu isi hatinya seperti apa. Apa yang sedang dia rasakan saat ini tidak ada yang tahu. Man mungkin seorang ibu bisa diam saja akan kematian anaknya itu, hatinya pasti terasa seperti tercabik-cabik.

__ADS_1


Tak lama dari kematian kaka pertama disusul oleh kaka kedua dan seterusnya, karena kondisi yang seperti ini membuat ibu Vallen stres dia menjadi orang gila. Setiap hari harus membuat Vallen kesusahan untuk mengurusnya, kadang juga dia ingin bunuh diri atau membunuh anaknya.


Sampai akhirnya pada malam itu, terisa 3 orang dari 6 orang. Malam yang tidak akan pernah dilupakan oleh Vallen. Dimana kaka keempatnya yang sudah mempunyai pekerjaan dan dia membawa pulang uang banyak lalu memberitahu kepada Vallen dan ibunya. Kaka keempat juga akan menabung uang itu untuk mengobati penyakit stres ibu.


Namun na'as karena muka dari kaka keempat sangat mirip dengan ayah mereka, dimalam itu ibu Vallen menggila karena melihat uang banyak. Traumanya akan uang dan suami apa lagi wajah suaminya itu. Ia takut dengan membawa uang banyak suaminya akan melakukan apa pun untuk membunuh semua anaknya agar tidak menjadi beban suatu saat nanti.


Selama ini ibu dari Vallen masih mengira bahwa anaknya masih lengkap, Vallen dan kakak keempat hanya bisa memaklumi. Karena malam itu ibu Vallen menggila dia membunuh anaknya sendiri didepan Vallen. Yaitu kaka keempat.


"Vallen pergi dari sini" pekik kaka keempat dia berusah menyingkirkan pisau ditangan ibunya


Sementara Vallen hanya bisa diam melihat aksi saling berebut pisai didepannya, kini dia sedang menangis namun tidak mengeluarkan suara. Mulutnya ia turup rapat, dia benar-benar takut ibunya juga akan membunuh dirinya setelah kakanya.


"huaaaaaa" teriak kaka keempat setelah ibunya berhasil membunuh anak keempatnya itu.


Dengan puas ibu Vallen tertawa karena ia mengira sudah berhasil membunuh suami brengseknya itu.

__ADS_1


Hanya tersisa Vallen dan ibunya, kematian itu tidak ada yang tahu. Vallen kecil berusaha menyembunyikan kejadian itu dari semua orang. Bayangkan seorang anak kecil mengubur sendiri jazad kakanya ditengah hujan deras agar semua orang tidak tahu dan tidak menyalahkan ibunya.


Karena Vallen tahu ibunya itu tidak sejahat itu, dia hanya sedang sakit pikirannya sedang kacau. Vallen masih berfikir jernih ibunya pasti tidak pernah ada niatan untuk membunuh anaknya sama sekali.


"kakk Vallen sendirian" rengek gadis kecil itu di depan semua kuburan kakak-kakaknya.


Sebelum ayah mereka mengusir mereka Vallen benar-benar mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari semua keluarga. Vallen tidak pernah membayangkan akan menjadi seperti ini.


Setelah kematian semua kakanya, kini dia harus mengurus ibunya sendiri. Seorang anak kecil berusia 12 tahun sudah mengalami kejadian yang mungkin orang dewasa saja tidak akan kuat untuk menjalani hidupnya.


"buu tolong jangan tinggalkan aku" Vallen kembali dari pemakaman bajunya basah kuyup. Ia segera memeluk ibunya itu dan menenangkannya.


"buu kau tidak bersalah, ini semua salah mereka yang tidak punya hati untuk memberikan waktu bagi ayah membayar hutangnya" dengan mata membara Vallen masih mengingat jelas nama Hendra dipikirannya. Dia tidak akan pernah lupa.


Setiap hari Vallen harus membanting tulang untuk mencari makan baginya dan ibu.

__ADS_1


__ADS_2