Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Tiga Tahun Berlalu


__ADS_3

All sore ini akan dijemput oleh Elgara pulang kerumahnya.


"kita mampir dulu sebentar yaa" izin Ell


"kemana Kakk?"


"udahh ngikut ajaa"


Ell membawa All ketempat dimana All sudah merindukannya selama 3 tahun terakhir.


"pantaii" gumam All yang melihat begitu cantik cuaca hari ini disertai deraian ombak.


"gimana suka?"


"sukaa kok, All kangen" ungkap All


Elgara mendekatkan dirinya kepada Alisha, dia tahu selama ini mungkin ia kesepian.


"owh yaa kak Ell sekarang kerja dimana?" tanya All


"gue bareng sama papa, ngurus perusahaan"


"kenapa harus bareng?"


"kan nantinya gue yang akan jadi penerus" Elgara mengacak-acak rambut All gemas.


Walaupun selama ini Alisha selalu dikurung, namun sama sekali tidak mengurangi kecantikannya. Ia masih sama seperti 3 tahun yg lalu, hanya saja sedikit gemuk karena kerjaan nya saat disel hanya makan dan tidur.


Sebelum All pulang kerumahnya ia diajak Ell untuk bertemu dengan mama dan papahnya.


"sayangg" Rindi antusias dengan kedatangan All kerumah hari ini. Ia segera memeluk All karena sebulan terakhir ia tidak mengunjungi All di tahanan


"mahh, All kangen"


"samaa, masuk dulu yukk"


"mamah masak banyak hari ini juga ada papah Ell"


All masuk dan dipersilahkan untuk makan bersama mereka. Sebelumnya All membersihkan badannya dulu karena terasa lengket.


"ayoo makan jangan dilihat in muluu" ucap Rindi

__ADS_1


"iyaa mahh" All mulai tersadar dari lamunannya


"andai keluarga gue kaya gini" batin All


Elgara tau apa yang dirasakan oleh All, ia tidak pernah merasakan bagaimana mempunyai keluarga yang lengkap dan sayang padanya. Hari ini kepulangan All mungkin satu keluarga juga tidak ada yang tahu.


"gimana masakan mama?"


"masakan mamah selalu enak" puji All


Setiap bulan dipenjara ia pasti akan selalu dikirimi masakan oleh Rindi, entah itu masakan ringan atau pun sekedar cemilan.


Mereka menikmati makanan sekitar 30 menit setelahnya All berpamitan untuk pulang.


"huftt" All menghembuskan nafas berat sebelum memencet bel rumahnya.


"udah 3 tahun rasanya beda banget"


All juga melihat ada mainan anak kecil didepan rumahnya, ia mengira mungkin ada tamu yang baru saja dari rumahnya.


Setelah ia membunyikan bell ada seseorang yang membuka pintu namun All tidak mengenalnya.


All terdiam pasalnya dia bingung harus menjawab apa, kenapa orang rumah tidak mengenalinya.


"non Aliss" teriak bibi Sitii antusias, dulu setelah ditinggal Alisha bibi sempat menangis. Bahkan setelah mendengar bahwa Alisha akan dipenjara selama 3 tahun membuatnya syok dan mogok makan.


Bibi sontak berlari dan memeluk Alishaa dengan senangnya.


"gimana kabar bibi?" tanya All


"baikk nonn baikk"


"maapinn bibi yaa ngk bisa njenguk nonnn" ucp bibi


"ngak apa-apa lagi pula Alis juga udah ditemenin sama mama Rindi sama kak Ell Hhehe" elak Alisha, ia tidak mau bibinya khawatir tentang apa yang dialaminya dipenjara.


Padahal Alisha selalu menangis kesepian didalam sel. Ia menangis dengan suara kecil agar tidak menggangu yang lain padahal di sel dia hanya sendirian. Dengan sel yang sempit dan hanya ada satu penerangan.


"ayoo nonn masuk"


"stop" sela Tantri

__ADS_1


"siapa yang mengizinkan sampah itu masuk kedalam rumahku" hardik Tantri


Sontak All hanya bisa diam ditempat ia bingung harus mengatakan apa dengan ibu tirinya ini.


"ngapain kamu pulang kerumah udah baik kamu tinggal sendiri aja dipenjara pake pulang segala"


"mahh maafinn All, kali ini All benar-benar salah" ucap All


"udah tau salah masih punya muka buat pulang " kini Tasya yang menjawabi


"kamu keluar dari rumah ini!!"


"kamii semua sudah bahagia tanpamu" Tantri meninggikan suaranya.


"mahhh tolong kasih All satu kesempatan lagii, All janji ngk bakalan buat ulah lagi"


"KELUAR APA KAMU TIDAK DENGAR YANG SAYA UCAPKAN" Tantri meninggi suara satu oktaf lagi.


All mendekat ke Tantri, ia ingin memegang tangan mamah tirinya itu dan meminta permohonan maaf.


"mahh kali ini ajaa" All menyatukan kedua tangannya seolah-olah benar-benar memohon.


Tantri menepis tangan Alisha.


"ngk usah pegang-pegang saya!"


"kalo disuruh pergi ya pergi ngk punya telinga lo!!" hardik Tasya.


All menekuk kedua kakinya didepan Tantri seraya memohon entah dengan cara apa lagi agar ia diijinkan untuk tinggal.


"mahh sekalii lagii" rengek All


"kalau ngk disini All mau tinggal dimanaa" All menangis sedu, sejujurnya ia lelah menangis karena didalam sel sudah hampir rutinan tiap hari ia menangis.


"sejak kapan saya perduli tentang kehidupan mu?"


"kalau gituu tinggal aja dikolong jembatan" Tasya ikut mengatai sang kaka


"tapi mahh"


All kehilangan alasan, jika ia hanya diam maka dia akan benar-benar terusir sama seperti dulu. Untung saja dia ingat jalan pulang.

__ADS_1


__ADS_2