
Hari ini All terburu-buru untuk berangkat ke sekolah, ia telat dikarena kan semalam mendapatkan hukum cambuk dari sang ayah. Bahkan luka nya masih tertera di sebagian tubuh.
tringg.. tringg.. handphone All bergetar disaku pertanda ada seseorang yang menghubunginya.
"susterr? apa yang terjadi pada Rara?" Pasalnya hari ini adalah hari ke dua Rara setelah operasi pertama nya itu.
"mohon bantuannya kami sangat membutuhkan pendonor ginjal saat ini juga"
"ginjal sang pasien sudah tidak bisa berfungsi dua-duanya, jadi kami butuh setidaknya hanya satu saja sudah cukup" terang suster itu panjang lebar.
Tanpa pikir panjang All langsung berangkat ke rumah sakit dengan pakaian seragam ia tidak ada lagi niatan untuk sekolah. Ia tidak memikirkan apa yang akan terjadi setelahnya.
Saat berlari di koridor ia bertemu dengan Vallen dan Rina. Mereka berdua tidak bisa menemani Rara untuk operasi hari ini karena sekolah. Mereka bertiga berpas-pasan, namun All tidak menyadarinya dan yang melihat All hnya Rina.
"ehh tunggu Lenn" Rina memegang pergelangan tangan Vallen.
"why?" Vallen menengok ke belakang.
"kayanya gue ngeliat si All" ucap Rina
"perasan lo kali"
"nggak, ikut gue dulu sebentar" Rina menarik Vallen le ruang dokter yang akan mengoperasikan Rara.
Mereka mengintip dan mendapati All berada disitu dan secara sengaja mendengarkan pembicaraan mereka.
"jadii, dia yang mau donor?" ucap Vallen
"bagus dehh biar dia tambah menderita kehilangan satu ginjalnya" batinnya
"Lenn gimana kalau si Rara tau dia yangg-"pembicaraan nya terpotong oleh Vallen
"sttt, kita nggk akan kasih tau apa pun sama Rara" terangnya
Rina hanya mengangguk dan menurut. Lalu mereka pergi berangkat sekolah.
"gimana kalau suatu saat nanti Rara tau?" batin Rina
"apakah dia menyesal??"
__ADS_1
Sebelum memulai operasi All di periksa terlebih dahulu apa cocok dengan Rara ataukah tidak.
"Ya Tuhann aku harap aku bisa menolong Rara setelah mencelakainya" All berdoa dalam hatinya
Setelah pemeriksaan pass, langsung saja All dibawa ke ruangan bersama dengan Rara. Disana hanya ada seorang dokter, suster dan mereka berdua. Tidak ada menunggu mereka karena orang tua Rara juga tidak ada didalam negri, enah ia sudah tau kabar tentang Rara ataukah belum. Sementara Kayla juga dalam masa penyembuhan.
Ada 2 jam lebih operasi berjalan, All kini sudah berada dialam bawah sadar begitu juga dengan Rara.
"semoga ini bisa membantu" batin All sebelum dibius.
Ell mengerutkan dahinya pasalnya All sudah berjanji akan berangkat sekolah hari ini.
"kenapa dia tidak menepati janji ya" batin Ell.
"ada apa dengannya?"
"haii Ell" sapa Vallen
Ell hanya menganggukan kepala dan segera pergi.
"aku tahu kau sedang mencari siapa" ucap Vallen
"aku melihat Alisha sedang berada dituang operasi milik Rara"
Setelah mendengar Ell akan segera melangkahkan kaki nya kembali.
"setidaknya berterima kasihlah kepadaku" ungkap Vallen, yang membuat Ell terpaksa harus membalikkan badan. Namun ia hanya menatap Vallen tanpa sepatah kata pun. Ternyata ia baru teringat jalan keparkiran berada dibalakang bukan di depannya.
Ell berjalan mendekati Vallen membuat jantung Vallen berdebar kencang, sebeb baru pertama kalinya ia di notice oleh Ell sosorang yang sudah berhasil memikat hatinya selama ini.
Namun nihil Elgara hanya melewati Vallen begitu saja tanpa melirik dirinya.
"ck, gue ngk bakalan nyerah" batin Vallen
****
"kenapa dengan pasien bernama Alish Anindita dok?" tanya Elgaraa yang sudah sampai disana, bisa dikatakan hari ini dia lebih memilih bolos.
"dia hanya ingin mendonorkan satu ginjalnya untuk pasien bernama Kevyra Anastasya" terang sang suster
__ADS_1
"bagaimana bisa dia berpikiran sejauh ini" batin Ell.
Ia segera menunggu diruang tunggu sampai operasi berjalan dengan lancar.
tringg... satu pesan masuk ke handphone milik Ell
*Ell, mama dapat teguran dari wali kelas kamu. Katanya kamu sama All nggk berangkat sekolah lagi hari ini*
*bukannya tadi pagi kami sudah pamit untuk berangkat Ell?* tanya Rindi dalam pesannya.
*maafin Ell mamm, hari ini Ell berada dirumah sakit lagi. All sedang mendonorkan ginjalnya untuk temannya* terang Ell
Rindi kelupaan bahwa hari ini All memang akan mendonorkan ginjal.
*kalau gitu kabarin mama jika sudah selesai, mama akan kesana*
Pesan akhir dari sang mama hanya dibaca oleh Elgara. Ia merasakan tegang bagaimana jika nyawa All yang harus melayang. Ell hanya bisa berdoa mereka berdua bisa selamat.
Sekarang Elgara berada didalam ruangan sedang menunggu seseorang sadar dari biusnya.
"Alhamdulillah operasi tadi berjalan dengan lancar, nona All mungkin akan sadar dalam beberpa jam lagi dan begitu juga dengan nona Rara" terang dokter tadi setelah keluar dari ruang operasi.
Ruangan Rara dan All pun kini terpisah.
"Ell gimana All?" tanya Rindi yang baru datang
"baik kok mahh, kita tinggal nunggu dia siumann"
"bunnn" rintih All, ia masih dalam keadaan tertidur namun menitihkan air mata.
"All kenapa sayangg" Rindi mendekat begitupun Ell
All berulang kali merengek memanggil nama sang ibunda. Dan berulang kali juga Rindi menggoyangkan tubuh All akan sadar.
"bunnn jangan tinggalin All" teriak All yang akhirnya membangunkan nya
Spontan Rindi membawa All kedalam pelukannya.
"gapapa sayang ada tante disinii" Rindi berusaha untuk menenangkan nya.
__ADS_1
"mahhh" rengek All kepada Rindi