Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Mencari All


__ADS_3

Plakkk


"dasar tidak tahu diri!!" hardik Ratna


"nenek tolong jangan lakukan itu kepada mamah, mungkin disini ada kesalahpahaman" elak Tasya


"kau diam dulu, aku ingin mendengar sendiri dari mulutnya" Ratna menatap benci kepada Tantri


"bu aku sudah bilang bukan aku yang menukar obat Hendra" terang Tantri.


Namun na'as dia mendapatkan satu kali lagi tamparan dari Ratna.


"tidak usah berbohong, katakan padaku kau yang memberi obat tidur kepada semua bawahanku agar mereka tidak mencari pendonor bagi Hendra kan" pekik Ratna.


"buuu" Tantri tertunduk dibawah kaki Ratna


"aku berani bersumpah bukan aku, pasti ada yang "


"percayalah kepadaku, aku tidak mungkin tidak tahu diri. Aku sudah mendapatkan semua yang aku ingikan" terangnya


"aku mohon nenek percaya kepada mamah, dia tidak mempunyai hati untuk tega mencelakai ayah" ucap Taysa sembari menangis, dia juga ikut tertunduk dibawah kaki sang nenek.


"jika bukan kau lalu siapa wanita yang ada di cctv itu!!"


"dia perisis sepeti mu!!" bentak Ratna


"Tasya tahu" dia menghapus air matanya dan berdiri dari tempat


"dia bukan mamah melainkan Alisha, dia sangat benci kepada kami berdua jadi dia memfitnah mamahku" ucap Taysa yang sok tahu.


"yaa benar, aku tahu itu dia. Buu kau tahu kenapa selama ini mas Hendra tidak memperoleh luka ditubuhnya?"


"itu karena dia melampiaskan semuanya kepada Alisha, mungkin dia dendam" terang Tantri


Dengan penjelasan seperti itu membuat Ratna bimbang. Yang akhirnya dia memilih untuk percaya lagi kepada Tantri dan Taysa. Dia juga meminta kepada bawahannya untuk mencari tahu soal apakah benar Hendra melampiaskan emosinya kepada Alisha.


"terima kasih bu" ucap Tantri karena Ratna mau percaya lagi kepadanya.

__ADS_1


Lalu dia berjalan pergi ketoilet, mereka beruda sudah lama menunggu operasi dari Hendra yang tak kunjung selesai.


"dasar hampir saja aku ketahuan"


"dia sudah nenek-nenek tapi kekuatan masih besar"


"sangat sakit dipukuli olehnya" gerutu Tantri.


Dia memutuskan untuk memakai cara lain agar Ratna tidak lagi curiga terhadapnya.


"hmph, aku selamat hanya karena ada Taysa"


"cih, akan kebih baik jika pria itu tidak selamat" pikir Tantri


****


"ini sudah larut malam, dua pergi kemana dua hanya memberikan makanan tapi tidak pulang" gerutu Bobi.


Dia sedari tadi sidah mondar-mandir menunggu kepulangan dari Alisha dia sungguh khawatir akan terjadi sesuatu kepadanya. Karena sudah tidak sabar, Bobi meninggalkan 3 pria tadi yang masih terikat dan memilih mencari Alisha.


Namun dirinya adalah prang asing, jadi dia memutuskan untuk mencari alamat Elgara. Karena waktu itu ia sempat meminta kepada Alisha, jadi dia akan pergi menemui Ell terlebih dahulu.


"apakah kau yang bernama Elgara" tanya Bobi dengan nada formal


"ya, ada urusan apa kau mencari ku"


"perkenalkan saya Bobi teman Alisha" ucap Bobi dengan menjulurkan tangannya


"apa ada masalah dengannya" tanya Elgara sembari menerima juluran tangan dari Bobi.


"yaa sepertinya ada sedikit masalah" kata Bobi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Mendengar kata Alisha membuat Elgara berantusias dia mempersilakan Bobi untuk masuk kerumah dan menceritakan apa yang terjadi. Ini juga sudan tengah malam, namun Bobi menolam masuk karena dia sedang terburu-buru pasalnya ini sudah lama sejak hilangnya Alisha.


"aku mengerti, ikuti aku untuk mencarinya"


Mereka berdua berangkat menggunakan motor milik Ell. Ell segera berfikir dimana tempat yang biasa All kunjungi. Tapi All lebih suka ke pantai sementara hari sudah malam mana mungkin dia sendirian di pantai. Namun karena penasaran dia tetap saja kepantai yang biasa di kunjungi oleh All namun tidak membuahkan hasil. All sam sekali tidak ada disana.

__ADS_1


Lalu mereka berganti tempat diamana All suka makan. Tetap saja tidak menemukan mereka alhir berpisah, Bobi memilih untuk menggunakan motor sendiri. Mereka mengunjungi supermarket mini terdekat, siapa tahu All sedang menikmati waktu kesendiriannya.


"aghh dimana si lo" Elagara mulai frustasi. Dia membanting stirnya.


Karena Ell mendengar cerita dari Bobi tadi yang dimana nyawa All sedang diincar oleh mama tirinya sendiri. Itu membuat dia lebih khawatir lagi. Entah apa yang akan Tantri lakukan, terlebih lagi karena All pernikahan putrinya jadi hancur.


"gue harap ko baik-baik aja" batin All.


Sama seperti Ell malam ini Bobi mengendarai motor dengan cepat membuat orang yang melihat membicarakannya ada juga yang memarahinya.


"Alisha lo masih sama, cuma bisa jadi beban guee" gerutu Bobi


"dasar bocil satu ini, gue ngga akan maafin dia kalau sampai kenapa-kenapa" walaupun Bobi mengoceh tidak jelas tapi tertera di wajahnya bahwa dia sangat mencemasi All.


Mau bagaimanapun All sudah seperti adik bagi Bobi, dia juga sudah berjanji kepada guru Li untuk membawa All pulang dengan selamat.


"kalau sampai gue pulang ngga bawa lo All dan gue yang disalahain gue ngga bakal maafin lo" detak jantungnya sangat cepat. Firasatnya sebagai kaka sangat kuat ia berprasangka tidak baik.


"kemana kamu sayang" Rindi memandangi foto Alisha yang ada di genggamannya


Mendengar All hilang sontak mmebuat dia sangat takut, apa lagi sekrang namanya sedang menjadi trending topik mungkin saja ada orang jahat yang akan mencelakainya.


"Alvina aku gagal jadi mama buat Alisha"


"hikss...hikss.."


"udah lah mahhh, Alisha pasti akan bisa melindungi dirinya sendiri" Rival berusaha untuk menangkan istrinya itu. Ini tengah malam dan dia menangis keras dia khawatir para tetangga akan beranggapan yang tidak-tidak.


"aku belum tenang jika belum mendapatkan kabar dari Ell tantang All"


"mahh setidaknya kau jangan menangis, atau tetangga mengira aku sedang menyakiti istriku" ucap Rival.


"apa yang kau pikir kan kenapa kau memikirkan hal yang tidak penting!!" cetus Rindi.


"diam lah, kau bisa berdoa menangis tidak akan membuahkan hasil" terang Rival.


Mendengar saran dari suaminya itu yang masuk akal, Rindi akhirnya memutuskan untuk berdoa saja menangis hanya akan menguras energi dan tidak menghasilkan apapun.

__ADS_1


Tepat dimalam ini semua orang sedang mengalami maslahnya sendiri-sendiri. Mungkin malam ini akan dikenang oleh semuanya. Dimana tidak hanya satu kejadian yang terjadi.


__ADS_2