Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Kedatangan Polisi


__ADS_3

"jadi gimana pak, laporan kami?" tanya Rina kepada sang polisi


"sedang diproses, harap ditunggu"


"kantor kami akan menghubungi anda, jika kasus ini berlanjut"


Selesai dengan pelaporan akhirnya mereka kembali. Mereka harap kasusnya segera diproses secepat mungkin, agar Alisha bisa segera dipenjara.


tokk tokk tokk seseorang mengetok pintu rumah All.


Bibi membuka ia tertegun melihat siapa yang datang berkunjung ke rumah.


"sebentar saya panggilkan dulu non Alis" pamit bibi


"nonn ada yang mencari non Alis didepan" bibi mencari Alisha di kamarnya


"sebentar bii, All lagi ngemasin bola All"


Alisha dan Bibi turun kebawah menemui sang tamu, All sudah tahu itu siapa setelah melihat pakaian yang dipakainya.


"maaf kami harus menahan mu, atas laporan yang diajukan" kata sang polisi


Alisha hanya diam, dia tidak bisa berkutik. Ia juga tidak tahu harus bicara apa lagi. Bisa dibilang ia pasrah dengan takdir.


"nonn? tapii pakk non Alis kenapa?" tanya bibi panik.


"dia sudah melakukan tindakan kriminal"


"ngk pak polisi non Alis orangnya bukan seperti itu" bibi terus membantah, ia tidak mengijinkan pak polisi untuk memasang borgol ditangan All.


Bibi terus menarik All untuk masuk.


"nonn masuk yaa, biar bibi yang bicara sama pak polisi!!"

__ADS_1


"ini pasti fitnah, non Alis orangnya baik, baikk banget"


Bibi dengan segara alasannya, namuan tidak menggerakkan hati sang polisi. Ia kekeh dengan tuntutan itu, orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.


"bii lepasin All yaa, All janji kok bakalan balik lagi kerumah" pamit All dan di tarik paksa tangannya oleh sang polisi.


Bibi menangis, bagaimana cara dia menjelaskan kepada Pak Hendra bahwa sekarang putrinya berasa di dalam sel tahanan.


"biarin aja bii, itu pantas buat dia" ucap Tantri yang melihat semuanya.


"ck emang dasar sampah" Tantri hanya masa bodi dengan yang terjadi. Yang terpenting dia hidup dengan damai.


Setelah melakukan kegiatan bersih-bersih, bibi segera pamit pergi kewarung. Namun ia bukan ke warung melaikan ke rumah Elgara. Ia ingin mengatakan apa yang terjadi tadi.


ting tong... Bel rumah Ell berbunyi


"kenapa bii" tanya Rindi, ia melihat wajah panik bik Siti.


"anuu, gini nyonyaa non Aliss" ucapnya terbata-bata


"kenapa" Rindi juga mulai gelisah


Rindi membawa bibi masuk terlebih dahulu, ia disuruh tenang sebelum menjelaskan semuanya.


"jadii All ditahan?" tanya Rindi


Bibi hanya mengangguk ia berharap baik bu Rindi maupun Elgara bisa menyelamatkan Alisha.


"saya tau apa yang harus saya lakukan"


"sekarang pulang lah bii, sebelum orang rumah curiga" ucap Rindi.


Setelah kepulangan bibi Rindi segera memberitau kepada anaknya apa yang terjadi.

__ADS_1


"Ell mama mau ngomong" izin Rindi


"kenapa mamm?"


"All sekarang ada dikantor polisi"


"apaa kenapaa" Ell terkejut


"karena kasus waktu ituu, mama mohon yaa kamu temani All" ucap Rindi


Ell hanya mengangguk tanda setuju.


"gue bukan hanya mau menemani All tapi gue bakal mbebasin All" batin Ell


Ia segera melaju ke kantor polisi bersama Rindi. Semoga dengan bukti yang ada saat ini Alisha bisa segera dibebaskan.


"lalu apa alasan kami harus membebaskan nya?" tanya pak polisi


"karena All tidak mempunyai niat untuk membunuh temannya sendiri" terang Ell


"bagaimana kamu mengetahui, sementra yang tahu niat dan isi hatinya adalah dia sendiri" elak pak polisi.


Rindi meninggalkan Ell bersama pak polisi tersebut ia lebih memilih untuk mengunjungi All disel.


Dan Ell juga sedang berdebat hebat Rindi hanya bisa berdoa bahwa pak Polisi percaya dengan apa yang dikatakan anaknya.


"maafin mama All" Rindi memeluk All dengan menangis.


"bukan salah mama, ini takdir mamm" elak All.


"maafin aku Alvina, ngk bisa njaga All dengan baik" batin Rindi.


"mama sama Kevin bakal berusha sayangg, kamu bertahan sebentar lagi aja" ucap Rindi, All mengangguki kata-kata dari Rindi.

__ADS_1


Dia percaya Ell dan mama Rindi akan melakukan yang terbaik untuknya. Ia sangat bersyukur dipertemukan dengan mereka berdua.


__ADS_2