
"kenapa, lo harusnya malu dateng kesini mau jadi pelakor lo?" ucap Tasya
Dengan sikap tanggapnya Alisha segera melayangkan saru tamparan kasar dipipi sebelah kanan Taysa. Bunyinya begitu nyaring sehingga orang yang dekat dengan mereka berkedik ngeri jika mereka yang terkena tamparan itu.
"sekali lagi lo ngomong tentang bunda gue, gue ngk bakalan segan-segan buat lo ngk bisa ngomong seumur hidup!" ucapnya dengan tatapan penuh benci.
Melihat perlakuan kasar dari sang kaka, sang wartawan justru semakin menyalahkan All. Dia dimaki habis-habisan. Bahkan karena perkataan Tasya tadi nama bunda All sekarang juga ikut tercemar, mereka dijuluki '****** kelas kakap' oleh banyak orang. Berita menyebar begitu cepat. Karena disana juga ada orang yang melakukan live streaming.
Karena tidak terima mendapatkan tamparan yang begitu keras, Tasya ingin balik menampar namun sayang tangannya justru dipegang oleh Elgara dia menepisnya. Dengan sorot mata seperti elang Taysa bahkan tidak berani untuk menatapnya. Karena Tasya disini tidan ada keadilan baginya, ia menangis untuk mendapatkan perhatian dari publik dan mengira bahwa pihaknya yang benar tersakiti.
All mendekati Rindi yang juga dirinya terkena noda dari lemparan makanan. Dengan sigap All mengelap muka Rindi untuk membersihkan noda sekaligus mengelap air matanya.
"mahh, maafin All acara pernikahan kak Ell jadi kaya gini" ucapnya
"ngga apa-apa sayangg" Rindi mengelus lembut rambut All, ia saja yang sebagai sahabat dari Alvina merasakan sakit yang hebat saat sahabatnya dicela seburuk mungkin dihadapan publik, lantas bagaimana dengan perasaan Alisha saat ini.
__ADS_1
Rindi membawanya All kedalam pelukannya. Dia sudah banjir air mata sedari tadi sedangkan Alisha tidak bisa menangis ia memendam sebisa mungkin amarahnya. Ia tidak tahu jika dia tidak menahan mungkin Tasya bisa mendapatkan pukulan bertubi-tubi darinya.
"maafin All mahh, kayaknya All emng ngga cocok tinggal disini"
"All mau balik lagi aja disana All menemukan kebahagiaan All sendiri"
Mendengar keputusan yang sudah dibuat oleh All, Rindi hanya bisa mengiyakan begitu juga dengan Elgara. Benar kata All disini dia selalu hidup dengan tidak keberuntungan selalu saja ada masalah.
"kali ini biarin aja All bebas nemuin kebahagiaannya sendiri" batin Ell
Sempat sulit bagi All untuk pergi, namun dengan kecerdasan dari Bobi dia bisa membawa All keluar dari kerumunan tersebut.
****
"masss" pekik Tantri, dia berlarian untuk menyusul Hendra yang dibawa para pengawal karena pingsan.
__ADS_1
Tepat setelah All pergi selang beberapa menit terdengar jeritan keras dari Tantri karena melihat suaminya yang sudah pucat itu. Termasuk juga dengan Ratna dia juga sangat khawatir keoada Hendra. Pasalnya dia baru tahu bahwa Hendra itu mengidal sebuah penyakit setahunya dia sehat-sehat saja.
Tasya yang mendengar teriakkan dari sang ibu segera bangkit dari posisinya dan berlari untuk melihat sang ayah. Tantri dan Ratna juga sedikit syok melihat ruangan acara yang akan ditempati begitu berantakan.
Tanpa pikir panjang, Taysa ikut dengan ibu dan neneknya pergi ke rumah sakit dan meninggalkan acara. Walaupun dia merasa hanya ada sedikit kasih sayang dari Hendra untuknya namun Tasya benar tulus menyayangi ayahnya itu apa adanya. Karena itu Tasya sangat cemburu sekali kepada All karena All terlahir dari rahim wanita yang ayahnya cintai.
Bahkan Tasya mengira disaat masih kecil ketika semua hal dirumah selalu All yang mengerjakan itu adalah bentuk kasih sayang Hendra kepada All agar dia menjadi anak yang rajin. Sementara Tasya dibiarkan melakukan hal sesukanya, bahkan jika dia melakukan kesalahan ayahnya tidak pernah memarahinya membuat Tasya mengira dia tidak disayang oleh sang ayah.
Semua tamu bingung dengan dua kejadian diacara ini. Karena sudah tidak ada lagi tuan rumah atau sang penyelanggara acara semuanya dibubarkan atas perintah dari Rival. Entah kapan acara ini akan dilaksanakan kembali.
"sungguh drama orang kaya" cetus Rina, diantara yang lain dirinya lah yang suka sekali dengan keributan dan juga gosip.
Kini di rumah sakit semuanya sedang panik, dari penjelasan dokter tadi sukses membuat Ratna keringat dingin. Serangan jantung dari Hendra kambuh, karena sangat syok. Hendra juga dinyatakan koma, bahkan dokter juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan perawatan yang terbaik. Hanya tinggal menunggu apakah Hendra sendiri bisa bertahan atau menyerah.
"Tantri kami pamit dulu" ucap Rindi dia bersama dengan keluarganya ikut serta datang ke rumah sakit.
__ADS_1
"baiklah" jawabnya lesu.