
FALSHBACK
"mamahhhh" teriak sang gadis kecil dipinggir jalan.
Ia habis pupang dari pasar malam dengan mama dan adik tirinya. Namun sayang ia ditinggal dijalan hanya karena ia menangis meminta dibelikan permen kapas.
"tinggalah kamu disitu"
"papah mu juga tidak akan perduli kau hidup ataupun mati" hardik Tantri. Setelahnya ia benar-benar pupang meninggalkan sang gadis kecil berusia 9 tahun di pinggir jalan.
"bundaa tolong All" rintih sng gadis kecil itu.
Ia mulai berjalan menulusuri jalan. Ia berusaha mengingat sedikit demi sedikit jalan yang tadi ia lewati saat akan berangkat.
Ia sudah berada di setengah jalan, beruntung bertemu dengan seorang wanita yang baik.
"dimana ibumu nakk" tanya wanita paruh baya itu.
"mamah pulangg" ucap All kecil
"kamu ingat rumahmu?" tanya wanita itu lagi
Dan All mulai menjelaskan sedikit demi sedikit ciri-ciri rumahnya. Sang wanita kemudian paham, ia sepertinya tidak asing dengan ciri-ciri rumah yang anak kecil tersebut sebutkan.
__ADS_1
Dann mulai sejak saat itu, All tidak ingin melawan sang ibu tiri lagi. All kecil takut pada ibu tirinya, bahkan iblis di flim tidak lebih menyeramkan dari pada ibunya ini. Tatapannya saja mempu membuat kaki All bergetar hebat.
AT THE MOMENT
"siapa yang memberimu hak untuk mengusirnya" ucap Hendra yang baru pulang dari kantornya.
Semua orang sontak menghadap keasal suara.
"tapiii mass" elak Tantri
"ma-mahh ma-mahh" suara anak kecil yang baru berusia satu setengah tahun, ia adalah anak dari Hendra dan Tantri selama All dipenjara.
Penantian Hendra untuk memiliki anak laki-laki sudah tercapai, walaupun bukan dari rahim wanita yang ia cintai.
Alisha menengok ke asal suara.
"mamah?" ia bertanya-tanya di dalam hati siapa anak itu kenapa kami bertambah satu lagi anggota keluarga.
Tantri mendekati anak kecil yang berada di dalam dekapan sang suster baru. Tantri membawanya kedalam dekapannya.
"sayangg mamah"
"adek gue, dia Aksara" ucap Tasya.
__ADS_1
All tertegun ia hanya meninggalkan rumah ini selama 3 thn ternyata selama ia tidak ada kedatangan orang baru disini. Aksara terlihat manis dimatanya. Ia berharap Aksara dapat tumbuh dengan penuh kasih sayang dari kedua orang tuanya.
"sekarang masuk, saya tidak ingin ada keributan" tegas Hendra membuat semua orang yang tadinya ada didepan rumah langsung masuk begitu saja.
All kali ini terselamatkan, ia tidak tahu kenapa ayahnya mengizinkannya untuk tinggal lagi disini setelah apa yang terjadi 3 tahun lalu yang juga membuat reputasi Hendra turun. Namun Hendra bisa menyelesaikan masalahnya itu sendiri, walau kadang juga dengan emosi.
Hendra ia seseorang yang hebat walaupun ia menderita gangguan kepribadian, ia bisa menyelesaikan semua masalah hanya dengan dirinya sendiri. Karena gangguan itu menyebabkannya sulit untuk mempercayai orang lain termasuk tangan kanannya sendiri.
"gue jadi kepo, selama gue ngk ada papah melampiaskan emosinya kesiapa?" gumam All dikamarnya sambil rebahan.
Akhirnya ia bisa tidur dikasur setelah dipenjara dia hanya beralaskan karpet.
"guee kangen kamar inii" All mulai memejamkan mata.
Ia tahu ia kehilangan semua dihidupnya setelah ia dipenjara. Ia harus kehilangan teman-temannya dan juga dia harus dikeluarkan. Entah apa yg ada dipikiran para murid tentangnya waktu itu. Ia tidak berharap bahwa banyak orang yg membenci akan dirinya. Dia juga butuh kasih sayang.
"gimana yaa keadaan Rara sama Kayla" batin All.
"semoga ginjal gue waktu itu ngk bermasalah" All memegang sisi kanan perut yang sudah diambil satu organnya itu.
"tahun ini mereka akan lulus, sementara gue Hhahaha" All tertawa sendiri melihat nasibnya ini.
"andai waktu itu keinginan kita bertiga bisa tergapai buat lulus bareng" All mulai membayangkan bagaimana jika dirinya saat ini masih bersekolah layaknya murid-murid semurannya.
__ADS_1