
Sekarang All sedang antri di apotek, entah kenapa hari ini antriannya terasa sangat lama. Sudaha ada satu jam ia terduduk di bangku.
"aghh lama-lama peor ni kaki" keluh All
Ia memutuskan untuk menunggu sebentar lagi. Sampai akhirnya namanya pun dipanggil. Setelah All mengtahui apa yang ingin di ketahui ia segera meninggalkan apotik itu dan berjalan pulang. Ia tidak pangsung pulang ke rumah ia mempir dulu ke taman karena sedikit lelah.
"kenapa papah sampai bisa sakit seperti ini" ucap All, ia tidak tahu apa yang sebernarnya terjadi kpd papahnya
FLASHBACK
"jadi itu obat apa kak" tnya All
"ini obat untuk orang yang sedang menderita ponoroid atau seseorang yang mengalami ganguan jiwa dan mental yang tidak stabil"
"namun penderitanya tidak sampai stes berlebihan, ia hanya tidak bisa mengontrol emosinya sendiri"
"apa yang menyebabkan penderita sampai seperti ini kak" tanya All.
"mungkin karena ia memiliki trauma di masa lalunya dan memiliki beban berat di pikiranya"
"makasi pemberitahuan nya kak" pamit All undur diri
AT THE MOMENT
"emng papah mikirin apa sampai-sampai bisa sakit kaya gini" All bingung apa mungkin karena perusahaan atau karena dirinya.
All sudah merasakan panasnya terik matahari yang sudah berada di atas kepalanya. Ia memutuskan pulang dari taman.
Selama liburan ini All hanya mengisinya untuk belajar dan belajar, ayahnya mendaftarkannya untuk mengikuti les mtk dan tidak mungkin juga All menolaknya. Sampai dimana les nya libur All mengajak Kayla dan Rara untuk pergi jalan-jalan. Ini sudah liburan memasuki minggu ke dua. Ia tidak ingin menyianyiakan liburanya hnya dengan belajar ia juga butuh Helling.
Disebuah cafe terdapat 3 gadis cantik yang mendapatakan perhatian dari setiap pengunjung cafe yang datang.
"Raa muka lu kenapa si kok ditekuk terus" tnya Kayla
"Gpp Kay" bohongnya
Hari ini Rara mengunakan baju yang tertup ia tidk ingin memperlihatkan luka nya kpd sang sahabat.
__ADS_1
"nggak biasanya lo galau karena cowo" ucap All
"gue nggak gamon sama Roii" bohongnya
All dan Kayla tidk ambil pusing mereka bertiga menuntaskan makanan sendiri-sendiri. Smapi akhirnya mereka memutuskn untuk berpindah tempat. Hari ini menjadi hari bahagia All dn Kayla karena bisa berjalan jalan sepuas mereka, ini adalah moment langka karena All selalu di batasi jika akan keluar rumah. Di sepanjng perjalanan juga Rra selalu menekuk mukanya.
"Raa setiap ada pertemuan pasti ada kalanya berpisah" ucap All ingin memeberi semangat pada Rara.
"ia Raa jangan terlalu dipikirin, cewe secantik lo pasti ada yang mau"
"jadi tinggal cari yang lain pasti mau kokk" ucap Kayla disertai tawaan dan All juga ikut tertawa. Rara hnya tersenyum dengan tinggah sahabatnya.
Rara tahu bahwa mereka juga sedang berusaha menghibur Rara dengan segala cara. Nmun Rra terlanjur sakit hati, ia juga sayang kpd Roii.
"mana mungkin gue ngelupain seseorang semudah itu" batin Rara
"Raa ketika lo berhenti mengejar apa yang bukan untuk lo, maka Tuhan akan mempertemukan apa yang baik untuk lo"ucap All
"iya Ra nggk baik berlarut-larut dlm kesedihan" sambung Kayla.
Mereka berdua tidk tahu fase apa saja yang telah Rara lalui mereka hanya bisa menyemangati. Pikiran mereka terus positif tidak mungkin bahwa Rara akan melakukan yang tidak-tidak hanya karena seorang lelaki.
Genap 2 minggu mereka berlibur dan akhirnya mereka masuk kembali ke sekolah. Hari ini merka harus menjalankan upacara bendera hari senin.
"Raa" panggil seorang yang berangotakan osis. Smentara yang dipanggil tidak mendengar karna asik berkipas dibawah teriknya matahari.
"Raa lo dipanggil tuh" ucap All seraya menpuk pundak Rara
Rara baru sadar trnyta ia harus mnejalakan tugas nya menjadi osiss. Ia segera membatu anggota osis yang lain sedang kesusahan untuk menggendong seseorang yang pingsan. Dengan sigap Rara pangsung membatu dan mmbawa nya ke uks.
Di uks juga terdapat Vallen dan juga Rina.
"gimana kabar lu Raa" tnya Vallen
"udah baikan kok kaa" jawab Rara
Sementara Rara menjadi osis, ia skrng lebih banyak waktu bersama dengan Vallen dan Rina. Rara hanya terus mengatakan bahwa dia sibuk dengan tugasnya dan tidak mempunyai waktu untuk mereka. Karena ini kewajiban Rara.
__ADS_1
"All emang jadi osis sesibuk itu yaa" tnya Kayla
"gue juga kurang paham"
"kalau gue lihat Kak Ell sama Kak Kevin nggak gitu-gitu amat deh" jelasnya
"apa dia berusaha ngehindar dari kita?" tebak Kayla
"Kay lu kok ngomongnya kaya gitu sii"
"kan cuma firasat gue aja All"
"siapa tau bener"
"nggak Rara bukan ky gitu orangnya" terang All
"iyaa gue juga percya kok" jwk Kayla walupun ada sedikit keraguan namun ia berusaha menepis semua itu.
Selesai dari kantin All dan Kayla pergi ke perpus. Mereka melewati ruangan osis yang terbuka sedikit. Dengan jiwa kekepoan yh amat besar Kayla berusah mengintip. Karena sama keponya All juga mengikuti yang dilakukan oleh Kayla.
Mereka melihat Rara yang sedang asik bercanda ria dengan teman-teman barunya.
"apa itu alesan Rara buat nggak kekatin bareng kita"ucap Kayla. All lngsung membawa Kayla pergi takut ketahuan.
"Raa lepasin dulu gue masih mau liat mereka ngomongin apa" ia berusaha menepis tangan All yang sedang membawanya pergi.
"hustt nggak baik lama-lama ngitip"
"Kay lu nggak ush otv tentang Rara" jelas All
"tapii..." sebelum mengucapkn katanya ia sudah dicegat oleh All
"nggk, yang mau lo omongin itu nggk bener"
"mungkin mereka lagi bhs sesuatu sambil bercanda"terang All.
Yaa sedikit membuat hati Kayla tidk ber otv tentang apa yang sedang dilakukan Rara tadi di ruang osis. Mungkin pikiran All masih bisa positif mengenai Rara namun tidak dengan perasaan Kayla.
__ADS_1
"kenapa gue ngerasa sebentar lagi kita asing" batin Kayla.
Pulang hari ini All bareng sama Ell dan Kyla tentu diantarkan oleh Kevin yang sekarang menjadi kekasihnya. Sedangkan Rara sedang berada di depan gerbang sekolah ia, sebenarnya ia tidak menunggu siapa-siapa.