
Dan akhirnya dia pasrah dibawa oleh polisi.
"sampai jumpa" Vallen melambai tangan sebelum dirinya benar-benar hilang dari pandangan Kayla
"aku tidak tahu apa yang sudah terjadi padamu"
"tetapi perbuatan mu tidak bisa ku maafkan" gerutu Kayla.
Padahal dihati kecil Vallen, dia tidak ingin balas dendam sama sekali. Apalagi sampai melukai Rara yang dia adalah anak dari orang yang sudah menyelamatkan dia. Tetapi entah apa yang ada dipikirannya kenapa tangan itu seolah bergerak dan langsung saja menusukkan pisau.
Kini Vallen tidak bisa menyesel semua sudah terjadi, dan Vallen akan mengikuti bagaimana proses selanjutnya. Dia akan menerima hukuman yang pantas untuk dia dapatkan.
Setelah kepergian dari Vallen, Kayla langsung saja menyusul Rara yang sedang di bawa ke rumah sakit. Dia berharap Rara mendapatkan pertolongan segera dan jangan sampai kenapa-kenapa.
Kayla berjaga disana karena satu-satunya yang Rara miliki disini hanya dia. Ibunya bahkn tidak dapat dihubungi entah ap yag dia pikiran. Seiring berjalannya operasi dari Rara disisi lain Hendra juga sedang di operasi. Kini mereka berdua sama-sama sedang melawan maut dan bertahan untuk hidup.
"dokter bagaimana dengan operasinya" pekik Ratna dengan wajah gelisahnya.
"operasinya berjalan dengan lancar, kalian berterimakasih lah kepada sng pendonor berkat kedatangannya operasi ini bisa kami lakukan semaksimal mungkin" terangnya.
Semua keluarga yang mendengar berita baik itu segera tersenyum bahagia apalagi Ratna dan Tasya. Namun ada satu manusia yang tidak suka dengan selamatnya Hendra itu tak lain adalah istrinya sendiri.
"siall, dia harus selamat kini tinggal menunggu kematian dari Alisha!!" batin Tantri.
Semua orang sekarang bisa istirahat, besok pagi Ratna memutuskan untuk melihat siapa yang sudah berkorban nyawa untuk anaknya itu.
Sementara Kayla harus menangis histeris karena kegagalan dari operasi dikarenakan Rara kehabisan darah. Yah, lebih tepatnya dia meninggal karena tusukan yang di lakukan Vallen bukan sekali namun dua kali.
"nggaaaaa, kalian semua ngga becus jadi dokter" pekik Kayla dia menggila dini hari ini di koridor rumah sakit melihat jenazah sahabatnya akan dibawa ke ruang jenazah.
"ngga kembaliin Rara guee, dia ngga mungkin ninggalin guee" tangisnyaa. Bibirnya gemetar dia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
__ADS_1
"Raa, gue mohon lo bangun demi gue"
"gue ngga akan maafin lo sampai kapanpun kalau lo ngga bangun!!" gerutu Kayla dia memegang erat tangan Rara yang dingin itu.
"Raa lo denger gue kan, lo ngga bakal biarin gue kesepian"
"iyaa kann, Raaaa!!" pekiknya
Dokter dan suster berusaha memisahkan Kayla dan Rara. Dia memegang erat tangan Rara seoalah tidak ingin kehilangannya. Sampai akhirnya Kayla pingsan karena terlalu lelah berteriak.
****
Setelah mendapatkan kabar yang baik dini hari itu akhirnya Ratna bisa istirahat dengan tenang. Dia bangun pada pukul setengah delapan. Setelah mandi dan bersiap dengan di kawal beberapa bawahannya dia ingin menjumpai siapa pendonor tersebut.
"apakah dia memiliki keluarga?" tanya Ratna jepada suster yang berjaga sebelum memasuki ruang jenazah.
"kami belum tahu pasti, tapi kami akan memastikan bahwa siapa keluarganya" terang suster
"jika kau sudah mendapatkan informasinya segera beritahu saya secepat mungkin"
"dia seorang gadis" gerutu Ratna setelah melihat tubuh gadis itu.
Ratna merasakan perasaan yang janggal saat mau membukanya, kenapa ada rasa tidak terima jika dia yang harus mendonorkan jantungnya untuk anaknya.
"bukankah masa depan mu masih panjang tetapi kenapa kau lebih memilih mati" batinnya.
Alangkah terkejutnya saat dia mengetahui siapa yang sudah mau berkorban nyawanya demi putranya.
"bagaimana ini bisa terjadi" suster yang sudah menemukan identitas pendonor juga terkejut.
"bagaimana satu keluarga tidak tahu bahwa yang mendonorkan jantung untuk pak Hendra adalah putrinya sendiri" ucap suster itu dan yang lain juga ikut terkejut mendengar kabae itu.
__ADS_1
Tidak sulit untuk menemukan identitas dari Alisha karena dia sendiri baru menjadi trending topik beberapa hari lalu dikarenakan merusak pernikahan adiknya sendiri.
"RARA" satu orang lagi datang ke dalam ruang jenazah dia baru sadar dari pingsannya dan langsung berlari ke ruang jenazah.
Dengan cara membuka pintu yang kasar mengagetkan Ratna dan yang lain, Tasya dan Tantri tidak ikut mereka hanya menitipkan salam untuk keluarga pendonor.
"siapa gadis itu?" batin Ratna namun dia segera menepis rasa penasaran dan segera kembali menatap lekuk wajah All.
"kau kenapa harus kau!!" gerutu Ratna.
"apa yang dia pikirkan kenapa dia berani sekali mendonorkan jantungnya untuk putra ku!" ucap Ratna.
"nyonya inilah alasan kenapa jantung yang didonorkan sangat cocok bagi pak Hendra" ucap salah satu bawahan Ratna.
Ratna dia tidak ingin menangis namun kenapa air mata turun begitu saja dipipinya. Dia merasa selama ini dia salah dalam menilai seseorang.
"Raa gue mohon bangun" pekik gadis disebelah Ratna.
Bansal jenazah milik Rara dan Alisha berdekatan.
"kalian semua cari tahu siapa wanita yang ada didalam cctv itu, aku rasa dia tidaj mungkin anak ini" ucap Ratna sambil mengusap air matanya.
"jangan kau beritahu apa pun mengenai ini kepada mereka semua dan beritahu kepada para suster itu untuk tidak menyebutkan siapa identitas dari sang pendonor" terang Ratna.
Setelah mendapat perintah bawahan dari Ratna langsung saja mengerjakan. Ratn sudah menduga ada yang tidak salah dengan pengakuan Tantri semalam. Dia sendiri berharap bahwa Tantri bukanlah pelakunya.
Para bawahan itu meninggalkan Ratna sendiri dengan seorang gadis di belakangnya yang sedang menangis pilu.
"jangan berlarut-larut dalam kesedihan mu"
"atau kau akan menyesal" ucap Ratna sebelum meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Mendengar seseorang dibelakangnya berkata, Kayla menengokkan kepalanya keasal suara. Entah apa yang membuatnya melakukan itu namun seperti ada tarian untuk menengok kebelakang dan melihat apa yang harusnya Kayla tahu.
Ratna pergi tanpa menutup muka dari jenazah All, Kayla yang sedang menangis melihat kepo ke bansal jenazah di samping Rara itu.