
Sementara sekarang kepolisian sedang berusaha menghubungi All dari tadi. Bukan hanya pak polisi Elgara, Rara dan Kayla juga sudah siap menunggu All. sudah ada satu jam lebih namun sosok yang di tunggu belum juga datang. Dan pak polisi akhirnya memutuskan pertemuan ini di undur besok.
Rara mengantarkan Kayla kembali ke kamar pasien nya. Sementara Elgra sekarang sedang cemas tidak biasanya All tidak menepati janji pasti ada alasan di balik ketidak hadiran nya.
Elgara memutus kan untuk pergi menemui All dirumahnya.
tok.. tok.. tokk..
Bibi membuka kan pintu untuk seorng tamu tampan. Kebetulan rumah sepi Tantri dan Tasya sedang pergi mencari makan. Sementara Hendra menjernihkan pikirannya dengan pekerjaan yang ads dikantor. Ia merasa jika sudah menyangkut dengan pekerjaan maka masalah lain akan hilng dari benak nya.
"cari siapa den" tanya bibi
"Alisha"
"neng Alis lgi kamarnya, mungkin dia tidur kerena kecapean"
"silahkan masuk"
Elgara masuk setelah dipersilahkan, bibi segera ke atas menuju kamar Alisha. Ia mngetok pintu kamar namun tidak ada jawaban. Akhirnya memutuskan masuk.
Bibi kaget bukan kepalang ia segera berlari kebawh untuk mncri pertolongan. Ia mndpti Alisha sudah tidak sadarkn diri dengn banyak skli darah segar yang mnglir di seluruh tubuh.
"denn tolong neng Aliss" ucp bibi ter engah-engah.
Elgara bingung dan tidak tahu apa yang diucapkan oleh bibi Siti karena sedikit tidak jelas. Ia menaikkan alis seolah berkata bahwa ada apa.
"neng Alisss pingsan dikamar" akhirnyaa bibi mengeraskan suaranyaa dan berteriak di bawah anak tangga.
Elgara sontak berdiri dari kursi ia segera lari keatas. Dan benar apa yang dikatakan oleh bibi sekarang tubuh Alisha benar-benar sudah terlihat hampir seperti mayat.
Tidak butuh lama Elgara segera membawanya kerumh sakit terdekat. Hati nya cemas bagimana kalau terjadi sesuatu kepada Alisha.
"All gue mohon lo brthan dmii gue" Elgara terus memegang tangan All
__ADS_1
"gue sayang sma lo" Elgara mengikuti bansal yang sedang di dorong cepat oleh para perawat.
"maaf kamu harus menungu pasien disini" ucap salah satu suster.
Elgara hanyaa bisa memandang bansal milik All didorng ke dlm ruangan UGD sampai hilng dari pandangan karna tertutup pintu. Elgara kini duduk di depan ruangan sambil berdoa agar terdapat keajaiban yang datang. Ell juga sudah mengabari ke mama nya bahwa ia sedang berada di rumah sakit menemani All. Rindi pun ikut cemas dan memutuskan untuk menyusul ke rumah sakit.
****
"gue udah bilng sama lo Kay dia itu nggk bisa di pegang omong nya" ucap Rara
Kini Rara dan Kayla masih berada di rumah sakit. Karena Kayla baru saja pulih dari koma namun ia memaksa untuk ikut ke kantor polisi karena bujukan Rara.
"All pasti punyaa alesan" sela Kayla
"lo keras kepala banget sih"
"udh jelas-jelas All sengaja nggk dateng, dia itu udah berniat kabur biar nggk di penjara" Rara terus saja memojok mojokkan Kayla
"Raa bukannya kita bertiga udah tau kepribadian masing-masing"
"iya waktu itu mata gue buta nggk bisa liat kenyataan"
"sekarang lo ikutin gue deh, percaya sama gue"
"All itu cuma tipikal orang yang pas butuh itu datng giliran di butuh in ngilang" Rara trs saja menjelkkan nama All di depan Kayla. Entah apa yang membuatnya begitu.
"apan sii nggk jls" jeles Kayla
"huftt" Rara menghembuskan nafas
Rara pamit pergi dari ruangan Kayla, ia sekarang menuju ke ruang sebelah tempatnya kemarin di rawat karena ada seseorng yang sedang menunggu nyaa.
"gimana?" tanya seorng gadis yang nampak lebih tua dibanding Rara
__ADS_1
"susah buat dia benci sma All"
"gue butuh waktu" pinta Rara
Hanya ada percakapan sebentar Rara langsng saja meningglkan gadis itu dan pulng kerumah. Ia juga sudah berpamitan pada Kayla ia akan pulang dan malam ini yang akan mnjga Kayla di rmh sakit adalah kedua orng tua nyaa.
"gimana Ell?" tanyaa Rindi
"masii belum selsai mah"
Rindi duduk bersebelahan dengan anaknya. Ia ingin mngthui knpa bisa All jadi seperi ini. Mereka berdua sdang mengobrol riangan sampai akhirnya ada suara terbuka nya pintu ruangan UGD.
Rindi dan Ell segera bangun dari kursi setelah menunggu satu jam lebih lama nya.
"gimana dok?" tanya Rindi
"beruntung pasien tidak kekurangan darah"
"sungguh keajaiban, pasien diperkirakan akan siuman paling cepat adalah besok pagi" tegas sang dokter
Setelah mengetahui keadaan All dari penjelasan dokter tadi mereka berdua akhirnya lega ternyata tidak begitu terjadi luka serius kepadanya. All hanya pusing mungkin karena kebanyakan pikiran dan juga karena luka-luka yang di sebab kan oleh sang papah membuat tubuh All lemas.
tringgg...
Bunyi telepon rumah Hendra.
Bini segera mengangkat nya. Ia sedari tadi sedng menunggu kabar dari Elgara yang membawa Alis.
"hallo" sapa bibi
"bik ini Rindi ibunyaa Elgara"
"Alisha baik-baik aja disini biarin kami berdua yang ngerawat" terang Rindi
__ADS_1
Bik Siti yang sudah tau tentang keadaan All akhirnya merasa lega. Kekhawatiran nya sedikit berkurang, setidaknya tidak ada hal serius yang membahayakan nyawa Alisha .