Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Mencari Saksi


__ADS_3

"bener kamu kemarin yang ngeliat kejadian?" tanya seorang wanita yang berparas cantik bak model.


"i-iyaa, ucap seorang gadis kecil yang baru menginjak usia belasan tahun" gadis kecil sebatang kara yang tinggal dengan seorang ibunya saja, bahkan ia harus berkerja karena sang ibu sedang sakit.


"kamu ngeliat kejadiannya gimana?" tanya wanita itu.


Dan si gadis mulai menceritakan semua kejadian dengan lengkap dan jujur. Dan juga saat ia melihat tangan All yang getar akibat kejadian. Ia melihat muka Alisha yang panic saat itu dan tidak sempat menarik kembali Rara yang jatuh.


"kamu mau bantu kaka ngk?" tanya wanita itu lagi.


Gadis kecil hanya bisa mengangguk dengan apa yang dikatakan oleh wanita didepannya ini.


Sore ini Hendra mendapatkan laporan ada beberapa kliennya yang terpaksa harus memutuskan kontrak dengannya. Walaupun sekertaris dari Hendra sudah mencoba untuk menahan tetap tidak berhasill.


brugg... satu dokumen berhasil melayang dibuatnya.


Hendra mulai kehilangan kesabaran, penyakitnya kambuh ia tidak bisa menahan dirinya sendiri. Biasanya jika ia akan meluapkan emosi maka Alisha lah tempatnya. Maka dari itu ia bisa menahan untuk tidak menyakiti diri sendiri. Namun sekarang All tidak ada jadi dia meluapkan emosi dengan mengobrak-abrik ruang kerjanya.


Hendra meminum obatnya untuk menenangkan pikiran. Ia mulai memejamkan mata, walaupun dengan tangan yang penuh luka.


"ALVINA" teriak Hendra, keringat nya bercucuran.


Ia memimpikan kejadian yang terjadi 16 tahun lalu dimana ia memergoki istri kesayangannya sedang tidur dengan laki-laki lain. Dimana disaat itu juga dilahirkan nya Alisha kedunia ini, dan juga kematiannya.


Insiden itu yang membuat Hendra harus drop, yang membuatnya ingin menghapus ingatan. Juga membuatnya trauma akan sebuah hubungan.

__ADS_1


FALSHBACK


"kenapa kamu tidak ingin mencari tahu tentang alasan Alvina melakukan hal seperti itu" tanya seorang sekertaris Hendra waktu itu.


"saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri"


"saya tidak butuh alasan kenapa dia melakukan hal seperti itu"


"dan satu lagi dia adalah penghianat, jangan sampai publik tahu tentang masalah keluarga saya"


"baik pak saya akan segera mengurus masalah ini" tutur Tantri yang waktu itu masih menjadi sekertaris di kantor Hendra.


"dan satu lagi, aku tidak mau ada satu pun orang yang menyelidiki kasus ini" pinta Hendra.


Satu bulan setelahnya ibu dari Hendra datang ketanah air untuk menjenguk anak semata wayangnya itu.


"tapi buu, saya tidak ingin menikah lagi" ucap Hendra.


"jika kau tidak menurut dengan ku, maka anak itu akan ku asuh sendiri"


Hendra terdiam dia tidak mungkin membiarkan All diasuh oleh ibunya ini. Dia bahkan lebih kejam dari pada iblis. Dan sifatnya ini menurun padanya sekarang.


"kau pikir lah dulu, ibu disini hanya satu minggu dan jika dalam satu minggu kau tidak juga menikah dengannya, maka akan ku bawa paksa anak itu ikut bersama ku" terang ibu Hendra pajang lebar.


Semalaman ia berfikir keras, dia bahkan tidak ada niatan lagi untuk menikah. Apa lagi sampai mempunyai anak untuk yang kedua kalinya. Kenapa ibunya tidak berusaha untuk memahami kondisinya saat ini.

__ADS_1


"wanita pilihan ibu lebih baik dari pada wanita kampungan yang kau nikahi itu" hardik Ratna, ibu dari Hendra.


"ckk" Hendra hanya bisa berdecak kesal dengan keputusan mendadak ibunya itu.


****


"bagaimana bu apa mas Hendra mau?" tanya seorang wanita yang akan dijodohkan dengan Hendra.


"tenang saja sayang, dia tidak akan melawan apa kata ku"


"kau bersiap lah saja, pernikahan mu akan dilaksanakan minggu ini"


AT THE MOMENT


Sidang hari ini akan segera dimulai semua sudah hadir untuk menyaksikannya. Sama seperti sebelumnya Elgara juga masih dengan alasan yang sama namun ada sedikit perubahan atas usul sang pengacara.


Bisa dibilang hampir seimbang, namun Elgara mematikan permainan ini dengan sangat bagus. Ia hampir menang dalam sidang kali ini juga. Hampir semua hakim setuju dengan alasan yang diberikan.


"Nona Alisha tidak mungkin sempat menarik kedua tangan sahabatnya itu, karena kejadian berlangsung cepat" terang pengacara All.


"dan jika saja nona Alisha ini terlambat berlari seper sekian detik maka yang jatuh bukan hanya nona Rara namun juga dengan nona Kayla"


"di situasi seperti itu sudah cukup bagus baginya untuk berusaha menyelamatkan salah satu dari mereka, karena nona Alisha juga harus melawan rasa takutnya sendiri"


Begitulah kira-kira alasan yang diberikan membuat para hakim harus berdiskusi. Saat sudah mau ditentukan pengumuman oleh sang hakim datanglah seorang wanita membuka ointu ruangan itu dengan tangan menggandeng seseorang.

__ADS_1


__ADS_2