
Di depan parkiran ia bertemu dengan Lea sebenarnya Lea sudah datang dari tadi, namun niatnya diurungkan untuk masuk ke dalam karena melihat sepasang kekasih sedang bertekar karena orang ketiga. Dia dia tau dialah orangnya.
"Raa" panggil Leaa, dia tidak enak hati melihat Rara yg sudah sembab matanya karena kebanyakan menangis.
Rara yg dipanggil namanya berhenti berjalan ia membersihkan air matanya terlebih dahulu sebelum seseorang yg menyebut namanya mendekat.
"gue minta maaf"ucap Lea.
"buat?" tnya Rara heran
"buat semua Raa, tolong maafin Roii" Rara yang mendengar kata Roii dipnggil olh seorng cewe di hadapan nya bingung.
"kamu siapanya Roii?"
"gue Lea"setelah mendengar jawaban dari seorang perempuan dihadapannya ia lngsng teringt pada kata-kata Roii tadi bahwa seorang gadis yg telah membuatnya nyaman adalah Lea.
"kenapa lo yg harus minta maaf"tnya Rara lagi.
"karena gue hubungan kaliann-" sebelum melanjutkan perkataan Rara menyodongkan tangan untuk tidak melanjutkan.
"maaf gue harus pulang udah sore" pamit Rara, sebenarnya tersimpan rasa benci dihati Rara pada wanita dihadapannya. Namun Rara tidak ingin membuat masalah semakin besar, ia memilih pulang. Dan Lea menghampiri Roii.
"Roii maaf karena gue-"Lea tidak melanjutkan omongannya karna Roii melakukan tindakan sama persis seperti Rara tadi.
"udah sore lebih baik kita cepet pulang"Roii mengalihkan pembicaraan, ia saat ini sedang tidak ingin membahas soal apapun dan juga tidak ingin bersama siapa pun. Namun tidak mungkin bahwa dia akan membiarkan Lea pulang sendiri.
Diperjalanan pulangnya Roii dan Lea tidak ada yg mengawali pembicaraan sampai Lea bertanya.
__ADS_1
"kak Roii gak apa-apa?" ia bertnya karena melihat raut wajah Roii pucat saat mengndari motor.
"gak apa-apa Leaa udah jangan dipikiran yah masalh ku sma Rara"
"bukan salah kamu"ucp Roii
"tapi kak Roii"sela Lea
"memang bukan salah mu ini murni keputusan ku"ucp Roii
"karena tidak selamanya yngg terbaik adalah bertahan Lea. Terkadang melepas juga hal terbaik ketika bertahan terasa menyakitkan"kata Roii lagi. Dan akhirnya Lea terdiam dia setengah paham dengan apa yg dikatakan Roii dan setengah tidak.
"semoga pilihan gue kali ini nggak salah" batin Roii
"Kak Roii makasih dah mau milih Lea, Lea akan berusaha buat Kak Roii bahagia" batin Lea.
Hari ini Rara lah yang terlambat masuk kekelas hampir saja bel.
"muka lo kenapa Raa?"tanya Kayla.
"kalo masih sakit jangan berangkat dulu Raa" ucap Alisha
"gue gpp kok cuma pusing tapi sedikit ajaa" bohong Rara. Padahal semalam ia habis menngis dan berendam dibakhtub hampir 3 jam.
"beneran lo?"
"trus knpa mta lo kaya orng habis nngis sembab gitu"tanya Kayla lagi
__ADS_1
"gue ngk apa-apa Kayy"jawab Rara tegas.
"udahh biarin dia duduk dulu Kay dia lgi pusing biarin tenang dulu"kata Rara.
Pelajaran berjalan dengan mulus, sampai saat Rara dipanggil oleh Vallen untuk berpatroli sekolah karena hari ini adalah jadwalnya.
"lo beneran bisa jalan Raa?"tnya All
"bisaa kok kaki gue nggk pincang kali"
"awas ntar pingsan cuma jadi beban"ejek Kayla
"brisik luu ah" Rara pergi meninggalkan kelas dan segera berpatroli.
Hari ini yg menemani patroli adalah Vallen dan Rina.
"Raa lo kenapa?"tnya Rina
"gpp kak" jwb Vallen
"cerita ajah nggak usah dipendem gue tau kok lu pasti lagi ada masalah" Vallen mngtkan karena melihat raut majah Rara yg tidak beres.
Rara sebenarnya tidak ingin bercerita namun di desak padahal masalah ini ia tidak bercerita kepada kedua sahabatnya lalu apa haknya bercerita kepada seseorang yang bahkan baru Rara kenal.
Namun akhirnya Rara cerita ia tidak kuat lagi untuk tidak bercerita. Ia menceritakan diteal tentang masalah nya kepada Vallen dan Rina. Vallen terbawa emosi ia malah merasa tidak terima dan menyarankan Rara agar melabrak Lea dan merebut kembali Roii namun sarannya belum di pikir matang-matang oleh Rara. Ia tidak ingin memaksakan kehendak Roii.
Sekarang tinggal beberapa hari lagi menjelas UTS semua murid sudah belajar semampu mereka tinggal mereka berusaha untuk mengerjakan soal yang guru-guru berikan. Hari senin besok adalah hari pertama menjalankan UTS. Membuat hati Alisha sangat tak karuan karena takut tdk memperoleh nilai yg memuaskan. Namun dia tidak akan menyerah begitu saja dia akan berusaha membuat ayahnya mengakui keberadaannya.
__ADS_1