Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Seorang Pendonor


__ADS_3

Waktu semakin menegangkan hanya terisa 2 jam setengah dan belum ada pendonor sama sekali. Padahal sudah diumumkan sedari pagi, Ratna juga sudah memberitakan bahwa yang mau menjadi pendonor maka dia akan menghidupi keluarga mereka dan sampi Ratna sendiri menutup usianya. Atau jika umur Ratna sudah tidak panjang lagi maka cucunya lah yang akan meneruskan. Dan itu berlaku hingga Taysa menutup usianya.


Tidak ada keluarga Hendra yang menemani sama sekali, hanya ada asistennya malam ini yang berjaga. Ratna dia pingsan dan yang kain sedang berada dikediaman.


"mah apa yang kau lakukan!!" pekik Taysa


"ayah disana sedang sekarat dan kau malah bersantai dirumah??" Taysa tidak habis pikir


"mamah juga merasakan lelah setelah seharian dirumah sakit"


"apa mamah tidak malu dengan nenek?"


"dia bahkan lebih tua darimu!!" cetus Taysa


Karena ocehan demi ocehan dari anaknya Tantri malam ini terpaksa kembali lagi ke rumah sakit. Padahal dia sudah berniat untuk menemani Aksara bermain.


"sus saya mau menjadi pendonor" ucap seseorang


"apakah pendonor bagi Bapak Hendra?" tanya suster itu


"iya"


"bagus lah kalau begitu kau beruntung keluarga mu bisa dihidupi oleh mereka" terang dokter yang hanya dibalas i senyuman.


"aku akan membawamu dulu ketempat pemeriksaan apakah kau memenuhi syarat sebagai pendonor ataukah tidak" terang suster yang langkahnya diikuti oleh dia.


Hanya butuh waktu sebentar suster itu gerak dengan cepat dan segera memberi tahu bahwa sudah ada pendonor dan jantungnya sangat cocok untuk oak Hendra selain itu juga sangat sehat.


"kasihan pendonor itu, keluarganya pasti sangat kekurangan uang" ucap salah satu suster


"aku tahu, pasti dia dipaksa oleh keluarganya atau dia sendiri yang ingin"


Para suster itu segera membicarakan orang yang suka rela mendonorkan jantungnya untuk Pak Hendra. Mungkin keluarga pak Hendra akan sangat berterima kasih kepadanya.


Dokter yang mengetahui adanya pendonor, dia senang sekaligus sedih. Ada satu nyawa yang sedang sekarat dan kemungkinan akan hidup kembali dan ada satu nyawa yang masih hidup dan dia akan mengakhirinya.


"suss segera bawa pendonor itu kedalam ruangan" pekik sang dokter.


Semua suster gerak cepat sudah tidak ada waktu lagi. Kini hanya tersisa 2 jam sementara operasi paling lambat dilaksanakan adalah 3-4 jam. Mereka semua berharap pengorbanan dari sang pendonor tidaklah sia-sia.

__ADS_1


Kini waktu yang menegangkan sedang terjadi. Operasi sedang dilaksanakan.


"semoga aku bisa menjadi berguna untukmu" kata hati seorang pendonor


****.


"apa yang kau bicarakan!!" pekik seorang gadis


"kau tidak bisa menolak fakta"


"apa kau tahu 5 tahun lalu sebelum Alisha akan di penjara, dia tahu semuanya"


"dia tahu bahwa kalian membawa saksi palsu demi menjebloskan All kepenjara" terang seorang lelaki


"mungkin dia bisa menerimanya tapi gue ngk"


"tapi mana mungkin, bukankah diaa sendiri yang ingin mencelakai Rara?" Kayla menerup mulutnya seraya tidak percaya


"bukankah kau berteman lama bersama All, apa kau dalam sekejap melupakan semuanya hanya karena suatu bujukan" ucal Elgara


Percakapan ini terjadi saat sore tadi. Elgara tidak sengaja bertemu Kayla dia sedang bersenang-senang. Bahkan dia tidak memperdulikan sama sekali berita yang beredar tentang Alisha. Dia juga tidak memperdulikan orang-orang disekitarnya yang berbicara buruk mengenai Alisha. Membuat Elgara geram dan menghampirinya.


"dia sendiri yang mengatakan waktu itu dia dengan sengaja mendorong Rara"


"apakah kau tidak bisa membedakan mana mata jujur dan mata kecewa??" pekik Elgara


"dia mengatakan karena dia kecewa terhadap kalian berdua, kalian bahkan tidak ada rasa percaya sama sekali untuk All"


"teman macam apa kalian" cela Ell


"seorang teman yang bahkan tidak dapat menghargai temannya, lebih buruk daripada sampah" cela Ell


"jaga bicaramu Ell, aku tidak bisa percaya sebelum kau memberikan bukti kepada ku"


"cih, aku masih mempunyai laporan tentang pendonoran ginjal All untuk Rara dan aku akan memberikannya kepadamu" terang Ell seraya berjalan menjauhi Kayla.


Dia akan pulang dan mengambil bukti itu.


"kau tahu bahkan Vallen dan Rina tahu siapa yang mendonorkan ginjal untuk Rara" ucap Ell sebelum pergi.

__ADS_1


"kauu aku akan akan menemui mu dan meminta bukti itu" pekik Kayla.


Kini seluruh badannya gemetar karena mengetahui apa yang tidak ingin dia dengar. Tangannya juga bergetar hebat tak disangka dia juga mengeluarkan air mata dia menangis sekian lamanya tidak pernah menangisi All sama sekali. Kayla merasakan perasaan aneh dihatinya.


"perasaan gue ngga enak" batin Kayla


Dengan rasa penasarannya ba'da manghrib ini dia pergi mengunjungi rumah Ell. Dia juga sedikit baharap bahwa yang dikatakan Ell tidak benar. Mana mungkin All mau mendonorkan ginjalnya mereka semuakan sudah asing waktu itu. Tapi itu hanya pemikiran Kayla dan Rara tidak tapi tidak dengan All.


"nyari siapa?" tanya mama Ell


"Ell nya ada tante?"


"ada sebentar tente panggilkan, kamu masuk saja dulu" Rindi mempersilahkan dia untuk masuk


"Ell" pekik Rindi dari depan pintu kamar Ell


"ya mamm" sautnya


"ada yang mencarimu"


Mendengar kata itu Ell segera membuka pintu kamar dengan sebuah lembar dokumen ditangannya.


Rindi tidak tahu apa yang dibawa Ell dia memutuskan untuk tidak bertanya dan dia kembali ke dapur untuk membuatkan minuman dan membawakan cemilan.


Entah apa yang ada dipikiran Ell, dia berniat memberitahukan semuanya sekarang. Karena dia merasa ini waktu yang tepat.


"lihatlah laporan ini, aki bisa menjamin bahwa ini asli"


Sebelum membukanya Kayla menatap lama dokumen itu, entah apa yang sedang dipikirkan. Sampai akhirnya dia berani untuk membuka dan membacanya.


Tanpa persetujuan dari Kayla air matanya menetes begitu saja. Apa yang dia pikirkan tentang Alisha selama ini. Kenapa ini bisa terjadi, kenapa waktu itu dia tidak mencari tahu siapa pendonor dari Rara.


Bukan hanya itu Elgara juga menjelaskan kepada Kayla seperti tadi alasan kenapa All mau mengaku. Dia juga menjelaskan bahwa saat Kevin terjatuh itu karena All tersulut emosi melihat Kevin begitu mesra dengan Rara. Bukan karena cemburu tapi karena dia merasakan perasaan Kayla. Mungkin jika Kayla yang melihat dia akan kecewa.


Selepas dari rumah Ell, Kayla menghubungi Rara berkali-kali untuk datang menemuinya. Namun tak kunjung diangkat telfon dari Kayla. Jadi dia memutuskan untuk mendatangi rumahnya saja.


"Ell apa yang kau katakan pada gadis tadi?" tanya Rindi


"aku hanya menceritakan sedikit pengorbanan dari All" terang Elgara. Rindi tidak paham dengan maksud Ell namun dia hanya mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2