Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Tersiram


__ADS_3

Pulang sekolah hari ini Vallen dan Rina menyusul Kayla dan Rara dirumah sakit. Entah sejak kapan mereka ber empat menjadi akrab, bahkan sekarang Rara dan Kayla sudah terbiasa tanpa adanya Alisha.


"gue mau ngomong dehh" ucap Rinaa


"kenapa kak?" tanya Rara


"kenapa lo ngk ada niatan buat ngelaporin All?" akhirnya dia berani bertanya.


Setelah dari tadi dia pendam, karena saran dari Vallen maka dia bertanya. Dia sendiri juga kepo.


"enggk kenapa-kenapa"


"lo njawab gitu karena masih mikirin perasaan Kaylaa kann?" Vallen ikut berbicara


Sejujurnya Kayla masih menanggap All sebagai teman, itu ia katakan kepada Rara tidak lama ini. Namun tidak dengan Rara dia sudah tidak menganggap All dari awal. Karena Rara mau menjaga perasaan Kayla maka dia tidak akan melaporkan karena mungkin Kayla yang akan merasa bersalah.


2 harii lalu...


"Raaa, gue tau waktu itu kayanya si All kena panic attack jadi dia bingung tangannya sendiri ngk bisa di kendaliin" ucap Kayla


"jadii...?" lanjut Rara


"jadi gue mohon lo maafin dia demi gue yaa"


Rara hanya diam dia tidak tahu harus membalas dengan apa, mungkin seiring berjalannya waktu ia akan melupakan apa yang terjadi padanya.


****


"lo ngk perlu mikirin perasaan gue Raa" Kayla angkat bicara, dia kini berubah pikiran dengan yang kemarin-kemarin ia ucapkan.


Rara hanya menengok ke arah Kayla. Dia yakin Kayla hanya berusaha untuk menghiburnya.


"loo ngk usah sungkan Raa, dia aja ngk sungkan sama lo" terang Rina


Mulai dari sini lagi-lagi otak polos Rara san Kayla di racuni oleh Vallen dan Rina. Mereka berdua menghasut dengan cara perlahan. Mereka tidak ingin menampilkan lebih, agar Rara dan Kayla tidak sadar. Bahwa saran ini muncul dari mulut Rina dan Vallen.

__ADS_1


"kalau lo ngk mau biar gue aja yang besok laporin" tegas Kayla


"lo udah berani ngorbanin nyawa lo demi gue, masa lo harus ngorbanin perasaan lo demi gue juga"


"sekarang giliran gue" Kayla menatap Rara dengan tajam. Rara hanya bisa tersenyum.


"beress" batin Vallen


Pagi ini All bersiap berangkat sekolah dan hari ini juga hari pertama Kayla berangkat setelah beberapa minggu tidak berangkat karena kehilangan Kevin. Sementara Rara masih dalam masa pemulihan.


All sudah menduga apa yang akan terjadi disekolah. Ini persis seperti waktu ia dituduh membunuh Kevin waktu itu. Ia harus berusaha ikhlas dengan semua tuduhan ini. Walaupun mereka semua tidak mengetahui fakta yang sebenarnya sama seperti waktu itu.


"ternyata topengnya teball" ucap salah satu kaka kelas


"heran gue, kalau gue jadi dia gue lebih milih ngurung diri dikamar" jawab murid yang da disebelahnya.


Bertubi-tubi kalimat yang All dengar dari para murid membuat mood dia pada pagi ini rusak. Dia juga tidak mempunyai kewajiban untuk semua pertanyaan yang dilontarkan.


Sampai dikelas ia sudah melihat Kayla duduk di bangku. Canggung yang All rasakan, ia bingung harus duduk disebelah Kayla ataupun tidak. Saat ingin duduk ternyata murid lain menepati tempatnya karena sebelumnya itu adalah permintaan Kayla. All tidak ambil pusing dia memilih duduk dipojok. Lebih baik menyendiri.


"gue harap semua orang ngk nganggep gue ada disini" batin All


Sampai akhirnya bell istirahat berbunyi, All yang dari tadi gugup dan kebelet akhirnya bisa pergi ketoilet untuk menuntaskan hajat.


byurrrr... satu ember air kotor disiram ke seluruh tubuh Alisha.


All kaget bukan main, ini kali pertama dia menerima perlakuan seperti ini. Air yang digunakan juga sangat bau. Dan kini tangannya kembali gemetar karena sorakan dari seluruh murid yang melihat, tatapan mereka seolah seperti sedang menatapnya iblis.


Tidak ada juga yang berniat untuk membantu All hanya ada tawaan yang mengerikan, All menangis dalam tunduknya.


"kenapa lo nangis, ini belum setimpal" ucap murid yang tadi menyirami All dengan air itu.


"nyawa harusnya dibalas dengan nyawa" timpal murid yang lain.


All berlari masuk lagi kedalam toilet, dia tidak membawa baju ganti bagaimana dia bisa mengikuti pelajaran setelah ini. All hanya bisa menangis menunggu keajaiban datang kepadanya.

__ADS_1


"kenapa haruss guee" rintihnya pelann sepelan mungkin, ia tidak ingin sampai murid lain mendengar ia menangis.


All mulai membasuh mukanya perlahan begitu juga dengan tubuh yang lain. Sedikit kesusahan karena tidak ada gayung. Ia juga mulai memeras baju dan rok yang dikenakan.


"loo kuat All" dia terus menyemangati diri sendiri.


Elgara menembus kerumunan, ia tidak perduli jika dia harus masuk ke toilet khusus wanita.


"All" panggil Ell dari luar.


"gue bawa baju gantii buat lo"


Tanpa bertanya All langsung mengulurkan tanganya dari dalam tanda menerima pemberian dari Elgaraa.


"gue tunggu lo diluar" Ell langsung saja meninggalkan tempat dan menunggu di depan. Walaupun masih banyak sekali murid perempuan yang berada disana yang sedang melakukan aktifitas nya sendiri-sendiri.


"kak Ell di pelet apa ya, kok sampe se gitunya ke All" tanya seorang murid keoada teman disebelahnya


"aku juga heran deh, kalo menurut gue ni kita berdua lebih cantik dari pada si All tuu".


Banyak orang mulai bergosip sana-sini, dan semakin banyak juga yang membenci. Entah karena perlakuan Elgara terhadap Alisha ataupun kesalahan yang ia lakukan kepada Kevin dan Rara.


Setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda-beda terhadap orang yang lain, mereka bisa menilai orang baik dari kebaikan atau pun keburukannya. Begitupun dengan orang itu sendiri, jadilah diri sandiri orang tidak harus menyukai mu dan kamu tidak harus perduli.


"omongan orang-orang bahkan lebih tajam dari pada pisau" batin All


Ia sudah selesai dengan kegiatan nya. Sekarang tinggal berjalan keluar dan sekarang toilet juga sedang sepi. Para murid sudah kembali jadi tinggal All dan Ell saja.


"kakk Ell makasih"


"lagi-lagi kak Ell yang bisa mbantu Alisha" Ell tersenyum dengan ucapan All. Ia mengacak-acak rambut All.


"karena gue sayang sama lo" batin Ell, dan akhirnya mereka kembali kelas masing-masing.


All mulai duduk semua pandangan tentu tertuju padanya. Tatapan membenci seolah-olah mereka semua ingin menghabisi All. Tatapan yang begitu dingin, jauh berbeda disaat All dulu adalah murid kebanggaan disini. Ia memiliki banyak penggemar sama seperti Kevin dan Elgara. Namun hanya karena satu kesalahan mereka langsung melupakan nya begitu saja.

__ADS_1


"manusia itu mudah berubah" batin Kayla.


Ia sadar sekali perubahan bangaimana perlakuan para teman kelasnya dulu kepada All dan sekarang. Ia hanya bisa masa bodo dengan situasi saat ini. Ia sudah lelah.


__ADS_2