
Satu hari menjelang event mereka benar-benar melakukan yang terbaik. Mereka bahkan mencoba mengulang menu yang akan dihidangkan.
"oke perfect" ucap All.
"gue udah yakin juara pertama pasti lo"
"kalau lo juara ingat bagi dua"
"iyaa bawell!"
Acara dimuali All biasa saja karena ia sering sekali mengikuti banyak event, sementara Bobi sedari tadi selalu gugup ia yang khawatir jika All tidak akan lulus. Karena event ini spesial maka akan diadakan selama due hari. Mereka juga disewakan kamar hotel selama semalam khusu bagi para peserta dan pendamping.
Sudah terduga All pasti akan mesuk ke final. Mereka berdua hanya tinggal menunggu besok untuk tahap selanjutnya sekaligus pengumuman. Hanya tersisa 5 orang dan hanya akan diambil 3 pemenang. Pemenang itu akan disahkan menjadi koki internasional.
"gimana perasaan lo" tanya Bobi
"luar biasaa" jawan All semangat
"gue harap lo bis jadi juara entah 1,2 atau pun 3" batin Bobi.
Mereka bedua sedang berada di balkon kamar menikmati suasana indahnya langit malam. Tak disangka ternyata ada yang membuntuti aktivitas mereka sampai kesini.
"wah ada mainan" ucap Bobi, All sontak menginjak kakinya agar si penguntit itu tidak sadar bahwa dia yang sedang dibicarakan.
__ADS_1
"diem!!" tegas All
"lagin kenapa siii" gerutu Bobi dengan mengelus-elus kaki yang dipijak oleh All.
All hanya memutarkan bola mta malas, jika sampai dia tahu bahwa dia sudah ketahuan maka dia akan melangkah lebih hati-hati dari sebelumnya. Dan akan lebih sulit bagi All dan Bobi untuk menangkap basah suruhan Tantri itu.
"masuk" perintah All.
Lalu dengan segera Bobi masuk ia sengaja tidak mengunci pintu balkon agar ditengah malam nanti dia datang dengan sendirinya.
"Alis, gue mau tanya dehh"
"whyy?"
"owh iya yahh, gue ngk bayarr" ucap All dengan cengengesan.
"whttt? jadii lo ngutang" pekik Bobi
"enak aje lu, orang si kakek aja ngk bilang apa-apa soal pembayaran kann" terang All
"dipikir-pikir emang iyaa" ucap Bobi dengan mengangguk kecil.
"udahhh lahh"
__ADS_1
"sekarang kita pura-pura tidur" terang All.
Mereka membuat bantal seoalah menyerupai orang sedang tertidur, namun hanya satu bantal. Bobi akan berpura-pura tidur disofa. Agar terlihat lebih nyata, dan si Jeck itu tidak curiga sama sekali.
Menurut informasi juga, Jack adalah seseorang baru. Atau bisa disebut dia amatir, karena ini kejahatan paling jahat yang pernah ia lakukan. Ia bukan seseorang yang profesional. Maka dari itu mungkin langkah yang dia ambil belum terlalu sempurna, ia pikir jika sudab berada dibawah kendali nyonya Tantri maaka semuanya akan aman. Ia juga melakukan ini untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Tepat seperti dugaan Alisha dan Bobi. Ada seseorang yang berusaha membuka pintu balkon mereka. Karena lantai yang mereka tempati tidak cukup tinggi jadi si Jack itu dengan mudah masuk melalui pohon yang berada di depan balkon.
"hari ini misi tuntas" batin Jack.
Dengan langkah hati-hati ia mendekati kasur yang dituduri oleh Alisha. Karena All dan Bobi pintar mereka juga sempat memberikan wig diatas bantal tersebut.
Namun ternyata tangan si Jack bergetar terlebih dahulu karena dia sebelumnya balum pernah membunuh orang sama sekali. Kenapa Tantri berani memengerjakan Jack, karena dia mau di bayar murah. Tidak seperti penjahat kelas atas mereka akan meminta uang sampai Milyaran bahkan jika misi sudah tuntas mereka bisa saja masih memoroti Tantri.
Kalau Jeck dia gampang dibohongi Tantri juga mengeluarkan sedikit biaya, Jack mau melakukan juga karena Tantri mau membiayainya kedua anaknya itu sekolah sampai lulus. Jack tidak perduli jika nyawa dimisi ini tidak terselamatkan yang terpenting anaknya bisa sekolah.
"maafin saya neng" lirih Jack
Dan ia segera menusukkan beberapa kali pisau kebantal tersebut. Jack benar-benar merasa aneh karena tidak ada darah sama sekali. Lalu tiba-tiba lampu menyala dan All sudah berdiri tepat dibelakangnya.
"bruntal juga lo" ucap Bobi
"sekarang udah ketangkep, mau apa lagi?"
__ADS_1
Dengan gugup Jack hendak berlari keluar balkon namun sayang sekali pintu balkon sudah terkunci oleh Bobi sedari tadi. Jadi Jack benar-benar tertangkap.