
Pemakaman dilaksanakan pada pukul 8, semua sudah siap disana, sekarang hanya tinggal berdoa. Banyak yang sudah meninggalkan tempat namun Rindi, Elgara, Bobi, Ratna, Kayla, dan Rina masih ada disana.
"maafkan aku karena salah menilai siapa Alisha sebenarnya" ucap Ratna kepada Rindi
"bukan salahmu, aku bangga terhadapnya dia berani sekali bahkan aku saja tidak seberani itu" terang Rindi
"ada yang ingin ku bicarakan dengan mu tentang masalah pernikahan Elgara dan Taysa"
"maaf jika mendadak" ucap Ratna
"tidak apa-apa" Rindi segera mengikuti langkah Ratna, mereka menjauh dari tempat.
Elgara dengan tatapan kosongnya menatap sedu gundukan tanah itu. Tertera nama All disana, ia bingung barus berekspresi seperti apa. Dunia serasa hampa sekarang, lebih baik jika Alisha pergi meninggalkan Elgara ke negara lain bukan ke alam lain. Jika begini bagaimana Ell bisa menjumpai All lagi.
"siall" Ell memegang erat batu nisan itu.
Tangannya penuh dengan perban karena tadi di rumah sakit dia memecahkan beberapa barang juga berkali-kali menghantam tembok.
Bobi sama dengan dengan Ell, bedanya dari tadi sampai sekarang dia masih banjir dengan air matanya. Dia tidak dapat berhenti menangis, rasa sayang Bobi terhadap All sama seperti rasa sayang seorang kaka.
"gue ngga nyangka bakal dapet akhir kaya gini" batin Bobi
"kalau gue tahu bakal jadi kaya gini, gue ngga akan pernah ngizinin lo pulang lagi ke negara lo" sesal Bobi.
"lebih baik waktu itu lo marah-marah ngga jelas sama gue All"
"siall"
Hanya tersisa 4 orang disana. Mereka masih betah untuk tinggal.
"Kay, maafin perbuatan Vallen" ucap Rina
"ngga" cetus Kayla
"gara-gara dia Rara sampai harus berpulang" ucap Kayla.
"kenapa harus mereka berduaa" pekik Kayla, ia kembali lagi menangis.
__ADS_1
"gue ngga mau ngerasain fase dimana gue harus ikhlas gara-gara ditinggal orang yang gue sayangi" gerutu Kayla.
"gue cape, bahkan saat ditinggal sama Kevin gue hampir gila"
"tapi kenapa kalian malah ngebiarin gue ngalamin lagii"
"sekarang gue ngga punya bahu buat tempat bersandar" tangis Kayla
"Kayy gue tahu lo masih belum bisa nerima" ucap Rina berusaha untuk menenangkannya
"lo ngga tahu seberapa sakit kehilangan orang yang gue sayang"
"gue bahkan ngga mau ngulang tapi kenapa malah jadi kaya giniii" gerutu Kayla
Rina membawa Kayla kedalam dekapannya, ia benar-benar sangat merasa bersalah karena perbuatan Vallen terhadap Rara.
"gimana cara gue nyembuhin hati gue yang terluka, hikss... hikss..." rengek Kayla
"Kayy ngga ada yang bisa nyembuhin hati yang terluka, hanya waktu yang bisa nyembuhin semua luka"
"lo hanya perlu waktu buat nerima semuanya" terang Rina.
"gue udah nyusun rencana buat kalian berdua baikan lagi bahkan Rara belum sempat minta maaf sama lo All"
"gue juga All"
"gue udah ngebayangin gimana kita bertiga bersatu lagi main bareng lagi" ucap Kayla
Rina mengelus pelan rambut Kayla, dia melihat mata Kayla yang sudan sangat sembab. Kayla juga menangis hingga sesegukan. Orang yang melihat pasti akan mengira dia sangat sesak nafas, Kayla juga sesak saat sedang berbicara.
Rina sudah berusaha berbicara kepada Kayla agar dia berhenti menangis dan bicara. Dan dia juga sudah meminta kepada Kayla agar pulang saja dan beristirahat.
"ayo Kayyy, lo bisa kesini lagi besok dan melampiaskan semua curahan hati lo lagi"
"jangan sekarang tubuh lo butuh istirahat, gue mohon sama lo jaga tubuh lo sendiri"
"jangan nyiksa kaya gini" terang Rina panjang lebar.
__ADS_1
Dia sebenarnya seseorang yang baik hati bahkan sangat baik hati. Saat Rina mau merebut Kayla dan Rara dari sisi All itu juga karena bujukan dari Vallen. Dia selalu membuat All jelek dimatanya membuat Rina yakin bahwa All sejelek yang diceritakan oleh Vallen itu.
Bahkan karena sifat Vallen yang seperti itu dan juga muka judesnya yang hanya mau berteman bersamanya adalah Rina seorang. Yang lain takut ataupun tidak suka.
****
"jadi kami bisa membatalkan pernikahan itu?" tanya Rindi
"ya, sekarang tidak ada lagi ikatan antara Elagara dan Taysa"
"dia berhak menikah dan bahagia dengan wanita pilihannya" terang Ratna
Rindi mengangguk paham dengan yang dikatakan oleh Ratna, dia pamit untuk menjemput anaknya yang masih berada di pemakaman tadi. Ia yakin Ell masih sangat terpukul dan tidak pernah mau menerima kenyataan ini.
"Ell pulang" ucap Rindi dengan lembutnya, sementara Ell hanya menggelengkan kepala.
"Ell mamah ngga mau kamu terus-terusan kya gini"
"ini udah jadi takdir kita hanya bisa ikhlas" ucap Rindi.
"tapi kenapa takdir ini begitu pahit, kenapa jalan takdir ini seperti dipermainkan" batin Elgara
"kenapa selalu tidak ada kebahagiaan" sesal Ell yang akhirnya dia mau diajak pulang oleh Rindi.
"All gue pamit, udah ngga ada lo dan gue bakal pulang sendiri ke tempat asal gue"
"hanya lo satu-satunya seseorang yang memberikan waran di hidup gue"
"gue beruntung bisa kenal sama lo" batin Bobi yang akhirnya dia juga pergi.
Dia memutuskan akan pulang besok.
"Kayyy semua udah pulang tinggal kita" ucap Rina
"kalau lo mau pulang silahkan, gue masih mau disini"
Jujur Rina lelah, namun dia tidak tega jika harus meninggalkan Kayla sendiri disini. Fisik Kayla tidak baik-baik saja bagaimana dengan batinnya.
__ADS_1
Ada sekitar 10 menit Rina membujuk yang akhirnya Kayla mau pulang juga. Karena matanya sudah sayup-sayup seperti akan pingsan.