Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Ribut


__ADS_3

All tergesa-gesa pulang ke rumah, hatinya sedikit gelisah. Baru saja ia membuka pintu, ia sudah mendapatkan tamparan keras dari Tantri.


All memegang pipi sebelah kanannya, hari ini ia lupa jika ia akan masuk lewat jenda namun dirinya teledor dan langsung masuk ke rumah lewat pintu depan.


"dasar ****** tidak tahu diri!!" bentak Tantri


"apa sebegitunya kau ingin mendapatkan pria"


"jadi tunangan adikmu sendiri ingin kau rebut, dasar wanita hinaa" hardik Tantri


"bukan gitu mahh" All berusaha menyela


"apa yang kau inginkan dari Tasya"


"kau sudah mendapatkannya sedari dulu" lanjut Tantri


"memang sedari kecil apa yang sudah ku dapat dirumah ini" ucap All


"aku hanyalah seorang debu yang kalian anggap sebagai pembawa masalah" All menatap Tantri dengan tidak suka.


Niatnya tadi dia akan menjelaskan dengan kepala dingin, namun dirinya sudah tidak bisa menahan emosi. Moodnya sedang berantakan sejak pertunangan Elgara waktu itu.


"kauu-" Tasya menunjukkan jarinya kepada Alisha


"kauu bahkan tidak pantas untuk hidupp"


"kalian kira aku mau hidup menjadi seperti inii" All meninggikan suaranya


"kau merebut segalanya dariku" ucap Tasya


"aku sudah kehilangan sosok ayah sedari kecil"


All tertawa sinis mendengar apa yang dikatakan oleh sang adik. All menatap solah Tasya adalah wanita hina dihadapannya.


"kau pikir aku mendapatkan kasih sayang lebih dari sosok ayah?" tanya Alisha


"kau pikir dengan ayah melakukan ini dan itu kepadaku itu sudah termasuk kasih sayang??"

__ADS_1


"lalu itu akan disebut apa?" ucap Tasya


"bahkan sedari kecil selaluu kauu yang harus berada disisi ayah, hanya kau yang selalu dituntut sempurna olehnya" Tasya mulai menangis


"stopp!!" All mengangkat telapak tangannya kehadapan Tasya.


"jangan berbicara seolah-olah kau yang tersakiti disini, dasar munafik"


"kau kira aku akan selamanya tunduk kepadamu hanya karena kau berada didalam lindungan mamah dan nenek??"


"selama ini aku diam hanya karena aku menghormati hubungan kita, dan apakah kau pernah menganggap ku sebagai kakamu sendiri" All berdecak kesal.


Tasya terdiam sejenak sebelum melanjutkan apa yang ingin dikatakan. All hendak melewati tubuh Tasya dan segera pergi ke kamar.


"lalu, apa yang dilakukan ayah dibelakang kita?" ucap Tasya.


"dia bahkan rela menyerahkan semua saham perusahaan miliknya kepada mu jika dirinya sudah tidak ada"


All dan Tantri tercengang kenapa Tasya mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal.


"tolong jangan membuat keributan lebih dari ini" sela All.


"aku sendiri tidak tahu apa yang kau katakan"


Tantri mendekati sang putri tercinta dan mulai memeluknya.


"sayangg, apa yang kau katakan"


"mahhh Tasya ngk bo'ong, Taysa liat semuanya"


FALSHBACK


Siang ini Tasya pergi kekantor sang Hendra untuk mengantarkannya sebuah bekal makan, ia ingin menjalin hubungan lebih dekat dengan sang ayah. Sejujurnya Tasya sudah cemburu sejak lama kepada sikap Hendra yang berubah saat All pulang dari penjara.


Hendra bahkan sudah tidak ingin menyiksa anaknya itu. Dan Tasya juga tahu siapa yang membebaskan All disaat All sedang dihukum cambuk. Henda bahkan mau memberikan All guru secara privat. Tasya selalu bertanya-tanya apa yang dipikirkan oleh sang ayah.


"apa papah lebih menyayangi All?" batin Taysa

__ADS_1


"kenapa sedari kecil hanya Alisha yang selalu dituntut untuk mendapatkan nilai yang bagus" Tasya menghembuskan nafas perlahan.


"aku juga ingin diperhatikan"


Disaat Tasya meletakkan makanan itu, Hendra sedang tidak ada diruangan karena Tasya adalah anaknya jadi sang satpam mengijinkan nya untuk masuk.


Ekor matanya menemukan sebuah berkas berantakan dan sebuah bercak darah, sepertinya ada seseorang yang habis memainkan pisau ditangannya.


Karena rasa penasarannya lebih besar Taysa memberanikan diri untuk membacanya sebentar. Sebenarnya ia tidak membaca apa alasan ayahnya mau memberikan semua saham perusahaan itu kepada All, ia hanya melihat penerimanya yaitu All dan ia juga tidak membaca bahwa setelah Aksara sudah mencukupi umur maka saham itu sepenuhnya milik Aksara.


Akibat Tasya hanya membaca sekilas ia jadi salah paham.


"ternyata itu alasan papah mau memberinya guru privat"


"aku tahu, aku bukanlah anak yang diinginkan olehmu. Apa lagi ibuku adalah orang yang tidak dicintai oleh mu" gumam Tasya.


"tapi apakah semuanya harus diberikan kepada All? setidaknya beri aku sedikit saham dan aku juga akan berusaha untuk menjagakan perusahaan ini jika kau sudah tidak ada Yahh" ucap Tasya lirih.


Dan mulai dari situ Tasya beranggapan bahwa ayahnya lebih terobsesi kepada istri pertama dan anak pertama. Jika neneknya tidak ada mungkin ia dan ibunya sudah diusir dari rumah, dan tidak mendapatkan belas kasih pun.


Tasya menggegam tangannya erat, ia akan merubah segala menjadi miliknya.


AT THE MOMENT


"untuk apa papah memberi perusahaannya untukku?" All mulai bertanya-tanya didalam pikirannya.


Lalu ia tercengang dan menutup mulutnya.


"mungkinkan papah sudah tidak tahan lagi dengan gangguan kepribadiannya" batin All.


"apa yang akan papah lakukan?" batin All


"sudah kubilang bahwa kau adalah anak emas milik ayah" ucap Taysa.


Dada Tantri menggebu-gebu dirinya mengira bahwa Hendra sudah melupakan istri pertamanya itu. Karena kematian sudah bertahun-tahun yang lalu, dan mana mungkin Hendra tidak membenci All sama sekali.


Lalu tanpa sadar ia pingsan ditempat karena faktor kelelahan dan juga banyak pikiran.

__ADS_1


"mamahhh" teriak Tasya.


Sementara itu Alisha balik ke kamarnya sendiri, All tidak akan diperbolehkan untuk menyentuh ibunya apa lagi membantu membawa menggendongnya.


__ADS_2