Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Mencari Kayu Bakar


__ADS_3

Malam ini mereka bersiap membuat api unggun. Semua orng sudah mempunyai tugas masing-masing. Sesuai dugaan Ell sekrang All mempunyai tugas untk mncri kayu bakar bersama dngn Kayla, Rara, dan Kevin. Mereka satu kelompok.


Mereka bertiga tak kunjung menemukan Rara, dan berniat bertanya kpd sahabat barunya.


"Rinn lo liat Rara?" tanya Kevin


"gue kira tadi dia udh jalan duluan cari kayu bakar" jelas Rinaa


"ok thanks.."


Kayla, All dan juga Kevin segera menyusul Rara masuk ke dalam hutan mencari kayu. Mereka bertiga juga berpisah Kayla belok kanan, All kiri dan Kevin terus lurus.


"nanti kita harus ketemu lagi disini!!" tegas Kevin


"okee" jwb All


"Kayy hati-hati" ucap Kevin


"iyaah"


Mereka segera berpisah dan Kevin juga tadi mnejelaskan waktu mereka mencari adlh sekitar 20 menit jika sudah waktunya mereka disuruh kembali ketempat perjanjian tadi.


"aduhh gue agk takut gelapp" All merinding, ia takut jika nnti hrs ad sosok yg tiba² muncul.


Ia juga ingat kata Ell, dia nggk boleh terlalu jauh mencari kayu. Akhirnya All hanya asal memungut dan cepat-cepat menyelesaikan tugasnya.


Sementara si Kayla hnya bisa saja ia sibuk mencari kayu yang berkualitas. Karena mungkin dia lebih berpengalaman. Kayla juga tidak takut kegelapan jadi hidupnya di bawa santai.


Kevin terus berjalan lurus dengan melihat sekeliling dan mencari kayu yg bisa di bawa ke per campingan. Kevin melihat ada cahaya lilin di depan. Ia penasaran dan mendekat perlahan. Ia mendapati seorng gadis yang sedang duduk di batu pinggir tebing.


Kevin penasaran ia mendekat, semakin mendekat semakin ia mendengar ada isak tangis seorang gadis.


hiksss.. hiksss....


Gadis itu menangis sejadinya mungkin ia mengira bhwa tidak ada yg akan tahu tentangnya. Kevin juga mulai mendengarkan ocehan-ocehan dari gadis tersebut.


"happy birthday to mee"


Kevin bisa menebak bahwa gadis tersebut trnyta sedng merayakan ultah seorng diri. Namun kenapa ia menangis disaat hari kelahirannya.

__ADS_1


"knpa gue harus terlahir sendiri"


"kenapa gue nggak pernah dapet cinta yang tulus dari seseorang"


"gue cuma bisa berdoa semoga gue bisa mengenal orang yang bahkan bisa mengenali gue lebih dari gue kenal sama diri gue sendiri" ia mulai berdoa tentang keinginannya.


Kevin sudah tau dari cara bicara dan suara gadis tersebut. Ia memutuskan mendekat setelah gadis itu selesai dengan kegiatan berdoanya.


Raraa meniup satu buah lilin yg ada tangannya dan sepotong cake untuk dirinya sendiri.


"mahhh Rara kangen"


"Rara harap di ulang tahunku hari ini mamah bisa nemenin Rara" ucapnya sambil mengusap air mata.


Jujur ini bukan pertama kalinya ia merayakan ulang tahunnya sendiri. Terakhir ia merayakan sendiri adalah saat ia kls 6 SD karena setelah ia masuk ke SMP ia bertemu dengan Kayla dan All yg setiap hari mewarnai hidupnya dan tidak pernah membuatnya bosan. Kayla dan All tidak pernah lupa akan ulang tahun satu sama lain.


Namun entah kenapa hari ini mereka hrus melupakan hari yg menjadi hari pling bahagia bagi Rara. Ia tidak mungkin menyalahkan mereka berdua karena kalian tahu yg memutuskan untk menjauh adalah Rara bukan All dan juga Kayla.


"semoga doa-doa lo terkabulkan" Kevin mulai mendekati Rara.


Ia memutuskan untuk duduk dismpingnya, karena batu tersebut agk besar kemungkinan muat untuk dua orng.


"Raa kita itu dilahirkan untuk sendiri"


"kaka nggak tahu sendirian tidak se menyenangkan itu, terkadang gue juga butuh rumah buat bersandar"


"Raa dunia ituu luas"


"gue yakin suatu saat nanti lo bakalan ketemu sama orng yg bener-bener sayang sma lo"


"dan semoga lo bisa ketemu sama temen yg benar-benar ngerti akan diri lo" ucap Kevin panjang lebar


"Rara berharap yang diomong kak kevin bener"


"happy birthday Raa" Kevin mengelus rambut Rara pelan


Rara tersenyum masam ia tidak berharap bahwa yang mengucapkan kalimat itu pertama kali bukan lah Kevin namun kedua sahabtnya.


"makasih kak"

__ADS_1


"hari ini kaka mnjadi orng pertma yang mengucapkan selamat sama Rara" ia mulai menitihkan air mata.


Pedih? tentu sajaa bagaimna tidak orng yg bahkan lamaa kenal dengan Rara saja sudah lupa akan hari ulang tahunnya. Kenpa harus orng baru yg mengucapkannya? Ia lebih berharap malam ini ia sendiri dan tidak ada yg mengganggu.


Kevin tertentu tertegun dengan penuturan Rara. Bagaimna bisa dia menjadi orng pertama yg mengucapkannya. Bhkan waktu berjalan lambat kenpa dari tadi pagi tidak ada yang mengucapkan kata selamat kepada gadis disampingnya ini.


Kevin berdiri dan berniat mengajak Rara pergi dari tmpt ini karena waktu sdh terbuang lama. Mereka hanya di beri kesempatan mencari kayu sekitar 20 menit. Ia beranjak dari batu dan akan segera berdiri. Tak lupa Kevin menjulurkan tangan, berharap gadis disampingnya ikut pulang ke tenda bersamanya.


Rara yg melihat Kevin menjulurkan tangan segera menggapai tangan kekar milik kaka kelasnya itu. Tak lupa ia juga segera menghapus air mata yg turun tanpa aba-aba darinya.


Kevin langsung saja menarik tangan mungil dan membawa ny pergi. Namun baru beberapa langkah Kevin harus menghentikan langkahnya karena panggilan dri gadis yg sdng ia gandeng tangannya.


"kakk" pnggil Rara, Kevin hnya memutar tubuhnya menghadap tubuh kecil gadis itu. Tanpa berniat mengucapkan sepatah kata.


"aku cuma mau minta satu permintaan sama kaka" ucapnya jujur. Sebenarnya ia ingin sekali meminta ini dari tadi.


Kevin berdiam sejenak dan berpikir


"its okay ini hari ultah lo jadi apa mau lo" tanyanya


"Rara cuma butuh satu pelukan hangat"


Kevin tampak ragu, ia sebenarnya merasa iba dengan keadaan Rara namun juga ia harus menjaga perasaan cewenya sekarang ini. Kevin melihat sekeliling mungkin tidak akan ada yang melihat jadi aman.


Ia lngsung membawa Rara kedalam pelukannya dan mengeratkan pelukan. Begitupun sebaliknya Rara juga memeluk erat seorang Kevin. Jujur ia merasa nyaman.


Tak lupa Rara juga menitihkan air matanya lagi dan sedng meratapi nasib nya ini. Ini hal baru untuknya. Beruntung ia bisa mengenal Kevin, tapi tidak seberuntung Kayla yg bisa mendapatkan hati seorng Kevin. Walaupun Kevin adalah seorng yg friendly namun ia justru tipe orng yg susah untk jatuh cinta.


All sudah selesai dari tadi ia kembali ketempat yg sudah dijanjikan dan bertemu juga dengan Kayla. Namun ia pamit kpd All untk ketoilet sebentar. Sementara ia diberi amanat untk menunggu kaka Kevin mungkin ia sebentar lagi datang.


Karena jenuh menunggu, All memutuskan menghampiri dimana tmpt kak Kevin mencari kayu. Ia menelusuri jalan yg dilewati kak Kevin. All bingung karena diujung sana sdh tidak ada jalan melainkan tebing ia hendak putar balik namun ia mendapati 2 orng yg sdng berpelukan layaknya sepasang kekasih.


All mendekat perlahan seraya memperhatikan postur tubuh dari kedua orng tersebut. Karena hanya disinari olh cahaya bulan ia tidak terlalu mengenali sosok yg ada dihadapannya. Smpai ia dibuat kaget dngn apa yg sdng ia lihat.


"kak Kevin?" batinnya


"why??" ia menjadi bingung sendiri


"bukannya Kayla pergi ketoilet? trss yg sma kak Kevin siapaa" berbagai pertanyaan muncul dibenaknya. Sekarang pikirannya tidk positif tentang Kevin.

__ADS_1


All menuduh yg tidak-tidak kepada Kevin didalam pikirannya. Sembari ia mendekat melihat kenyataan ia berusaha untuk tenang dan juga tidak membuat keributan.


"Kakk" panggil All


__ADS_2