Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Rapat Osis


__ADS_3

Pagi ini Elgra harus masuk ke sekolah jadi ia meninggalkan All bersama dengan ibu nya.


"Ell pamit mah" ucap nya sembari menyalami tangan milik Rindi


Sesampainya di sekolah ia mendapati banyak sekali brosur tentang pembunuhan, ia tidak tahu siapa nama sng pembunuh. Ia terheran-heran apa yang sedang terjadi di sekolah kenapa banyak juga murid-murid yang melakukan aksi demo kepada anggota osis dan kekepala sekolah. Ia baru berangkat ke sekolah di karena kan kejadian waktu itu mengharuskan nya. Mencari bukti-bukti bahwa All tidak bersalah.


Kaki nya mengarah ke arah mading dan melihat beberapa tulisan aksi demo murid-murid. Matanya tertuju pada tulisan bersar di bagian paling atas mading.


'ALISHA ANINDIATA SEORANG GADIS YANG TEGA MENGHABISI NYAWA PACAR TEMANNYA SENDIRI' begitulah kira-kira tulisan yang terdapat dibagian paling atas mading.


Ell mengerutkan dahi nya, siapa yang menyebarkan rumor tentang pembunuh Kevin. Kaki nya sekarang sedang tergesa-gesa menuju ke ruang pak kepala sekolah.


Dia sudah dipersilahkan memasuki ruangan dan segera duduk berhadapan dengan pak Bima sang kepala Sekolah.


"beruntung sekali kamu datang" ucap pak Bima


"saya ada hal ingin di diskusikan kepada seluruh anggota osis termasuk kamu sang ketua osis nya" lanjutnya lagi


"saya akan mengadakan rapat nya pada jam 10 nanti, saya harap kalian semua sudah berkumpul di ruangan" ucap Pak Bina tak ada hentinya. Menjadikan Ell tidak jadi protes kepada Pak Bina di karenakan semua murid menjelekkan nama All dan memfitnah nya.


Ell akhirnya pergi dari ruangan itu, mulut nya tadi tidak bisa bicara karena Pak Bima selalu saja menubruk nya saat akan bicara.


Ternyata pak Bima sudah mengetahui apa yang menjadi kn Elgara datang ke ruangan nya. Dia pasti akan melakukan apa saja agar All tidak di keluarkan dari sekolah. Pak Bima tau All juga salah satu murid yang mempunyai prestasi di sekolah. Jadi dirinya pun masih berpikir untuk mengeluarkan nya ataupun tidak.


****


Di siang hari ini Rindi masih saja setia menjaga All sampai ia terbangun. Dirinya sedang asik memainkan ponsel seraya memperhatikan All sedikit demi sedikit, ia sedang melihat-lihat berita terkini. Sampai suara gadis yang memanggil nya membuat nya segera bangun dari sofa yang ia duduki.


"sayang udah bangun" ucap Rindi antusias


"tann All kenpa?"

__ADS_1


"gpp sayang kamu cuma kecapean"


All berusaha mengubah posisi berbaringnya menjadi duduk. Rindi sigap membantu nya.


All terdiam dirinya sedang berusaha mengingat apa yang menjadikan ia harus di rawat dirumah sakit. Dan setelah mengingat sebentar akhirnya dia terngingt kenapa dirinya bisa pingsan dikamar.


"kenapa All lapar ya?" tanya Rindi lagi


"huftt" All menghembus kn nafas pelan seraya membendung air matanya karena kejadian kemarin


"tann All lupa kemarin ada janji sama pak polisi" ia merubah pembicaraan agar air mata nya tidak keluar.


"gpp sayang nanti Ell sama tante bisa temenin kamu kok" Rindi segera mendekatkan tubuh nya ke Alisha ia memeluknya hangat layaknya seorang ibu.


All pun membalas pelukan Rindi.


"All gpp kok tann"


"tann..." lirih All, hati nya terasa bahagia ini bukan kali pertama ia mendapatkan kasih sayang dari Rindi. All memang beruntung bisa bertemu dengn keluarga Elgara.


"panggil mahh ajaa" ucap Rindi


All tersenyum lebar seketika masalahnya hilang dari benaknya. Sekarang ia sedang merasakan bahagia. Dirinya memang menantikan seorang bunda datang ke dalam hidupnya. Dan kini ia dipertemukan dengan Rindi.


"makasih mahh" ucap All seraya menurunkan air mata, Rindi menghapus air mata All dengan tangannya.


****


Kini semua anggota osis sudah duduk rapi di meja bundar mereka sedang menunggu kehadiran pak Bima. Selang beberapa menit akhirnya sang empuh yang ditunggu pun datang.


"kita langsung saja mulai pembicaraan" ucap Pak Bima

__ADS_1


"pakk jadi Alisha sudah bisa dikeluarkan" tanya Vallen


"kami belum bisa mengeluarkan karena belum ada bukti pasti atas tindakan pembunuhan yang ia lakukan"


"tapi pak-" sela Vallen


"saya akan membuktikan bahwa All tidak bersalah sama sekali" ucap seorng pemuda yang tak lain adalah sang ketos.


Vallen geram dengn tindakan Ell kenpa ia masih saja membela All pdhal Kevin juga sahabat baiknya Elgara


"nggak bisa gitu pak banyak murid yang udah protess sama kejadian inii" kini Rina memulai prosesnya.


"iya pak bagaimana jika banyak murid yang keluar dari sekolah ini" kini para anggota yang lain mulai mengeluarkan unek-unek dipikiranyaa.


"pak sekarang nama sekolah kita jadi jelek gara² dia" ucap anggota yang lain


Pak Bima kini terdiam mereka ada benar nya juga. Bagaimna jika sekolah ini di cap sebagai sekolah pembunuh dan tidak menegakkan keadilan kepada pelaku pembunuhan.


"pak beri saya waktu tiga hari dan jika saya tidak bisa membuktikan All tidak bersalah maka bapak bisa mengeluarkan Alisha" sela Elgara


"ck knpa sii di otak lo cuma ada Alishaaa" batin Vallen


Pak Bima berpikir sebentar sebelum menyetujui perkataan Elgara.


"lagi pula dia juga salah satu murid yang berprestasi" ucap gadis yang tak lain adalah teman sekelas Alisha


Dia Sinta, namun tidak terlalu dekat dengan All mereka hanya sebatas teman biasa. Namun dengan perlakukan All setiap hari kepada Sinta membuatnya yakin bahwa All adlh orng baik-baik.


"kita tunggu saja pak sampai pak polisi mengungkap kan kejadian yang sebenarnya" lanjut Sinta


Meskipun banyak murid yang menginginkan Alisha pergi namun ada juga beberapa murid yang menginginkan ia tetap tinggal.

__ADS_1


__ADS_2