Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Seorang Koki Cerdas


__ADS_3

Elgara juga sedang berusaha mencari alamat rumah yang ditempati All ia masih ingat dimana


kotanya. Segera setelah menyelesaikan proyek Ell segera mencari tahu tentang All. namun justru dia hanya menemukan informasi tentang Azira, seorang koki cerdas. Ell akui bahwa wajahnya sedikit mirip dengan Alisha yang lalu namun apakah dia benar All pikir Ell.


Dia mendatangi salah satu restoran dimana terdapat koki-koki profesional Ell hanya bisa berharap akan bertemu All disini.


"silahkan" salah seorang menawarkan menu kepada Ell.


Ell memperhatikan menu tersebut, dan tertarik dengan satu nama menu yang unik hampir sama dengan namanya. Lalu dia bertanya kepada seorang lelaki yang menawarinya menu tersebut.


"ini adalah buatan koki cerdas, nama itu dia berikan karena itu adalah nama seorang pujaan hatinya" Ell mengangguk dengan penuturannya


"lantas siapa nama dari koki tersebut?" tanya Ell


"dia Azira" ucapnya dengan mata berbinar.


"bolehkah aku bertemu dengannya?"


"apakah ada perlu?"

__ADS_1


"saya hanya penasaran dengan wajahnya, sepertinya aku mengenalinya" tutur Ell, sementaraBobi berpikir sejenak.


"tidak ada yang mengenali siapa Azira yang sebenarnya" batinnya


"apakah dia kiriman dari ibu tiri All?" pikir Bobi


"kenapa kau begitu tertarik?" tanya Bobi menghilangkan kecemasannya.


"aku hanya ingin dia menjadi koki di acara perusahaan ku nanti" jelas Ell


Kini pikiran Bobi sedikit tenang, jika All diundang lagi maka cuan mereka akan bertambah banyak. Bobi bermata memberitahu setelah pulang nanti karena hari ini All tidak berangkat kerja.


Sayang sekali Elgara tidak dapat bertemu All hari ini. Mungkin suatu hari nanti atau tidak akan pernah bertemu kembali.


"yah, kau bersiaplah aku akan menghubungi pria itu lagi. Karena aku lupa menanyai namanya" terang Bobi


"apa lo mau ikut??"


"ngk kan lu yang diundang"

__ADS_1


"terus yang nemenin gue siapa"


"lo tuh udah gede jangan kaya anak kecil" ejek Bobi.


"tapi tetep aja"


Bobi mendekati kepada All dan mengusap lembut kepalanya.


"lo takut kehilangan gue ya" bisik Bobi yang seketika membuat All berkedik ngeri.


"ngaco!!" All segera mendorong Bobi menjauh darinya.


Melihat ekspresi marah dari All Bobi tertawa puas dan segera pergi meninggalkan All yang berada dikamarnya tanpa menutup pintu kamar itu. Mengharuskan All berdiri dari tempat tidur hanya untuk menutupnya kembali.


Karena undangan tersebut sudah pasti All bersemangat untuk berangkat. Ia berangkat pada sore harinya dan akan mulai memasak untuk dihidangkan pada malam harinya. Dia berangkat dengan di antar oleh Bobi yang sudah seperti kaka baginya.


"mulai dari mana ya?" All baru merasakan bingung saat akan memasak hari ini. Dia merasakan takut jika nanti masakannya tidak puas dilidah orang-orang padahal dirinya sudah biasa menyajikan makanan untuk orang-orang dan hanya sedikit orang yang komplain.


Dibantu dengan koki profesional yang lain, All segera menemukan menu untuk malam ini. Koki yang lain takjub melihat bagaimana All sungguh profesional dalam memasak dan menyajikan hidangan. Ini semua berkat kakek Li yang mengajarinya tehnik memasak dari awal.

__ADS_1


Hidangannya pun menuai pujian yang amat banyak dari para tamu yang datang. Ini adalah keberhasilan proyek yang dikerjakan oleh Elgara.


Karena pikiran itu, All sendiri disuruh untuk memperlihatkan wajahnya didepan semua orang, mereka sungguh ingin tahu seperti apa rupa orang yang menyajikan makanan selezat ini.


__ADS_2