
"ada apa ini kenapa kalian membawa ku" pekik Tantri
"kami mendapatkan sebuah laporan, bahwa anda melakukan percobaan pembunuhan" ucap pak polisi dia datang ke kediaman Tantri, dan beruntung dia sedang berada dirumah karena sedang pulang ingin bertemu Aksara.
Sementara Taysa masih setia menemani ayahnya yang baru sadar. Mereka sampai sekarang tidak tahu siapa yang mendonorkan jantungnya untuk Hendra.
"itu pasti salah, saya pasti difitnah!!" elak Tantri
"masalah itu kita selesaikan di kantor polisi, kami harus membawa anda terlebih dahulu" ucap pak Polisi.
Dengan paksaan Tantri akhirnya terbawa oleh 2 orang polisi itu, di Polsek Tantri berusaha menghubungi anaknya namun tidak kunjung diangkat.
"siapa yang melaporkan ku!!" bentak Tantri
"aku" suara ini sangat dikenal oleh Tantri
"buu, tapi kenapa" tanya Tantri seolah-olah tidak tahu kejahatan apa yang telah dia lakukan.
"kau mencoba membunuh putra ku dengan mengganti obatnya namun tidak hanya itu-" ucapan Ratna di sela.
"kamu juga berusaha membunuh anak tiri mu sendiri" Bobi datang bersamaan dengan Ratana.
Mereka berdualah yang sudah sudah melaporkan Tantri ke polisi dengan kasus yang sama.
__ADS_1
"kalian fitnah, aku tidak pernah melakukan hal sekeji itu"
plakkk....
Ratna menampar Tantri dengan keras, dia sangat geram karena Tantri terus saja berbohong. Kapan dia akan bertobat kenapa selalu ada saja alasannya.
"berani sekali kau masih berbohong dihadapan ku" bentaknya
"bu maafkan aku, aku melakukan semua ini karena terpaksa" Tantri tertunduk dihadapan Ratna
"kau melakukan hal ini secara sadar" ucap Bobi
"aku harap kau tidak akan pernah meloloskannya" Bobi melihat manik mata Ratna dengan tajam sebelum dia meninggalkan tempat itu. Dia juga sudah membawa 3 orang bawahan Tantri yang semalam ia kurung dihotel yang dua sewa.
"segera proses dia pak, saya tidak ingin melihat wajahnya lagi" ucao Ratna yang akhirnya dia juga meninggalkan Tantri sendiri di sana.
"buu, bagaimana dengan nasib Aksara dia masih kecil dan aku ibunya"
"dia tidak mungkin sanggup hidup tanpa ku" pekik Tantri
berhenti sejenak mendengar apa yang dikatakan Tantri, dia bermaksud akan menjawabnya.
"masih ada aku, selama kau masih dalam tahap penebusan dosamu, aku siap menggantikan tugas mu sebagai seorang ibu. Bukan hanya untuk Aksara tapi juga untuk Taysa" ucap Ratna yang membuat harapan Tantri seketika hilang.
__ADS_1
Mau tidak mau dia harus menjalani hukumannya itu.
Taysa yang berada di rumah sakit merasakan firasat yang tidak enak. Ia merasa akan ada orang yang pergi darinya. Sedari tadi ia terus bengong disofa. Entah kenapa sekarang dia begitu rindu dengan ibunya.
"pahh, Tasya pamit pulang dulu" ucapnya seraya berpamitan kepada ayahnya yang baru tersadar itu.
Taysa sudah memenuhi kebutuhan ayahnya sedari pagi, ia ingin melihat bagaimana Aksara sekarang.
"kau mau kemana?" cegat Ratna yang baru pulang dari kantor polisi.
"aku ingin pulang dan bertemu dengan ibu serta Aksara" jujur Taysa.
"kau tidak akan pernah bertemu dengan ibumu lagi!!" cetus Ratna.
"apa yang terjadi" tanya Taysa kaget
"kau tidak perlu tahu" jawab Ratna
"nekk, tapi aku harus tahu"
"dia ibuku, dan aku tidak akan pernah membiarkan dia berada dalam masalah" terang Tasya.
"kau tidak seharusnya ikut dalam masalah yang dibuat oleh ibumu sendiri biarkan dia yang menanggung resiko itu sendiri" terang Ratna
__ADS_1
"mau bagaimana pun dia, dia tetaplah ibu ku" Tasya memutuskan untuk pergi mencari tahu sendiri apa yang terjadi kepada ibunya itu.