Takdir Yang Dipermainkan

Takdir Yang Dipermainkan
Nilai PAT


__ADS_3

Hari ini sepulang les Alisha ikut makan malam dengan keluarga. Seperti biasa meja hanya ada keheningan tidak ada yang berkata saat sedang makan.


"aku ingin kalian berdua memperoleh nilai yg memuaskan" Hendra akhirnya berkata.


"aku akan berusaha pahh" jawab Tasya


"begitupun aku"ucap All.


"baiklah jika salah satu dari kalian mendapat nilai yg bagus aku akan memberikan suatu hadiah" ucap Tantri


"beneran kan mah" kata Tasya antusias.


"mamah janji"


"aku iya kan mahh" ucp All


"yaaa" jawab Tantri


Hari-hari pun berlalu sampai saatnya penerimaan raport dimana Tasya undangannya dihadiri sang mamah sementara All hanya di dampingi oleh Bik Siti. Hendra dari kecil tidak mau mengambilkan raport anaknya. Ia hanya menunggu hasilnya.


Saat ini semua sudah berkumpul Hendra sudah melihat nilai Tasya dan yah hasilnya memuaskan walau ada sekitar beberapa nilai yang jelek.


"nilai mu masih ada yg jelek, belajar lah lagi aku tidak ingin anak-anak ku bodoh" ucap Hendra kpd Tasya.


Dan sekarang tinggal punya All. All didalam hatinya sebernanya merasa agak tidak percaya diri. Nilainya semua bagus hanya saja nilai pada pelajran berhitungnya kurang memuaskan semua di bawah 95 namun tidak kurang dari kkm nilai berhitung All hanya 90. Jika menurutnya itu sudah cukup bagus namun entah jika ayahnya.


Hendra membuka Raport milik All dengan raut wajah biasa namun ketika ia melihat nilai berhitung All dibawah nilai 95 raut wajah nya menjadi berubah. Kini rautnya menunjukkan ia kecewa dan itu semua tak luput dari pandangan All. Dan All tau apa yang selanjutnya akan terjadi.


"kamu ikut saya keruang saya" sebelun All mengekor ia mencengkram erat tangn sang bibi, sebernanya ia takut. Ia akhirnya menghembuskan nafas kasar dan mengekori sang ayah.


Sudah 2 jam Alisha berada dalam ruangan Ayahnya, bibi khawatir karena ini sudah lama tidak seprti biasanya. Sementara Tantri dan Tasya sudah pergi sedari tadi untuk berbelanja karena sesuai janji jika salah satu dari mereka nilai nya lebih tinggi akah diberi hadiah. Tantri tidak melihat raport All, dia hanya menebak bahwa nilai All di bawah nilai Tasya karena melihat suaminya membawa All kedalam ruangannya.


Sebenarnya jika dilihat dan dibandingkan nilai All jauh lebih baik dari pada Tasya nilai tasya semua C dan dibawah rata-rata sementara All bernilai A hnya karena satu nilai B membuatnya harus menerima hukuman.


"aku membiyayai mu sekolah dengan uang hasil krja keras ku" ucap Hendri


"aku tidk ingin sia-sia dalam mengeluarkan uang"


"jika kau memang tidak bisa diandalkan pintu terbuka lebar untukmu, keluar dari sini!!" ucp Hendra ia tidak melihat putrinya sedang tertunduk lemas. Luka yg berada disekujur tubuhnya masih baru dan banyak.


"lalu bagaimna dengan istri mu yg menghamburkannya" batin All


"pahhh aku janji aku akan belajar lebih giat lagi, aku tidak akan mengecewakan mu lagi dalm nilai berhitung" setalh mengucapnya ia langsung pergi pamit undur diri.


Bibi melihat All sudah masuk ke kamar dan langsung menyusulnya sambil mengambil obat p3k.


"nengg" pnggl bibi


"bii sakitt" rengek All, bibi langsung saja mendekatakan dirinya kpd All dia tidak tega jika terus²an melihat Alisha di perlakukan tidak adil dirumah ini. Namun ia hnya bisa diam dan membantunya sedikit².


Bibi siti mulai mengobati luka Alisha satu persatu ia tidak habis pikir dengan perbuatan Hendra bagaimna ia bisa melukai putrinya sendiri secara bruntal. Apakah dia tidak mempunyai hati.

__ADS_1


"nengg udah selesai bibi obatin, sekarang bibi buatin makanan yah tunggu sebentar" ucp Bibi Siti, yg hanya dibalas anggukan oleh All


Beberapa menit Bik Siti datang membawa semangkok sup. Ia menyuapi All dengan perlahan.


"Bii All anak baik bukan sii?" tanya All


"neng Alis tu anaknya baik baengett udah cantik baik pokoknya paket lengkap" jwb bibi antusias dengan mengacung jempol. All tersenyum dengan perlakuan bibi.


Setelah makan ia tertidur dipangkuan bik Siti.


"mahhh All kangen" rengeknya dalam mimpi


Bik Siti yg mendengar hanya bisa mengusap kepala All.


"Nonn yang sabar ya, suatu hari nanti non pasti menemukan kebahagiaan nonn bibi yakin"


"kamu itu orang yang baik pertahankn yaa" bik Siti mencium kening All dan meninggalkannya.


Sementara disisi lain Hendra sekarang sedang menahan emosinya ia sedang meminum obat-obatan untuk meredakan emosi.


Hari ini adalah hari libur setelah melaksanakan UTS. Pagi ini All bagun dengan sakit disekujur tubuh, ia memutuskan untuk kembali tidur karena masih merasa tidak enak badan.


Drttt...


Telfon All berbunyi ia tak segera menjawabnya menunggu beberapa detik baru di jawab.


"yaa Kay ada ap?" tanya All.


"gue ama Rara ada rencana nongkrong lu bisa iku nggak?"


"oh oke gws yaa"


"thanks"All menutup tlf sepihak


"aghhh sebernanya gue bosen juga dirumah tapi badan gue sakit semuaa" gerutu All


Pukul 2 siang Bibi Siti mengetuk pintu All untuk membawakan makanan.


tok tok tokk


"neng Alll"


"bentar bii" All membukakan pintu untuk Bibi


"nonn dimakan yahh, kalo butuh yang lain panggil bibi ajah"ucp bi Siti


"siap bii makasih yaa"


Sebelum ia makan All ingin mandi terlebih dahulu ia merasa badannya lengket dan berkeringat. Selesai mandi ia juga memoles obat terlebih dahulu dan baru makan. Al sekarang ada di balkon kamarnya. Ia melihat sng ayah membuang suatu kotak dibelakang rumah. Ia penarasan dan memutuskan untuk memungut apa yg di buang sang ayah.


Sampai di sana All melihat satu kotak obat lengkap, selama ini yg ia tahu ayahnya selalu sehat ia bahkan tidak pernah melihat ayahnya batuk². Ia berfikir ayahnya sakit apa, apakah itu penyakit mematikan. Ia memungut wadah obat itu dan dan besok ingin bertanya ke apotek.

__ADS_1


"All" pnggl seseorng dari sebrang, All mencari ke arah suara yg memanggilnya.


Ternyata ada Elgara yg baru saja pulang dari warung.


"lo ngapain di tempat sampah kaya gitu" tnya Elgara


"kak Ell, All cuma buang sampah kok tadi" bohongnya.


"oh"


"All nanti sore lo ada acara nggak"


"emng kenapa kak"


"gue mau ajak lo jalan-jalan lagi pula udah lama kita nggak ketemu"


"hehe Kak Ell kangen yaa sama All"


"K-pdan lu cill" Ell mengatakannya sambil menahan tawa


"iya deh iya dehh"


"yudh nanti sore biar All yg kerumah kak Ell yaa sekalian ktmu Tante"


"oke, gue duluan"


"yaa da dahhh kaka Ell" All melambaikn tangan kepada Elgara yg semakin menjauh.


Di perjalanan pulang ke rumah Elgara full senyum sampai senyuman buyar karena sang mamah.


"abis ketemu bidadari kamu Ell senyum-senyum sendiri mama liat dari tadi"


"ia mah tadi ketemu bidadari nyasar di tong sampah" El tertawa sambil memberikan belanjaan sang mamah.


"tetangga sebelah Ell" tnya Rindi sambil menepuk pundak snag anak


"tau ajah mamah hehe"


"hadehh pepet terus nakk" goda Rindi


"lampu ijo nih mah" tnya Ell


"iya dongg hahaha"jwb Rindi


"inget Ell mencintai orang sewajarnya saja, mamah nggak mau sampai kamu patah hati berlebihan yaah" ucp Rindi


"ia mahh lagi pula Ell mau serius bukan kaya abg cuma pacaran doang nggak diseriusin"


"itu baru anak mamah"


"jaga dia baik-baik ya Ell jangan dibuat nangis, kalo bisa kamu jadi rumahnya"

__ADS_1


"paham kan maksud mamah"


"iyaa mahh"


__ADS_2